Sedapnya Soto Ambengan
September 17th, 2006 by d3wa-mencari-cintaSRIWIJAYA POST
Minggu,
17 September 2006
_
Sedapnya Soto Ambengan
MEMASUKI rumah toko (ruko) yang
terletak di Komplek Ruko PTC Blok G-67,
Palembang
, terdengar alunan lagu berirama daerah
Surabaya
, Jatim. Di dalam ruangan tersebut terdapat beberapa meja
berikut kursinya dengan penataan seperti umumnya sebuah restaurant biasa.
X’Plore Restaurant & Cafe Internet namanya, yang khusus menyediakan makanan
khas Jawa Timur. Saat kita duduk, mulai tercium aroma sedapnya masakan yang
mengundang selera yang berasal dari dandang yang terletak di Rombong Soto
(gerobak soto) Ambengan Surabaya, yang berada persis di bagian kiri pintu masuk
restaurant. Dengan kondisi perut yang sedang keroncongan, rasanya tak sabar
lagi ingin segera menyantap makanan itu. Seperti yang terlihat Sabtu (16/9)
siang kemarin, seorang
wanita bertubuh mungil masuk dan
langsung menghampiri pelayan untuk memesan Soto Ambengan tersebut. Setelah disajikan,
dia dengan lahap begitu menikmati soto kesukaannya itu. Hingga habis tak
tersisa. “Aku suka kuahnya, tanpa santan tapi gurih. Selama ini
kan
yang banyak kita temukan soto dengan santan-santan saja, jadi agak
eneg,” katanya. Dari sajiannya, sekilas soto Ambengan Surabaya ini tidak berbeda
dengan yang lain. Namun nanti dulu, masih ada keistimewaan dan keunggulannya, yaitu
pada rasa kuah dan taburan bubuk koyah pada bagian atasnya. Yang lain, ada
suiran ayam, kol, suun, irisan telur rebus, dan irisan hati rempela. Sementara
olahan kuah tanpa santan itu, merupakan air dengan kaldu ayam kampung dan gajih
dari rebusan ayam tersebut. Sebagai pelengkap, sambel cabe menta dan jeruk
nipis. Bisa pula memilih kerupuk udang, emping, kerupuk
Palembang
, atau kacang goreng. Pemilik restaurant, Petrus Sutrisno
Widodo mengatakan sengaja membawa beberapa aneka masakan khas Jatim khususnya
dan juga Jawa Tengah (Jateng) ke
Palembang
. Bagi warga Jatim dan Jateng, yang rindu dengan masakan daerah
asalnya tidak perlu bingung. “Tapi masakan ini sudah satu selera juga dengan orang
Palembang
. Rasanya bisa dinikmati semua masyarakat, tidak mesti
orang Jawa,” katanya. Selama buka restaurant itu tambah Petrus, sambutan
masyarakat cukup lumayan. Terlebih lagi setelah ditambah Soto Ambengan yang
terkenal di
Surabaya
. “Yang ke
Surabaya
biasanya mencicipi dulu soto ini, baru tahu rasanya. Kalau
saya cerita, itu mungkin karena saya dari
sana
(
Surabaya
). Tapi kalau mencicipi sendiri, ceritakan bagaimana
rasanya,” ujarnya didampingi sang istri,
Susiana
yang
ikut mengelola restaurant. Petrus menambahkan, yang mengolah masakan soto itu adalah
ibunya sendiri. Ayam dipilih ayam kampung karena rasanya lebih gurih. Ayam
direbus cukup lama, lalu diangkat SELAIN rasa, cara penyajian soto Ambengan
Suranaya ini pun lain dari pada yang lainnya. Untuk orang yang berasal dari
pulau seberang (Jawa), mungkin ini biasa. Tetapi bagi orang
Palembang
, baru orangorang tertentu yang tahu. Bahkan, pernah ada
yang tidak memulai bersantap karena mengira sajian tersebut belum lengkap. Cara
penyajian itu, pertama adalah dengan ala Surabayaan
(campur) Untuk yang campur ini,
dalam satu porsi (piring), antara nasi putih dan soto menjadi satu. Nasi
diletakan pada bagian bawah. Lalu di atasnya soto Ambengan berikut kuahnya. Sedangkan
untuk yang dipisah, nasi sajikan di piring tersendiri dan soto di piring
lainnya. “Bagi orang kita
Palembang
sini, kebanyakan masih minta dengan cara dipisah,”
imbuhnya. Sementara pasangan soto Ambengan ini kata Petrus, tidak melulu harus
nasi putih, tetapi bisa pula dengan
memakai lontong yang dibungkus daun. Cara penyajian sama saja seperti dengan
nasi putih. “Selera kita
kan
beda. Yang pakai lontong
biasanya untuk sarapan pagi.
Pakai nasi untuk makan siang. Tapi tergantung, sukanya pelanggan,” ujar Petrus.
Dari harga soto ini relatif terjangkau untuk semua kalangan. Satu porsi soto
psah hanya Rp 9.000 sementara yang campur Rp 7.500 Di toko yang buka dari pukul
08.00 hingga pukul 21.00 Sajian Campur atau Pisah ini, pada pagi hari banyak
yang menikmati sarapannya di sana.
Para
karyawan yang tinggal di sekitar PTC atau orang-orang yang
baru selesai berolah raga. “Yang sudah mulai mengenal masakan
Surabaya
di sini, banyak yang kemari. Orang
Palembang
, ternyata banyak juga yang senang lho,” tambahnya. Agar
lebih mudah ditemui masyarakat, awal bulan Oktober nanti Petrus membuka cabang di
Kota Sekayu dengan menu sebagai suiran sajian soto. “Khusus soto
kan
baru kita sediakan dua minggu ini. Dalam satu hari paling tidak 5
sampai 6 ekor ayam yang kita siapkan. Dari komentar tamu kita yang kesini, mereka
suka dan banyak yang kembali. Katanya, merek baru tahu ada soto dikawasan PTC
ini,” ujarnya. (erna) yang sama seperti di
Palembang
ini. Soto Ambengan, lumpia dan masakan khas
Surabaya
lainnya. Disamping Soto Ambengan, menu-menu lain juga tersedia
ditempat tersebut. Antara lain sate ayam Ponorogo, sate daging sapi kelapa khas
Madura, rawon, soto daging Madura, nasi rames, dan gado-gado
Surabaya
. Makanan ringan, lumpia goreng
Semarang
dan risoles isi rebung selain juga minuman segar tentunya.
Khusus untuk lumpia goring
Semarang
, juga termasuk makanan favorit disana. Sebagai ciri khas
adalah pada cacahan isi rebung yang jarang ditemui pada lumpia lain. “Rebung
dan sayurannya itu yang aku suka, enak dan pas sekali dilidah,” kata
Edo
, asal
Aceh yang membeli 10 buah lumpiah yang dia bawa pulang untuk rekan-rekan kerjanya.
(erna)
Bahan:
_ Kaldu Ayam
_ Bawang Putih
_ Garam, Jahe
_ Kunir, Merica,
_ Ketumbar, Kemiri
_ Semua dihaluskan, ditumis
Dengan daun bawang yang diiris
halus. Sementara itu didihkan air dalam panci, kalau sudah mendidih masukkan
bumbu yang sudah ditumis.
_ Terus daun jeruk, sereh, dan lengkuas, serta Ayam kampung
_ Setelah ayam lunak, diangkat
_ Pelengkap daun sledri, yang diris-iris tipis, bawang goreng
_ Untuk bubuk koyah, udang digoreng dan bawang putih lalu
dihaluskan.
Sambalnya: Cabe, Kemiri, Bawang
Putih direbus terus diuleg halus. (erna)
Resep Soto























Menurut
Sebagai
Nasib