Sedapnya Soto Ambengan

September 17th, 2006 by d3wa-mencari-cinta

SRIWIJAYA POST

Minggu,

17 September 2006

_

Sedapnya Soto Ambengan

MEMASUKI rumah toko (ruko) yang
terletak di Komplek Ruko PTC Blok G-67,

Palembang

, terdengar alunan lagu berirama daerah

Surabaya

, Jatim. Di dalam ruangan tersebut terdapat beberapa meja
berikut kursinya dengan penataan seperti umumnya sebuah restaurant biasa.
X’Plore Restaurant & Cafe Internet namanya, yang khusus menyediakan makanan
khas Jawa Timur. Saat kita duduk, mulai tercium aroma sedapnya masakan yang
mengundang selera yang berasal dari dandang yang terletak di Rombong Soto
(gerobak soto) Ambengan Surabaya, yang berada persis di bagian kiri pintu masuk
restaurant. Dengan kondisi perut yang sedang keroncongan, rasanya tak sabar
lagi ingin segera menyantap makanan itu. Seperti yang terlihat Sabtu (16/9)
siang kemarin, seorang

wanita bertubuh mungil masuk dan
langsung menghampiri pelayan untuk memesan Soto Ambengan tersebut. Setelah disajikan,
dia dengan lahap begitu menikmati soto kesukaannya itu. Hingga habis tak
tersisa. “Aku suka kuahnya, tanpa santan tapi gurih. Selama ini

kan

yang banyak kita temukan soto dengan santan-santan saja, jadi agak
eneg,” katanya. Dari sajiannya, sekilas soto Ambengan Surabaya ini tidak berbeda
dengan yang lain. Namun nanti dulu, masih ada keistimewaan dan keunggulannya, yaitu
pada rasa kuah dan taburan bubuk koyah pada bagian atasnya. Yang lain, ada
suiran ayam, kol, suun, irisan telur rebus, dan irisan hati rempela. Sementara
olahan kuah tanpa santan itu, merupakan air dengan kaldu ayam kampung dan gajih
dari rebusan ayam tersebut. Sebagai pelengkap, sambel cabe menta dan jeruk
nipis. Bisa pula memilih kerupuk udang, emping, kerupuk

Palembang

, atau kacang goreng. Pemilik restaurant, Petrus Sutrisno
Widodo mengatakan sengaja membawa beberapa aneka masakan khas Jatim khususnya
dan juga Jawa Tengah (Jateng) ke

Palembang

. Bagi warga Jatim dan Jateng, yang rindu dengan masakan daerah
asalnya tidak perlu bingung. “Tapi masakan ini sudah satu selera juga dengan orang

Palembang

. Rasanya bisa dinikmati semua masyarakat, tidak mesti
orang Jawa,” katanya. Selama buka restaurant itu tambah Petrus, sambutan
masyarakat cukup lumayan. Terlebih lagi setelah ditambah Soto Ambengan yang
terkenal di

Surabaya

. “Yang ke

Surabaya

biasanya mencicipi dulu soto ini, baru tahu rasanya. Kalau
saya cerita, itu mungkin karena saya dari

sana

(

Surabaya

). Tapi kalau mencicipi sendiri, ceritakan bagaimana
rasanya,” ujarnya didampingi sang istri,

Susiana

yang
ikut mengelola restaurant. Petrus menambahkan, yang mengolah masakan soto itu adalah
ibunya sendiri. Ayam dipilih ayam kampung karena rasanya lebih gurih. Ayam
direbus cukup lama, lalu diangkat SELAIN rasa, cara penyajian soto Ambengan
Suranaya ini pun lain dari pada yang lainnya. Untuk orang yang berasal dari
pulau seberang (Jawa), mungkin ini biasa. Tetapi bagi orang

Palembang

, baru orangorang tertentu yang tahu. Bahkan, pernah ada
yang tidak memulai bersantap karena mengira sajian tersebut belum lengkap. Cara
penyajian itu, pertama adalah dengan ala Surabayaan

(campur) Untuk yang campur ini,
dalam satu porsi (piring), antara nasi putih dan soto menjadi satu. Nasi
diletakan pada bagian bawah. Lalu di atasnya soto Ambengan berikut kuahnya. Sedangkan
untuk yang dipisah, nasi sajikan di piring tersendiri dan soto di piring
lainnya. “Bagi orang kita

Palembang

sini, kebanyakan masih minta dengan cara dipisah,”
imbuhnya. Sementara pasangan soto Ambengan ini kata Petrus, tidak melulu harus
nasi putih, tetapi bisa pula dengan
memakai lontong yang dibungkus daun. Cara penyajian sama saja seperti dengan
nasi putih. “Selera kita

kan

beda. Yang pakai lontong

biasanya untuk sarapan pagi.
Pakai nasi untuk makan siang. Tapi tergantung, sukanya pelanggan,” ujar Petrus.
Dari harga soto ini relatif terjangkau untuk semua kalangan. Satu porsi soto
psah hanya Rp 9.000 sementara yang campur Rp 7.500 Di toko yang buka dari pukul
08.00 hingga pukul 21.00 Sajian Campur atau Pisah ini, pada pagi hari banyak
yang menikmati sarapannya di sana.

Para

karyawan yang tinggal di sekitar PTC atau orang-orang yang
baru selesai berolah raga. “Yang sudah mulai mengenal masakan

Surabaya

di sini, banyak yang kemari. Orang

Palembang

, ternyata banyak juga yang senang lho,” tambahnya. Agar
lebih mudah ditemui masyarakat, awal bulan Oktober nanti Petrus membuka cabang di
Kota Sekayu dengan menu sebagai suiran sajian soto. “Khusus soto

kan

baru kita sediakan dua minggu ini. Dalam satu hari paling tidak 5
sampai 6 ekor ayam yang kita siapkan. Dari komentar tamu kita yang kesini, mereka
suka dan banyak yang kembali. Katanya, merek baru tahu ada soto dikawasan PTC
ini,” ujarnya. (erna) yang sama seperti di

Palembang

ini. Soto Ambengan, lumpia dan masakan khas

Surabaya

lainnya. Disamping Soto Ambengan, menu-menu lain juga tersedia
ditempat tersebut. Antara lain sate ayam Ponorogo, sate daging sapi kelapa khas
Madura, rawon, soto daging Madura, nasi rames, dan gado-gado

Surabaya

. Makanan ringan, lumpia goreng

Semarang

dan risoles isi rebung selain juga minuman segar tentunya.
Khusus untuk lumpia goring

Semarang

, juga termasuk makanan favorit disana. Sebagai ciri khas
adalah pada cacahan isi rebung yang jarang ditemui pada lumpia lain. “Rebung
dan sayurannya itu yang aku suka, enak dan pas sekali dilidah,” kata

Edo

, asal
Aceh yang membeli 10 buah lumpiah yang dia bawa pulang untuk rekan-rekan kerjanya.
(erna)

 

Bahan:

_ Kaldu Ayam

_ Bawang Putih

_ Garam, Jahe

_ Kunir, Merica,

_ Ketumbar, Kemiri

_ Semua dihaluskan, ditumis

 

Dengan daun bawang yang diiris
halus. Sementara itu didihkan air dalam panci, kalau sudah mendidih masukkan
bumbu yang sudah ditumis.

_ Terus daun jeruk, sereh, dan lengkuas, serta Ayam kampung

_ Setelah ayam lunak, diangkat

_ Pelengkap daun sledri, yang diris-iris tipis, bawang goreng

_ Untuk bubuk koyah, udang digoreng dan bawang putih lalu
dihaluskan.

 

Sambalnya: Cabe, Kemiri, Bawang
Putih direbus terus diuleg halus. (erna)

 

Resep Soto

 

ASAL USUL GELAR

September 17th, 2006 by d3wa-mencari-cinta

ASAL USUL
GELAR

“TUANKU BAGINDI BASA

NAN

KAYO”

PADA
awalnya Datuak Peto Kayo sebagai kepala pewaris membicarakan dengan para Niniak
Mamak dan tungganai rumah Chaniago Tabiang Bungo tentang rencana akan menganugerahkan
gelar sangsako kepada salah seorang “Urang Sumandi Ninik Mamak”. Pembicaraan
tersebut dilakukan bersama Datuak Sinaro, Angku Rajo Machudum, Bagindo Ali,
Dubalang Gadang, Dubalang Ameh, Dubalang Itam dan lainnya. Hasil pembicaraan
menyepakati untuk mendudukkannya bersama Niniak Mamak Suku Chaniago (Niniak
Mamak nan baranam Suku Chaniago).

Selanjutnya hasil musyawarah Niniak
Mamak nan baranam Suku Chaniago ini menyetujui untuk menganugerahkan gelar
sangsako adat kepada Ir. H. Syahrial Oesman, MM sebagai urang sumando yang
sekarang menjadi Gubernur Sumatera Selatan. Hasil keputusan ini dibawa pula
kemusyawarah yang lebih tinggi, yaitu kepada musyawarah datuak-datuak ke ampek
(empat) suku di Nagari Lubuk Jantan.

Datuak-datuak ke ampek suku di
Nagari Lubuk Jantan memusyawarahkan pula secara alot dengan mencari informasi.
Kemudian dilaksanakan oleh Kerapatan Adat Nagari (KAN) Lubuk Jantan bersama
Camat Lintau Buo Utara, Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM)
Kecamatan Lintau Buo Utara dan LKAAM Kabupaten Tanah Datar. Setelah menerima
berbagai informasi, saran dan masukan lainnya melalui suatu musyawarah, maka
disepakati untuk memberikan gelar sangsako adat “Tuanku Bagindo Basa Nan Kayo”
kepada Bapak Ir. H. Syahrial Oesman, MM.

Hasil kesepakatan ini pun kemudian
dibawa ke dalam musyawarah LKAAM Propinsi Sumatera Barat untuk dapat pengukuhan
yang dituangkan dalam suatu

surat

keputusan.

Dari uraian tersebut terlihat bahwa
penganugerahan gelar adat ini merupakan usulan yang “Mambusek Dari Bumi”
(Bulat) atau datang dari bawah. Prosesnya pun akan dilaksanakan secara
“Bajanjang Naiak Batanggo Turun, Manurut Adat Salingka Nagari” (Bertingkat Naik
Turun Tangga, Menurut Adat Salingka Nagari) kemudian juga tidak menambah jumlah
Niniak Mamak yang ada, yang bersangkutan hanya akan dibawa sailia samudik dalam
bermusyawarah membicarakan kampung halaman. Adapun di Nagari Lubuk Jantan ada
38 orang niniak mamak, satu orang Pucuak Bulek Urek Tunggang yang sekarang
dipegang oleh Datuak Simarajo. Niniak Mamak tersebut terdiri atas 12 orang
Penghulu Andiko, 12 orang Penghulu Malin Adat, 12 orang Manti Adat, dan 12
orang Dubalang Adat. Kemudian juga ada 70 orang Tungganai.

Dan tentunya Bapak Ir. H. Syahrial
Oesman, MM juga dapat menjadi “Baringin Gadang ditanah Sriwidjaya” bagi para
perantau Minangkabau, dan menjadi “Ka Pai Tampek Batanyo Ka Pulang Tampek
Babarito” (Pergi Tempat Bertanya Pulang Tempat Bercerita/berita).

Prosesi penganugerahan gelar
sangsako adat ini akan dilaksanakan di Balai Adat Nagari Lubuk Jantan pada hari
Sabtu 8 Juli 2006. sedangkan acara “Maratang Panjang Mangambang Leba” atau
acara melewakan atau menyampaikan kepada masyarakat banyak akan di
selenggarakan pula di Istano Basa Pagaruyung pada hari Minggu 9 Juli 2006.

Adapun arti maksud gelar sangsako
adat “Tuanku Bagindo Basa Nan Kayo” tersebut adalah Tuanku berarti orang yang
dimuliakan, Bagindo sama dengan Baginda, yaitu suatu panggilan yang terhormat,
Basa berarti Besar, Nan Kayo maksudnya yang kaya, baik kaya ilmu, kaya jiwa,
murah membagi kepada orang lain, santun, ramah dan penuh kekeluargaan.

Gelar Tuanku Bagindo Basa Nan Kayo Dilewakan Kepada Syahrial Ir. H. Oesman, MM

September 16th, 2006 by d3wa-mencari-cinta

Gelar Tuanku Bagindo Basa

Nan

Kayo

Dilewakan Kepada Syahrial Ir. H. Oesman, MM

Acara melewakan gala Tuanku Bagindo Basa
Nan Kayo kepada Tuanku Bagindo Basa Nan Kyo kepada Ir. H. Syahrial Oesman, MM
Gubernur Sumatera Selatanoleh Kerapatan Adat Nagari (KAN) Lubuk Jantan,
Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar yang telah disetujui Lembaga
Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Propinsi Sumatera Barat, dilaksanakan
di Istana Basa Pagaruyuang, Minggu 9 Juli 2006.

 

PENGANUGERAHAN
gelar Sangsako adapt kepada Ir. H. Syahrial Oesman, MM adalah sebagai
penghargaan atas jasanya selaku orang sumando Minangkabau kepada para perantau
Sumatera Barat yang bermukim di Sumatera Selatan. Beliau telah banyak
memberikan bantuan dan perhatian yang tinggi serta telah banyak motifasi dan
berupa bantuan yang di berikannya kepada orang Minangkabau yang dirasakan oleh
awak di Bumi Sriwidjaya itu.

Menurut
Ketua LKAAM Sumatera Barat H. Kamardi Rais Dt. P. Simulie dalam sambutannya
ketika acara melewakan gala atau dalam adapt disebut “Marantang Panjang,
Mengambang Leba”, dikatakan bahwa Gelar Sangsako adapt ini hanya dapat
diberikan kepada masyarakat Minangkabau yang berupa penghargaan atas saja
seseorang oleh

KAN

, LKAAM serta
oleh pewaris kerajaan Pagaruyung. Gelar ini hanya berlaku selama yang
bersangkutan masih hidup dan tidak dapat diwariskan/diturunkan kepada anak
cucu. Pemegang gelar ini juga tidak menjadi bagian struktur adapt, tetapi dapat
dibawa dibawa bermusyawarah dalam pelaksanaan pembangunan.

“Dengan
dikukuhkan Gelar Sangsako adapt kepada Ir. H. Syahrial Oesman, MM Tuanku
Bagindo Basa Nan Kayo, kita berharap akan semakin akrablah hubungan
kekeluargaan yang telah terjalin selama ini antara Minangkabau dengan bumi
Sriwidjaya. Kita juga berharap Ir. H. Syahrial Oesman, MM Tuanku Bagindo Basa
Nan Kayo akan dapat juga menjadi “Baringin Gadang diTanah Sriwidjaya” bagi para
perantau Minangkabau dan menjadi “Kapai Tampek Batanyo, Kapulang Tampek
Babarito”.

“Makna
dan maksud yang terkandung dari gelar sangsako tersebut “Tuanku Bagindo Basa
Nan Kayo” adalah Tuanku berarti orang yang dimuliakan, Bagindo sama dengan
baginda, yaitu suatu panggilan terhormat, Basa berarti besar, Nan Kayo
maksudnya orang yang kaya, baik kaya ilmu, kaya jiwa, murah membagi kepada
orang lain, santun, ramah dan penuh rasa kekeluargaan,” jelas ketua LKAAM
Sumatera Barat.

Selain
ketua LKAAM Sumatera Barat juga turut memberikan pada acara tersebut Pewaris
Kerajaan Pagaruyung, Bupati Tanah Datar Ir. M. Shadiq Pasadigoe, SH, Ir. H.
Syahrial Oesman, MM Tuanku Bagindo Basa Nan Kayo dan Gubernur Sumatera Selatan

Pariwisata Sriwidjaja

July 16th, 2006 by d3wa-mencari-cinta

Bukit Siguntang letaknya di sebelah Barat kota Palembang. Bukit yang tingginya sekitar 27 meter dari permukaan laut ini, pada zaman Sriwijaya merupakan tempat suci bagi penganut agama Budha. Menurut sejarah, di bukit itu bermukim sekitar 1.000 pendeta Budha. Hingga kini Bukit Siguntang masih dianggap sebagai tempat yang dikeramatkan.

Pada tahun 1920 di Bukit Siguntang ditemukan arca Budha bergaya Amarawati dengan wajah tipikal Srilangka dan diduga berasal dari abad XI Masehi. Arca tersebut kini diletakkan di halaman museum kota Sultan Mahmud Badaruddin, samping benteng Kuto Besak.
Dipuncak bukit terdapat kuburan kuno yang dikeramatkan penduduk. Salah satunya adalah kuburan Sigentar Alam yang dijadikan tempat bersumpah beberapa penziarah. Menurut legenda Sigentar Alam adalah seorang raja pada masa akhir Sriwijaya.
Bukit Siguntang belum lama ini direstorasi dan diperindah.

   Lokasi obyek wisata ini terletak kurang lebih 5 km dari pusat kota. Air terjun dengan ketinggian 12 meter dan lebar 25 meter ini memiliki panorama alam yang indah dan mengesankan. Air yang jernih dan disekeliling lokasi ini ditumbuhi oleh pohon - pohon besar yang rindang.

Lokasi
Kelurahan Rahmah
Lubuk Linggau

BUKIT SERELO
Penduduk setempat menyebutnya Bukit Tunjuk, karena bentuk puncaknya yang mirip telunjuk yang mencuat ke langit.

Di sini terdapat sekitar 40 ekor gajah yang sudah dijinakkan. Pengunjung dapat berfoto dengan gajah tersebut. Sebagai imbalanya tinggal memberikan tip sebesarRp. 5.000,- kepada pawang dan anda dapat berpose sepuasnya. Dan jangan lupa memberikan gula-gula, kacang dan sebagainya kepada Gajah - gajah tersebut.

Gedung International Plaza

Jl. Jend. Sudirman No. 147
Palembang 30125
Tel : 0711 - 37 3266

HOTEL RENE

Jln Jend Sudirman No 107
Muara Enim
Tlp 0734-21085
Total Room 22

Hotel Sanjaya

Alamat

Jln A. Rivai No.6193 Palembang

Telepon : (0711) 350 634, 311 3693

HUTAN WISATA PUNTI KAYU
   
Kawasan ini sebenarnya merupakan suatu kawasan hutan pinus yang ditata dengan apik sehingga menjadi taman alam yang begitu menarik. Selain itu di lokasi ini juga terdapat danau buatan, toko cenderamata dan kawasan bermain untuk anak - anak.

Hutan Wisata Punti Kayu ini terletak sekitar 60 km. dari pusat kota.

RSU KAYUAGUNG

Alamat

Jl Letnan Marzuki Kayu Agung

Telepon : (0712) 323 889

Faksimil : (0712) 323 889

TIMEZONE HERO PLAZA PALEMBANG

Hero Plaza Lt. 3
Komp. Ilir Barat Permai
Jl. Letkol Iskandar Blok D2 No. 59-61
Palembang
Tel : 0711 - 32 0166

KAWAH TEKUREP

Merupakan Kompleks Makam Sultan Mahmud Badaruddin I yang memerintah Palembang pada abad 18. Bangunan dari Kawah Tekurep ini beratap dari beton dan menyerupai kawah yang bertelungkup. Kawah merupakan sejenis kuali besar yang digunakan sebagai alat masak.

MUSEUM SULTAN MAHMUD BADARUDDIN II

Kota Palembang mempunyai dua buah museum salah satunya adalah Museum Sultan Mahmud Badaruddin II yang dikelola oleh Pemerintah Kotamadya Palembang.

Lokasi
Tepi Sungai Musi
Palembang
HUTAN WISATA PUNTI KAYU

Kawasan ini sebenarnya merupakan suatu kawasan hutan pinus yang ditata dengan apik sehingga menjadi taman alam yang begitu menarik. Selain itu di lokasi ini juga terdapat danau buatan, toko cenderamata dan kawasan bermain untuk anak - anak.

Hutan Wisata Punti Kayu ini terletak sekitar 60 km. dari pusat kota.
AIR TERJUN TEMAM

Lokasi obyek wisata ini terletak kurang lebih 5 km dari pusat kota. Air terjun dengan ketinggian 12 meter dan lebar 25 meter ini memiliki panorama alam yang indah dan mengesankan. Air yang jernih dan disekeliling lokasi ini ditumbuhi oleh pohon - pohon besar yang rindang.

Lokasi
Kelurahan Rahmah
Lubuk Linggau
BUKIT SIGUNTANG

Bukit Siguntang letaknya di sebelah Barat kota Palembang. Bukit yang tingginya sekitar 27 meter dari permukaan laut ini, pada zaman Sriwijaya merupakan tempat suci bagi penganut agama Budha. Menurut sejarah, di bukit itu bermukim sekitar 1.000 pendeta Budha. Hingga kini Bukit Siguntang masih dianggap sebagai tempat yang dikeramatkan.

Pada tahun 1920 di Bukit Siguntang ditemukan arca Budha bergaya Amarawati dengan wajah tipikal Srilangka dan diduga berasal dari abad XI Masehi. Arca tersebut kini diletakkan di halaman museum kota Sultan Mahmud Badaruddin, samping benteng Kuto Besak.
Dipuncak bukit terdapat kuburan kuno yang dikeramatkan penduduk. Salah satunya adalah kuburan Sigentar Alam yang dijadikan tempat bersumpah beberapa penziarah. Menurut legenda Sigentar Alam adalah seorang raja pada masa akhir Sriwijaya.
Bukit Siguntang belum lama ini direstorasi dan diperindah.
MONPERA

Monumen ini terletak di tengah - tengah kota Palembang. Monpera dibangun untuk mengenang perjuangan rakyat Sumatera Selatan ketika melawan penjajah. peristiwa tersebut dikenal dengan " Pertempuran Lima Hari " yang terjadi tanggal 1 Januari 1947.

Koleksi yang terdapat di Monumen ini berupa senjata yang dipergunakan untuk bertempur, dokumen perang dan benda yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Monumen ini dibuka untuk kalangan umum.

RSUD PAGAR ALAM

Alamat

Jl S Parman Pagar Alam Lahat

HOTEL SANDJAYA ( **** )

Alamat

Jln A. Rivai No.6193 Palembang

Telepon : (0711) 350 634, 311 3693

HOTEL RENE

Jln Jend Sudirman No 107
Muara Enim
Tlp 0734-21085
Total Room 22

VILLA SEGANTI SETANGGUAN

Jln Gunung Dempo
Pagar Alam
Total Room : 10

WISMA BARI
Jln. Kol Atmo
Palembang
Total Room : 45

WISMA SRI VARIA

Jl Ranau Banding Agung
Total Room : 6

ROYAL ASRA

Jln. Veteran 521, Palembang
Telp. 0711 - 362091
Total Room: 47

MES POLRI

Jln Ranau Banding Agung
Total Room : 6
RITOUR

Jl. Jend. Sudirman 635
Palembang
Email: bpurian@plg.mega.net.id
Tel : 0711- 35 7455, 31 4567
Faks : 0711 - 36 2622

TARI SETABIK

Tarian ini digelarkan untuk menyambut tamu-tamu penting yang berkunjung ke daerah itu. Terkadang juga dipertunjukkan dalam upacara-upacara perkawinan. Tari ini diiringi nyanyian.
BUKIT SERELO

Penduduk setempat menyebutnya Bukit Tunjuk, karena bentuk puncaknya yang mirip telunjuk yang mencuat ke langit.

Di sini terdapat sekitar 40 ekor gajah yang sudah dijinakkan. Pengunjung dapat berfoto dengan gajah tersebut. Sebagai imbalanya tinggal memberikan tip sebesarRp. 5.000,- kepada pawang dan anda dapat berpose sepuasnya. Dan jangan lupa memberikan gula-gula, kacang dan sebagainya kepada Gajah - gajah tersebut.

SRIWIJAYA AIR

Jl. Semeru No. 12 A ( Lap. Hatta )
Palembang
Tel : 0711 - 37 8338, 37 8318

Untuk Reservasi hubungi ke 0711 - 379 888 atau 0711 - 41 2090

PT. LINTAS SRIWIJAYA PERKASA

JI. Rustini
Palembang
Tel : 0711 - 81 5555

PO. LORENA

Jl. Kolonel Atmo 50
Palembang
Tel : 0711 - 36 0490

SUPERMARKET MARATHON

Jl. Jend. Sudirman 269
Palembang
Tel : 0711 - 31 0338

GEDUNG INTERNATIONAL PLAZA

Jl. Jend. Sudirman No. 147
Palembang 30125
Tel : 0711 - 37 3266

PLAZA

Komp Ilir Barat
Palembang
Tel : 0711 - 351 132

INTERNASIONAL Plaza

Jl. Jend. Sudirman 147
Palembang
Tel : 0711 - 35 1132

RS MUHAMADIYAH PALEMBANG

Alamat

Jl A Yani 13 Ulu Palembang

QUZUKA RESTORAN

Jl. Rajawali No. 855 C - D
Palembang
Tel : 0711 - 708 7724

BEGADANG RUMAH MAKAN

Jl. Kapt. Cek Syeh 201 - 203
Palembang
Tel : 0711 - 35 5606

QUZUKA RESTORAN

Menu Seafood Andalan
Kepiting tape pedas, Kepiting Saus Penang, Locan Gulai, Locan tape pedas, Udang saus penang, Ikan Rujak Quzuka, Cumi Saus Padang

Alamat
Jl. Rajawali No. 855 C - D
Palembang
Tel : 0711 - 708 7724
PEMPEK

Makanan khas Palembang ini terbuat dari tepung terigu dan tepung kanji. Penyajiannya Pempek Palembang dengan cuka yang pedas dan asam manis. Bentuknya ada yang seperti kapal selam, bentuk bulat dan lainnya.

Makanan Khas satu ini anda dapatkan di
Jl. Supersemar Angkatan 66
Palembang
Tel : 0711 - 702 0812, 703 0456
MAM MEE

Menyediakan : Black Forest, Lapis Surabaya, Kue Ulang Tahun, Mam Mee cake aneka roti dan kue

Alamat
Jl. Mayor Salim Batubara No. 7
Sekip Bendung
Palembang
Tel : 0711 - 37 7418

CFC

Jl. Yos Sudarso
Lubuk Linggau
Tel : 0733 - 32 0401

PT RADIO PENTAS TARUNA SRIWIJAYA

RADIO
Pentas

98,70
FM

Alamat

Jl. Jend. Sudirman Km. 3,5

Gunung Ibul - Muara Enim 31111

Telepon : (0713) 320 902

MARTHA TILAAR SALON & SPA

Jl. Iskandar Muda
International Plaza Lt IV
Palembang
Tel : 0711 - 37 3267

FENY SALON

Jl. Jend Sudirman RT 12 / 05
Kecamatan Batu Raja Timur
Sumatera Selatan

AMI SALON

JI Lingkaran 1310 G
Palembang
Tel : 0711 - 31 0227

DJNET

Jl Sudirman KM.3
Palembang 30129

RADIO EL JOHN PALEMBANG

Jl. Jend. Sudirman No. 75 Lt. 3
Palembang 30126
Tel : 0711 - 378 555
Tel Studio : 0711 - 317 555
Faks : 0711 - 322 000
Email : eljohnfm@eljohn.co.id
Website: www.eljohn-fm.com

PT Pupuk Sriwidjaja ( Holding )

June 23rd, 2006 by d3wa-mencari-cinta
  Selamat datang di serambi PUSRI Holding 
CORPORATE PROFILE
PT Pupuk Sriwidjaja ( Holding )
Status
Persero
Business/Industry
Produsen dan distribusi & pemasaran pupuk , bahan kimia, petrokimia, jasa rancan
Business Description
Vital Mission Rule
  • Akte Notaris Soeleman Ardjasasmita, SH No 4 tanggal 3 Januari 1970 tentang Pendirian PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) jo Akte Notaris Imas Fatimah, SH No 41 tanggal 14 Oktober 1997.
  • UU No 1 th 1995 tentang Perseroan Terbatas dan PP No. 12 tahun 1998.
  • Surat Menkeu RI No. S-200/MK.016/1997 tentang perse-tujuan pembentukan Holding Company BUMN Pupuk
  • PP No. 28 tahun 1997 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara yang berasal dari Pengalihan saham Negara RI pada PT PIM, PT PKT, PT PKT, PT PKG kedalam modal saham PT Pusri.
  • PP No. 34 tahun 1998 tentang Penambahan dan Penyertaan Modal Negara RI kedalam modal saham PT Pusri yang berasal dari modal negara RI pada Mega Eltra sehingga PT Mega Eltra menjadi anak perusahaan PT Pusri.
  • Akte Notaris Imas Fatimah, SH No 13 tanggal 15 Februari 2001 tentang Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan Perseroan PT. Pupuk Sriwidjaja.
  Equitas
  Modal Dasar   Modal Disetor
  •   Nominal 10.000.000.000.000   •   Nominal 3.634.768.000.000
  •   Jumlah Saham   •   Jumlah Saham
  ShareHolder
Pemerintah RI 100.00 %
Kantor Pusat
Address
Jl. Mayor Zen, Palembang - 30118
Phone (0711)712111, 712222 Email info@pusri.co.id
Fax (0711) 712100 Website www.pusri.co.id
  Branch Office
  Kantor Pusri Jakarta
Jl. Taman Anggrek Kemanggisan Jaya
  •   City   Jakarta   •   ZIP   11480
  •   Phone   021- 5481208,   •   Email   kpj@pusri.co.id
  •   FAX   021- 5305281,   •   Website   www.pusri.co.id
   Number of Branch Office
  •   Indonesian Branch   23   •   International Branch  

PUSRI TALANGI TUNGGAKAN MACET PIM DI BANK

June 23rd, 2006 by d3wa-mencari-cinta

29 Maret 2006 PUSRI TALANGI TUNGGAKAN MACET PIM DI BANK Bisnis Indonesia, 24 Maret 2006.PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) diketahui telah menyatakan kesediaannya untuk menalangi tunggakan cicilan bunga kredit PT Pupuk Iskandar Muda pada tiga bank sindikasi, yaitu Bank Mandiri, BNI, dan BRI. Kesediaan Pusri itu terkait dengan posisi pemimpin holding pupuk itu sebagai pemegang corporate guarantee dalam proses pengucuran kredit investasi penyelesaian proyek pabrik pupuk PIM-2. Direktur PT Pupuk Iskandar Muda Mashudianto mengungkapkan pabrik pupuk yang berbasis di Lhokseumawe, Aceh, itu belum menyelesaikan kewajiban pembayaran cicilan bunga kredit ke bank sindikasi terhitung sejak Januari lalu. Besarnya tunggakan pembayaran kredit yang akan dibayarkan oleh PT Pusri tersebut mencapai Rp50 miliar. Namun, sebelum merealisasikan pembayaran tagihan tersebut, PT Pusri harus lebih dulu meminta persetujuan Menneg BUMN sebagai pemegang saham pabrik pupuk itu. Diharapkan pembayaran tunggakan cicilan bunga utang PIM itu sudah dapat direalisasikan pada April mendatang. Direktur Korporasi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Tjahyana Tjakrawinata mengakui belum tahu adanya persetujuan dari Pusri untuk menalangi tunggakan cicilan utang PIM. "Saya belum dengar. Kalau benar kami tentu senang sekali," ujarnya kemarin. Menurut penjelasannya, sampai Desember 2005 Pusri memang telah memberikan bantuan kepada PIM untuk menyelesaikan kewajiban pembayaran cicilan bunga utang. Sampai Desember 2005 PIM sebetulnya masih terus memenuhi kewajiban membayar cicilan bunga utang.Namun, karena pabrik itu berhenti beroperasi sejak September lalu akibat terhentinya pasokan gas, otomatis posisi keuangan PIM terus menipis karena kehilangan pendapatan operasi. Belum jelas Ketika dikonfirmasi Bisnis, Direktur Utama PT Pusri Dadang Kodri belum dapat memberikan kepastian mengenai kesediaan perusahaan itu untuk menanggung tunggakan cicilan utang PIM. "Untuk hal-hal yang dibatasi kewenangannya di dalam anggaran dasar, harus disetujui dulu oleh pemegang saham Pusri," papar dia. BNI yang menjadi pemimpin sindikasi tiga bank BUMN itu telah memasukkan kredit Pupuk Iskandar Muda ke dalam kategori bermasalah. Dimasukkannya performa kredit pabrik pupuk itu ke dalam status NPL (non performing loan) dikarenakan PT PIM tidak lagi membayar kewajiban cicilan utang pokok yang seharusnya jatuh tempo mulai Januari lalu. Mashudianto menjelaskan dana talangan dari Pusri sangat dibutuhkan untuk menjaga agar performa kredit PIM tidak terus melorot. Menurut dia, saat ini posisi kredit PIM yang bermasalah di tiga bank BUMN berada pada kolektibilitas 3. Pelunasan cicilan utang sampai PIM kembali beroperasi diharapkan dapat menyelamatkan posisi kredit PIM tidak menjadi kolektibilitas 5. Pembangunan pabrik PIM-2 menghabiskan dana sebesar US$380 juta., yang terdiri dari pinjaman JBIC sebesar US$191 juta, pinjaman dalam negeri yang berasal dari sindikasi BNI, Bank Mandiri, dan BNI sebesar US$83 juta, equity sebesar US$70 juta, dan pinjaman lain-lain sebesar US$36 juta. Pinjaman dalam negeri PIM yang berasal BNI, Bank Mandiri, dan BRI yang sudah jatuh tempo sebesar US$20 juta per tahun, terdiri dari angsuran pokok ditambah bunga rata-rata. Beberapa waktu lalu Tjahayana mengatakan, hingga saat ini tiga bank sindikasi yang menyalurkan kredit penyelesaian proyek PIM-2 masih terus mengkaji permohonan PIM untuk merestrukturisasi utang pokoknya. "Kami memang belum bisa mengambil keputusan untuk PIM karena belum adanya kepastian suplai gas." Meski telah mengetahui adanya keputusan pemerintah untuk memberikan pasokan gas ke PIM selama enam bulan, dia mengatakan pihak kreditor belum memperoleh kepastian mengenai keputusan itu. ( tri.dp@bisnis.co.id )

JL.Sriwijaya

May 30th, 2006 by d3wa-mencari-cinta

Sriwijaya

                         

Selamat datang kembali di Review MBDC setelah sekian lama absen.
Kali ini yg kena kita datengin adalah Jl. Sriwijaya. Sebenarnya bukan niat kita
datengin sih, tapi kebetulan kita lagi ngumpul, bawa kamera ama alat tulis, terus
ada stiker MBDC juga, udah gitu kita lagi laper juga, ya udah deh, sekalian aja
jadiin Review.
Itu namanya totalitas. Cuma mo makan doang, tapi malah jadi ribet-ribet bikin
review, musti foto sana sini, mesen makanan banyak juga. Tapi gak papa, yg penting
kita kenyang dan senang.
 

                                       
                                          

                                          

                                       

                                     

                                     

Di
  Jl. Sriwijaya ini terdapat banyak jajanan, dari mie ayam, dimsum, sate, tukang
  teh botol, dan banyak lainnya ( biasanya tukang yg lain itu lewat doang, gak
  mangkal, jadinya kita ga bisa tau sebenarnya masih ada apa lagi selain yg disebut
  diatas tadi ).

                                     

Oke
                                        deh, kita mulai aja langsung mesen makanannya….

                                     


                                       
Kusir, Mukarata dan Aryo
                                        yg kelaperan (selalu…), lagi bingung
                                        mo duduk dimana.

                                     

Dimsum

                                     

Pasti
                                        tau dong dimsum itu apaan, dim sum adalah
                                        sejenis makanan yg ada didalem keranjang
                                        dari rotan kayu gitu, terus dikukus. Bentuknya
                                        mirip-mirip somay, cuma lebih asik dan
                                        lebih nikmat.

                                     

Si
                                        Anjinglaknat emang paling parah kalau
                                        makan dimsum ini. Kemarin ini dia habis
                                        5 porsi dimsum buat diembat sendirian,
                                        gak dibagi-bagi keteman lainnya, padahal
                                        yg lainnya juga masih laper.

                                     

 
   

   

 


        Peralatan buat panasin dimsum

        Ini yg namanya dimsum loh, didalem keranjang rotan kayu

                                     

                                       

Harga
                                          1 porsi dimsum tersebut adalah Rp.5000,
                                          yang lumayan murah dan asyik dengan
                                          perbandingan rasanya. Dimakan pake saus
                                          yg pedes paling enak, udah gitu minum
                                          teh botol.

                                     

                                     


  Hmmm nikmatnya…..

                                     

                                     

 

                                     

Mie
                                        Ayam

                                     

Di
                                        Jakarta emang paling banyak tukang mie
                                        ayam, dari yg gerobak biru jalan-jalan
                                        di depan kompleks rumah kamu, ampe yg
                                        mangkal dideket sekolah kamu juga ada.
                                        Tapi yg ini beda sendiri, karena dia mangkalnya
                                        di Jl. Sriwijaya, jadi namanya mie ayam
                                        sriwijaya.

                                     

                                       
                                          

                                          

                                       

                                     

                                     

Rasanya
                                        enak, gurih, mienya banyak, ayamnya juga.
                                        Kerupuknya garing enak kriuk kriuk. Pas
                                        dimakan pake kuahnya yang ada basonya
                                        juga. Harga 1 porsinya sekitar Rp.3000.

                                     

                                     

 

                                     

Sate
                                        Ayam

                                     

Selain
                                        mie ayam, yg banyak juga di Jakarta adalah
                                        Sate Ayam. Tapi biasanya malem ya banyaknya.
                                        Jadi misalnya kamu lagi mau makan sate
                                        yg murah meriah, ke Jl. Sriwijaya ini
                                        aja, terus cari yg ada gerobak satenya.
                                        Terus pesen deh sebanyak yg kamu mau.

                                     

                                       
                                          

                                          

                                       

                                       

                                          

                                          

                                       

                                     


                                              Siap-siap buat bakar sate buat MBDC

                                              Ini nih gerobaknya, asik ya, disamping
                                              pohon lagi.

                                              Gigitan pertama sate Sriwijaya oleh
                                              Mukarata

                                              Lihat daging satenya yg terbakar
                                              merata dengan gosong-gosongnya dikit
                                              rasa arang menambah nikmat.

                                     

                                     

 

                                     

Dari
                                        antara berbagai macam makanan yg kita
                                        santap, yang pasti tetep dong kita minumnya
                                        Teh Botol!
                                        ( Mudah-mudahan perusahaan teh botol
                                        baca review ini dan ingin berterimakasih
                                        sedikit kepada kita dengan memberikan
                                        dana bantuan untuk menghidupkan dan membesarkan
                                        MBDC. Kita terima kok pak…gak usah ragu-ragu.
                                        )

                                     

                                     

Lihat
                                        nih pak! Kita udah abisin sekian botol
                                        teh botol…mayan kan tuh. Teh botol paling
                                        the best deh pokoknya buat makan apa aja!

Sriwijaya

                          Kisah
                                        MBDC Dibalik Review Kali ini.

                                       

Saat beberapa
                                        crew dan redaksi (termasuk Gerry) Sedang
                                        mencatat hal-hal yang bersangkutan dengan
                                        tempat ini terlihat dikejauhan ada sebuah
                                        sosok yang tampak familiar di mata kita!
                                        Berhubung dekat tempat ini sering dipakai
                                        syuting (sebenernya tidak jauh dari kita
                                        banyak terlihat lampu, kamera, dan benda-benda
                                        lainnya) Jadi kita langsung beranggapan
                                        "Pasti orang tersebut seleb! Dan
                                        lucu juga kalau komentarnya tentang tempat
                                        ini dimasukan nanti di website!"
                                        Jadi kita tanpa basa-basi langsung menyuruh
                                        Gerry untuk menghampirinya.

                                     

                                       
                                          

                                          

                                       

                                     


                                              Gerry The Freezer yang sedang asik
                                              mencatat hasil wawancara MBDC dengan
                                              bapak ibu penjual makanan.

                                              Sosok yang tampak familiar bagi
                                              para redaksi MBDC yang sedang me-review
                                              sriwijaya.

                                     

Tanpa
                                        basa-basi Gerry langsung beranjak dari
                                        bangkunya lalu menghampiri orang tersebut
                                        untuk ditanya-tanya. Berikut percakapan
                                        Gerry dengan orang tersebut (Umm Garis
                                        besarnya lah, soalnya kita juga aga-aga
                                        lupa gimana persisnya! Huhuh)

                                       
                                        Gerry (G) : Ayok men
                                        samperin sekarang! Mumpung dia belom syut
                                        nih!
                                       
                                        Aryo (AR): Um men, aduh
                                        gimana yah! Err, elo aja deh sana! Malu
                                        men!
                                       
                                        Mukarata (MR):
ELo deh ger! Elo
                                        kan berani anaknya! Huhu
                                       
                                        Anjinglaknat (AL):
Malu gue men
                                        asli!
                                       
                                        Kusir (K):
Elo aja deh! Gue ga
                                        berani gitu2an!

                                     

G:
                                        Ah ayo dong! Temenin dong! Kalo ngga gue
                                        ga mau nih!
                                       
                                        MR : Iya udah deh gue
                                        temenin! Tapi elo yang ngomong yah! Gue
                                        cuman foto-foto aja!!
                                       
                                        G: Ya udah buruan deh!
                                        Tuh dia udah mau pergi!

                                     

…Kemudian
                                        Gerry dan Mukarata pergi menghampirinya….

                                     

AR,
                                        AL, K :
(Terlihat tertawa-tertawa
                                        kecil dari kejauhan)
                                       
                                        G: Permisi mbak Desi,
                                        selamat siang, sorry nih ganggu sebentar..
                                       
                                        Desy ratnasari (DR) :
                                        (Menghentikan langkahnya) Ya selamat siang.
                                        Ada perlu apa?
                                       
                                        G: Mmm begini mbak Desi,
                                        nama saya Gerry, saya dari Malesbanget.com
                                        nih (sambil memberikan stiker) Nah kita
                                        lagi meliput tempat makan sriwijaya ini!
                                        Dan mau menanya pendapat mbak untuk nanti
                                        dimasukan ke dalam situsnya! Boleh ngga
                                        mbak??
                                       
                                        DR: Mmm tapi…
                                       
                                        G: Mungkin mbak Desi
                                        sudah pernah buka situsnya?
                                       
                                        DR: Nggak pernah! Terus
                                        apa sih maksudnya dari tadi Desi-desi-an?
                                       
                                        G: Hah? (Sambil terlihat
                                        kebingungan)
                                       
                                        DR: Nama saya bukan Desi
                                        ,nama saya
Cece!

                                     

Ternyata
                                        Gerry mengira orang tersebut adalah Desi
                                        ratnasari
                                        Dan ternyata dia itu Cece kirani! Wak
                                        waw! Good work Ger!

                                        Jadi mulai sekarang
                                        tulisan Desi ratnasari atau DR
                                        akan diganti dengan tulisan Cece kirani
                                       
atau CK! Terimakasih!

                                       
                                       

                                     

G:
                                        Owhhh, eh, iyah-iyah2! Aduh hehe, Mmm
                                        iya Mbak Cece! Eh aduh! Salah ngomong
                                        saya! Aduh maap loh mbak! Hehe, aduh!
                                       
                                        CK: Gimana sih mau wawancara
                                        kok ga tau siapa yang di wawancarai! Hehe..

                                       
                                        MR:
                                        "Sit!
                                        Bikin malu aja ni anak!" *sambil
                                        kabur berjalan perlahan menjauhi Gerry
                                        dan menghampiri anak-anak.
                                       
                                        G: Eh iya mbak cece maaf!
                                        Hehe! Aduh saya jadi ga enak! Jadi gimana
                                        menurut Mbak makanan disini!
                                       
                                        CK: Saya belom pernah
                                        makan disini…
                                       
                                        G:…… (Bergejolaklah
                                        rasa malu dan salting yang menjadi-jadi!)
                                       
                                        G: Owhh, Jadi belom tau
                                        yah mbak gimana rasanya? (YA IYALAH GER!)
                                       
                                        CK: Hehe iyah belom!
                                        Tapi tadi saya makan rujaknya enak kok!
                                       
                                        G: Ooohh begitu! (Loh
                                        itu kan gerobak rujak yang kebetulan lewat
                                        doang! Bukan makanan yang jualannya disini!)
                                        Jadi belom pernah yah mbak?
                                       
                                        CK: Iyah belom, nanti
                                        deh dicobain kalo sempet! Ya udah yah,
                                        saya mesti kesana nih!
                                       

                                        G: Hehe iyah mbak, makasih
                                        yah atas waktunya! Maaf nih ganggu! Hehehe!
                                        Nanti dibuka yah situsnya!
                                       
                                        CK: Iyah gpp kok! Saya
                                        duluan yah!
                                       
                                        G: Iyah mbak (sambil
                                        nunduk2 dan senyum asem lalu kembali menghampiri
                                        anak-anak)
                                       
                                        G: TADI SIAPA YANG BILANG
                                        KALO DIA ITU DESI RATNASARI! GRRR!
                                       
                                        A, AL, MK, K: BWAHAHUHAWHUAWHAUWHUA!
                                        MAMPUSS LOO!!

                                     

                                     

                                       
                                          

                                          

                                       

                                     


                                              Gerry yang sedang mewawancarai desi
                                              ratnasari

                                              Desi ratnasari yang sedang kebingungan
                                              karena ternyata namanya bukan Desi
                                              ratnasari melainkan Cece kirani.

                                     

Jadi
                                        teman-teman, inti dari review kali ini
                                        adalah!
                                        1.Makanannya enak!
                                        2.Jangan memanggil orang kalau kamu tidak
                                        yakin benar itu namanya!
                                       
                                        Dan Gerry, berikut ini adalah foto Cece
                                        Kirani dan Desi Rantasari! Jadi besok-besok
                                        kalo ketemu ga salah lagi!

                                     

 

                                     

TAMAT  
                        

Sejarah Masuknya Islam di Palembang

April 19th, 2006 by d3wa-mencari-cinta

Sejarah Masuknya Islam di Palembang

Islam masuk ke Palembang diperkirakan pada awal abad ke-1 hijriah atau abad ke-8 Masehi. Seper­ti halnya penyebaran Islam ke belahan wilayah Nu­san­tara lainnya, sumber-sumber sejarah menyebut­kan penyebaran Islam ke kota Palembang juga melalui jalur pelayaran dan perniagaan. Para pedagang muslim dari Arab, Cina dan India yang  berusaha di kota ini sangat diterima oleh masyarakat Palem­bang yang pada waktu itu masih di bawah naungan Kerajaan Sriwijaya. Interaksi pedagang muslim dari mancanegara ini dengan komunitas penduduk setempat cukup tinggi dan baik, sehingga penerimaan Islam di kalangan penduduk berjalan mulus dan damai.

Kedatangan pedagang muslim asing tersebut di­sebab­kan terjadinya peristiwa pemberontakan petani-petani Cina terhadap kekuasaan T’ang pada masa pemerintahan Kaisar Hi-Tsung (878-889 M). Kaum muslimin banyak mati dibunuh dalam pemberontakan itu, sehingga mereka yang selamat melarikan diri ke berbagai negara, termasuk ke kota Palembang, yang menjadi pusat Kerajaan Sriwijaya  dan Kedah, Malaysia. Penguasa dinasti Sriwijaya menerima eksodus kaum muslim ini dan akhirnya mereka membentuk komunitas muslim di wilayah kekuasaan kerajaan maritim tersebut. Lambat laun, Islam tersebar ke pelosok negeri, bahkan keberadaan kaum  muslimin yang umumnya berniaga tersebut dilindungi pihak penguasa kerajaan Sriwijaya,   guna menjaga kepentingan bisnis keluarga mereka.

Apalagi, Islam disebarkan lewat sikap toleransi yang tinggi dengan ajaran-ajaran yang bersifat rasional dan transparan, sehingga dapat diterima  rakyat kebanyakan. Masuknya Islam ke Palembang sama sekali tidak mengandalkan kekuasaan (power).

Sepanjang abad ke-7 hingga abad ke-14 M, Islam di kota Palembang tumbuh dan berkembang dengan pesat. Bersamaan dengan itu, masa keemasan Kerajaan Sriwijaya berangsur-angsur mulai pudar, sehingga akumulasi  komunitas kaum pedagang muslim makin mengental. Tokoh-tokoh ulama dan pemuka masyarakat dengan intensif membina umat  pada awal memasuki abad ke-15 M. Namun per-kembangan dan penyebaran Islam ke pelosok-pelosok pedalaman di Sumatera Selatan  bukan tidak ada tantangan. Pada zaman kolonial Belanda yang bercokol di Nusantara sangat tidak menginginkan Islam maju. Dengan berbagai cara dan upaya, Islam harus dihambat.

Bagai menekan bola di air, umat Islam justru merapatkan barisan dengan semangat patriotisme, jihad fi sabilillah, menentang penjajahan Belanda. Peranan ulama Syech Abdul Al-Samad Al Jawi Al Palembani  sangat besar  pasca berakhirnya kerajaan Palembang pada awal abad ke-19 M. Penentangan terhadap kolonial Belanda tidak pernah surut di kalangan umat Islam, bahkan semakin bergelora. Perang Aceh dan perlawanan rakyat di Jawa diilhami ajaran Palembani. Penentangan juga  terjadi pada rentang waktu pertengahan abad ke-16 M sampai awal abad ke-19 M yang dipelopori Pahlawan Nasional Sultan Mahmud Badaruddin II, yang memerintah Kesultanan Palembang Darussalam pada 1803-1831 M.

20 Tahun Yang Tersia-Sia

April 18th, 2006 by d3wa-mencari-cinta

            

         

       

Reporter : Iwan Munandar
Cameraman : Iwan Agung
Tayang : Rabu, 29 Maret 2006 Pukul 12:00 WIB

indosiar.com, Sumatera Selatan - Beginilah potret kehidupan
guru bantu. Namanya Masrifah. Ia merupakan guru bantu di Sekolah Dasar
Negeri 3 di Desa Tanjung Pinang, Kecamatan Tanjung Batu, Ogan Ilir,
Sumatera Selatan.

Sejak awal pengabdiannya, Masrifah sadar benar bahwa pekerjaan ini
tidak memberinya materi berlimpah. Namun tekadnya tetap bulat, mengabdi
sebagai guru di desa asalnya, setelah tamat dari Sekolah Pendidikan
Guru di Palembang, Sumatera Selatan, tahun 1986 silam. Walaupun gajinya
kala itu, hanya 7 ribu rupiah per bulan.

Meskipun telah hampir 20 tahun menjadi guru, status Masrifah hanya
sebagai guru bantu, yang tidak jauh berbeda dengan guru honorer. Sudah
lima kali Masrifah mengikuti tes masuk calon pegawai negeri sipil
(CPNS).

Namun berulang kali pula kekecewaan yang didapatnya. Terakhir, pada
bulan Februari lalu, Masrifah kemBali ikut tes, namun kebijakan baru
pemerintah telah memupus harapannya.

Menurut
Masrifah, yang menjadi kendala bagi dirinya adalah masalah umur.
Semula, bagi guru bantu yang sudah berumur 46 tahun, honor 10 tahun
dijanjikan akan langsung diangkat menjadi pegawai negeri sipil. Namun
ketentuan tersebut diubah, sehingga dirinya tidak lagi memiliki peluang
diangkat menjadi pegawai negeri sipil.

Untuk memperoleh penghasilan tambahan, Masrifah menenun kain
songket. Kebetulan ia menguasai keterampilan menenun kain bersulam
benang emas khas Sumatera Selatan ini, sejak masih remaja.

Dalam satu bulan, wanita berusia 42 tahun ini dapat membuat satu
set kain songket, dengan upah tujuh puluh lima ribu rupiah. Penghasilan
tambahan ini dapat membantu perekonomian keluarganya, yang memiliki
empat anak, dimana tiga orang diantaranya masih sekolah di SD, SMP dan
SMU.
 
Penghasilan suaminya sebagai pengemudi kendaraan berat, tidak terlalu besar, hanya 30 ribu rupiah perhari.

Nasib yang sama dialami Nurmala. Seorang guru bantu berusia 39
tahun, yang mengajar di Sekolah Dasar Negeri Limbang Jaya, Kecamatan
Tanjung Batu, Ogan Ilir Sumatera Selatan.

Sejak lulus Sekolah Pendidikan Guru pada tahun 1986, Nurmala
mengabdikan dirinya sebagai guru honorer. Bahkan Nurmala pernah
bertugas di sebuah desa tertinggal yang letaknya lebih dari 200
kilometer dari rumahnya. Hal tersebut membuat kedua orangtuanya
prihatin.

Sebagai
guru bantu, Nurmala kerapkali dijanjikan akan diangkat sebagai pegawai
negeri sipil oleh pemerintah daerah setempat. Namun hingga kini, hal
itu hanya sebatas janji yang belum menjadi kenyataan.

Menurut Nurmala, ketika dirinya menandatangani perpanjangan kontrak,
bupati setempat datang menemui dirinya bersama teman-temannya.

Semua guru bantu dijanjikan akan diangkat semua menjadi pegawai
negeri sipil, tanpa membedakan umur. Tapi kemudian keluar lagi
keputusan baru pemerintah yang memupus semua harapannya untuk diangkat
menjadi pegawai negeri sipil.

Untuk menambah penghasilannya, Nurmala juga menenun kain songket.
Dari setiap lembar kain yang ditenunnya setiap bulan, ia memperoleh
penghasilan seratus dua puluh lima ribu rupiah.

Nurmala dan Masrifah adalah potret suramnya nasib guru bantu. Gaji
mereka sebesar 710 ribu rupiah perbulan, kerapkali terlambat dibayar.
Gaji bulan Januari hingga bulan Maret ini misalnya, baru pada
pertengahan bulan Maret lalu keluar.

Nasib
Pahlawan Tanpa Tanda Jasa ini sungguh ironis. Padahal menurut Kepala
SDN 3 Tanjung Pinang, para guru bantu tersebut sangat berperan dalam
mencerdaskan generasi muda bangsa.

Untuk merubah nasib guru bantu, pemerintah harus turun tangan.
Keberadaan mereka tidak terlepas dari program pemerintah menyediakan
tenaga pengajar.

Karena itu, sudah sepatutnya perngorbanan dan jerih payah mereka
juga dihargai, dengan sebuah status yang jelas, yang dapat menjadi
kebanggaan, sekaligus sebagai sumber mata pencarian yang menjamin masa
depan. (Sup)

            

 

       
          
            

SEJARAH ISLAM DI INDONESIA

April 18th, 2006 by d3wa-mencari-cinta

SEJARAH ISLAM DI INDONESIA

Pada tahun 30 Hijri atau 651 Masehi, hanya berselang sekitar 20 tahun dari wafatnya Rasulullah SAW, Khalifah Utsman ibn Affan RA mengirim delegasi ke Cina untuk memperkenalkan Daulah Islam yang belum lama berdiri. Dalam perjalanan yang memakan waktu empat tahun ini, para utusan Utsman ternyata sempat singgah di Kepulauan Nusantara. Beberapa tahun kemudian, tepatnya tahun 674 M, Dinasti Umayyah telah mendirikan pangkalan dagang di pantai barat Sumatera. Inilah perkenalan pertama penduduk Indonesia dengan Islam. Sejak itu para pelaut dan pedagang Muslim terus berdatangan, abad demi abad. Mereka membeli hasil bumi dari negeri nan hijau ini sambil berdakwah.

Lambat laun penduduk pribumi mulai memeluk Islam meskipun belum secara besar-besaran. Aceh, daerah paling barat dari Kepulauan Nusantara, adalah yang pertama sekali menerima agama Islam. Bahkan di Acehlah kerajaan Islam pertama di Indonesia berdiri, yakni Pasai. Berita dari Marcopolo menyebutkan bahwa pada saat persinggahannya di Pasai tahun 692 H / 1292 M, telah banyak orang Arab yang menyebarkan Islam. Begitu pula berita dari Ibnu Battuthah, pengembara Muslim dari Maghribi., yang ketika singgah di Aceh tahun 746 H / 1345 M menuliskan bahwa di Aceh telah tersebar mazhab Syafi’i. Adapun peninggalan tertua dari kaum Muslimin yang ditemukan di Indonesia terdapat di Gresik, Jawa Timur. Berupa komplek makam Islam, yang salah satu diantaranya adalah makam seorang Muslimah bernama Fathimah binti Maimun. Pada makamnya tertulis angka tahun 475 H / 1082 M, yaitu pada jaman Kerajaan Singasari. Diperkirakan makam-makam ini bukan dari penduduk asli, melainkan makam para pedagang Arab.

Sampai dengan abad ke-8 H / 14 M, belum ada pengislaman penduduk pribumi Nusantara secara besar-besaran. Baru pada abad ke-9 H / 14 M, penduduk pribumi memeluk Islam secara massal. Para pakar sejarah berpendapat bahwa masuk Islamnya penduduk Nusantara secara besar-besaran pada abad tersebut disebabkan saat itu kaum Muslimin sudah memiliki kekuatan politik yang berarti. Yaitu ditandai dengan berdirinya beberapa kerajaan bercorak Islam seperti Kerajaan Aceh Darussalam, Malaka, Demak, Cirebon, serta Ternate. Para penguasa kerajaan-kerajaan ini berdarah campuran, keturunan raja-raja pribumi pra Islam dan para pendatang Arab. Pesatnya Islamisasi pada abad ke-14 dan 15 M antara lain juga disebabkan oleh surutnya kekuatan dan pengaruh kerajaan-kerajaan Hindu / Budha di Nusantara seperti Majapahit, Sriwijaya dan Sunda. Thomas Arnold dalam The Preaching of Islam mengatakan bahwa kedatangan Islam bukanlah sebagai penakluk seperti halnya bangsa Portugis dan Spanyol. Islam datang ke Asia Tenggara dengan jalan damai, tidak dengan pedang, tidak dengan merebut kekuasaan politik. Islam masuk ke Nusantara dengan cara yang benar-benar menunjukkannya sebagai rahmatan lil’alamin.

Dengan masuk Islamnya penduduk pribumi Nusantara dan terbentuknya pemerintahan-pemerintahan Islam di berbagai daerah kepulauan ini, perdagangan dengan kaum Muslimin dari pusat dunia Islam menjadi semakin erat. Orang Arab yang bermigrasi ke Nusantara juga semakin banyak. Yang terbesar diantaranya adalah berasal dari Hadramaut, Yaman. Dalam Tarikh Hadramaut, migrasi ini bahkan dikatakan sebagai yang terbesar sepanjang sejarah Hadramaut. Namun setelah bangsa-bangsa Eropa Nasrani berdatangan dan dengan rakusnya menguasai daerah-demi daerah di Nusantara, hubungan dengan pusat dunia Islam seakan terputus. Terutama di abad ke 17 dan 18 Masehi. Penyebabnya, selain karena kaum Muslimin Nusantara disibukkan oleh perlawanan menentang penjajahan, juga karena berbagai peraturan yang diciptakan oleh kaum kolonialis. Setiap kali para penjajah - terutama Belanda - menundukkan kerajaan Islam di Nusantara, mereka pasti menyodorkan perjanjian yang isinya melarang kerajaan tersebut berhubungan dagang dengan dunia luar kecuali melalui mereka. Maka terputuslah hubungan ummat Islam Nusantara dengan ummat Islam dari bangsa-bangsa lain yang telah terjalin beratus-ratus tahun. Keinginan kaum kolonialis untuk menjauhkan ummat Islam Nusantara dengan akarnya, juga terlihat dari kebijakan mereka yang mempersulit pembauran antara orang Arab dengan pribumi.

Semenjak awal datangnya bangsa Eropa pada akhir abad ke-15 Masehi ke kepulauan subur makmur ini, memang sudah terlihat sifat rakus mereka untuk menguasai. Apalagi mereka mendapati kenyataan bahwa penduduk kepulauan ini telah memeluk Islam, agama seteru mereka, sehingga semangat Perang Salib pun selalu dibawa-bawa setiap kali mereka menundukkan suatu daerah. Dalam memerangi Islam mereka bekerja sama dengan kerajaan-kerajaan pribumi yang masih menganut Hindu / Budha. Satu contoh, untuk memutuskan jalur pelayaran kaum Muslimin, maka setelah menguasai Malaka pada tahun 1511, Portugis menjalin kerjasama dengan Kerajaan Sunda Pajajaran untuk membangun sebuah pangkalan di Sunda Kelapa. Namun maksud Portugis ini gagal total setelah pasukan gabungan Islam dari sepanjang pesisir utara Pulau Jawa bahu membahu menggempur mereka pada tahun 1527 M. Pertempuran besar yang bersejarah ini dipimpin oleh seorang putra Aceh berdarah Arab Gujarat, yaitu Fadhilah Khan Al-Pasai, yang lebih terkenal dengan gelarnya, Fathahillah. Sebelum menjadi orang penting di tiga kerajaan Islam Jawa, yakni Demak, Cirebon dan Banten, Fathahillah sempat berguru di Makkah. Bahkan ikut mempertahankan Makkah dari serbuan Turki Utsmani.

Kedatangan kaum kolonialis di satu sisi telah membangkitkan semangat jihad kaum muslimin Nusantara, namun di sisi lain membuat pendalaman akidah Islam tidak merata. Hanya kalangan pesantren (madrasah) saja yang mendalami keislaman, itupun biasanya terbatas pada mazhab Syafi’i. Sedangkan pada kaum Muslimin kebanyakan, terjadi percampuran akidah dengan tradisi pra Islam. Kalangan priyayi yang dekat dengan Belanda malah sudah terjangkiti gaya hidup Eropa. Kondisi seperti ini setidaknya masih terjadi hingga sekarang. Terlepas dari hal ini, ulama-ulama Nusantara adalah orang-orang yang gigih menentang penjajahan. Meskipun banyak diantara mereka yang berasal dari kalangan tarekat, namun justru kalangan tarekat inilah yang sering bangkit melawan penjajah. Dan meski pada akhirnya setiap perlawanan ini berhasil ditumpas dengan taktik licik, namun sejarah telah mencatat jutaan syuhada Nusantara yang gugur pada berbagai pertempuran melawan Belanda. Sejak perlawanan kerajaan-kerajaan Islam di abad 16 dan 17 seperti Malaka (Malaysia), Sulu (Filipina), Pasai, Banten, Sunda Kelapa, Makassar, Ternate, hingga perlawanan para ulama di abad 18 seperti Perang Cirebon (Bagus rangin), Perang Jawa (Diponegoro), Perang Padri (Imam Bonjol), dan Perang Aceh (Teuku Umar).

(Bersambung)