63 Group Rock Bersaing di Sport Hall


63 Group Rock Bersaing di Sport Hall

PDF

Print

E-mail
Minggu, 14 Januari 2007
Gudang Garam Rock Competition 2007

Musik rock
memang tidak akan lekang oleh waktu. Walaupun dua tahun belakangan ini
pangsa musik lebih didominasi aliran pop atau dangdut, tapi musik  rock
tetap bertahan pada segmen pasarnya sendiri. Bukan itu saja, musik rock
memiliki ciri tersendiri menbedakannya dengan aliran-aliran musik
lainnya.
    Log Zhelebour, produser dan promotor musik rock
Indonesia saat ditemui di Hotel Novotel kemarin menjelaskan,     di era
keemasan God Bless tahun 80-an, yang digawangi Ian Antono dan Ahmad
Albar, begitu mendominasi musik tanah air.  “Demikian juga dengan group
rock lainnya diera 90-an hingga sekarang, seperti Jamrud, Boomerang,
Power Metal atau  U-9, terus menyemarakkan persaingan di blantika musik
tanah air,” katanya.
    Untuk itu, menurut Log, bendera dominasi
musik rock kembali dikibarkan. Salah satunya dengan menggelar event
khusus untuk menjaring musisi-musisi rock terbaik di tanah air, yakni
“Gudang Garam Rock Competition 2007”. Event yang berlangsung di 15 kota
di Indonesia ini juga salah satunya di Kota Palembang, yang merupakan
kota ketiga setelah Tangerang dan Bandarlampung.
    Setelah
Palembang, kota-kota lainnya lainnya yang akan disinggahi event musik
rock terbesar di tanah air ini adalah Padang, Bandung, Jakarta,
Pontianak, Medan, Yogyakarta, Denpasar, Malang, Banjarmasin, Samarinda,
Manado dan berakhir di Makasar. Masing-masing daerah akan dipilih dua
group musik rock terbaik. Mereka nantinya akan diikutkan ke final
penentuan 12 besar di Bandung pada 19 Mei mendatang.
    “Para
musisi rock di Palembang, ternyata tidak kalah dengan musisi-musisi
daerah lain. Terbukti pesertanya melebih jumlah yang kita ditargetkan,”
ujar Log sambil tersenyum usai technical meeting di Hotel Novotel,
kemarin (13/1).
    Jumlah peserta yang akan unjuk gigi memang
terbilang besar, yakni 63 group. Hari ini (14/1), sekitar pukul 09.00
WIB, mereka akan bersaing memperebutkan posisi 12 besar di babak final.
Babak final sendiri akan berlangsung pada berlangsung pada 16 Januari
di Stadion Kamboja.
    Tata panggung saat audisi dan final
terbilang wah. Dimana panggungnya riging platinum berukuran 19 m x 15 m
dengan lighting melebihi 100 ribu watt,  ditambah peralatan sound
system dari Log Sound 30 ribu watt. Hal ini tentunya menjadikan
kompetisi rock ini tak kalah dengan konser-konser artis papan atas
lainnya.
    Bukan itu saja, para musisi rock ini akan dimanjakan
dengan peralatan panggung yang spektakuler. Seperti Marshall JCM 900,
Marshall JCM 2000, Ampli Bass Ampec, Drum Tama Star Clasic, Keyboard
Roland RD 700, plus Ampli Roland KC serta Ampli Roland Accoustick.
“Kita memang menyiapkan berbagai peralatan musik yang kapasitasnya 1,5
kali dari konser Jamrud.  Jadi, untuk menjaring musisi rock
berkualitas, tidak cukup hanya dengan mendengar demo lagu dikaset,
terus langsung rekaman. Tapi harus dilihat secara langsung bagaimana
keahlian dan kekompakan mereka,” tutur Log bersemangat.
    Log
menjelaskan, setiap peserta yang mengikuti audisi ini, diwajibkan
membawakan satu lagu ciptaanya sendiri. Baru saat babak final di
Stadion Kamboja dengan 12 group, peserta akan membawakan dua buah lagu,
yaitu lagu ciptaan sendiri dan lagu dari group band, yang bernaung di
bawah bendera Loggis atau Log Zhelebour Production. “Saat final di
Stadion Kamboja nanti, kita juga mendatangkan bintanag tamu, yaitu dua
group rock papan atas Indonesia, Boomerang dan U-9,” sambungnya.
 
Sdangkan juri pada kompetisi kompetisi nanti adalah para musisi,
penyanyi atau pengamat musikyang diketuai langsung Log Zhelebour.
Kriteria penilaian utama, diantaranya kekompakan dan kebersamaan,
kreatifitas karakter musik dan lagu, harmonisasi musik dan lagu,
termasuk penampilan atau performance. “Saya jamin penilaian akan
dilakukan secara jujur dan benar-benar dapat dipertanggungjawabkan.
Tak satu orang yang bisa menyogok atau menyuap seorang Log Zhelebour
untuk memenangkan group musiknya secara tidak jujur,” tegasnya Log yang
disambut aplus meriah dari  sekitar 200 musisi rock Palembang yang
hadir pada technical meeting tersebut. (mg2)

Peserta Gudang Garam –Rock Competition 2007

1.    SAB Crew
2.    Yodis
3.    X treme
4.    NIP
5.    Caramel
6.    Open String
7.    The Beach
8.    Apana
9.    Zhoro
10.    X treme plus band
11.    Lucille
12.    Silver
13.    New Trotoart
14.    Blitz
15.    Fusion
16.    Seven Kiss
17.    Carbony
18.    X-Mod
19.    Ngeper
20.    Jamswan
21.    Detroit
22.    Pyramid
23.    FID
24.    The Friends
25.    Bintang
26.    Laskar
27.    Revolution
28.    Nostradamus
29.    Shelter 1
30.    Casanova
31.    Damn Foul
32.    Eden Key
33.    LB band
34.    Matahari
35.    Kafas
36.    Sampah
37.    Gravity
38.    Continue
39.    Surya band
40.    Tahta
41.    Tissue
42.    Archapada
43.    Nuansa
44.    Attas band
45.    Steel
46.    Black Angel
47.    MG
48.    Rolling Dor
49.    Metalator
50.    Moment OP
51.    Dezavu
52.    RB
53.    Basic
54.    The Roof
55.    Teletubies
56.    MEV
57.    Bad Family
58.    Compeni
59.    Rool On
60.    Aliv Band
61.    Melodius
62.    Blew Superiors
63.    Kinslayer

3 Responses to “63 Group Rock Bersaing di Sport Hall”

  1. awang Says:

    Congrats to palembang.. semoga tercipta bibit2 baru yg berbakat dan berpotensi di blantika musik rock..indonesia, Karena saya cinta music Rock..!!!

  2. yos Says:

    aq nk download lagu attas band d mn?

  3. Zilli Says:

    Well written article.

Leave a Reply