Persada Nusantara

February 4th, 2008 by d3wa-mencari-cinta
Apakah makna suatu komunitas, keterbukaan dan teknologi dalam suatu kecintaan akan bangsa ?
Suatu pertanyaan panjang yang simple rasanya kita ungkapkan dan kita jawab jika itu mendasar dari sanubari dan hati.
Banyaknya Klaim akan hak kekayaan intelektual yang sebenarnya secara
“logika” itu adalah milik kita bangsa Indonesia. Beberapa kasus klaim
dari Negara tetangga seperti lagu “rasa sayange” bahkan  dengan Reog,
Barong, wayang, Gamelan, Rebana yg dianggap sebagai salah satu budaya
Malaysia sungguh miris keadaan kita…  jika digabungkan dengan keadaan
kita yang selalu berseteru bersama dan memperkaya diri pribadi dan
golongan.

Harta kekayaan kita yang tak ternilai yaitu budaya dan seni akan hilang
secara perlahan yang tak sepatutnya , beberapa tulisan kami liput dari
portal pemerintah Malaysia sbb:
RebanaDikir Rebana memang ada sejak dahulu dan tiada rekaan baru
setakat ini. Rebana diperbuat daripada kulit kambing serta kayu tualang
dan biasanya bersaiz 24 inci atau 2 kaki. Pemain akan duduk bersila dan
rebana diletakkan di atas telapak kaki. Pada masa dahulu, Dikir Rebana
dimainkan ketika sultan hendak tidur atau ketika hendak mengerjakan
solat. Kini muzik ini dimainkan dalam majlis perkahwinan. Dikir Rebana
terbahagi kepada dua iaitu Dikir Maulud dan Dikir Berdah. Kitab Saraful
Anam digunakan untuk berzanji dan berdikir. Terdapat banyak lagu dalam
Dikir Rebana dan dimainkan oleh sebuah kumpulan yang mengandungi lima
hingga tujuh orang.
Mungkin sekilas bertanya masyarakat kita yang berada di Desa Pusar
Kabupaten Ogan Komering Ulu ini pernah menjuarai kejuaraan Rebana
tingkat nasional dan dikirim ke Malaysia untuk sekedar silaturahmi !.
seperti diungkapkan pemerintahan Malaysia melalui situs kebudayaannya    :
Gamelan :
diperkenalkan ke Pahang ketika pemerintahan Sultan Ahmad Muadzam Shah.
Tengku Ampuan iaitu Wan Fatimah telah meningkatkan muzik gamelan dan
diikui oleh isteri kedua Sultan iaitu Che Bedah. Puteri mereka iaitu
Tengku Meriam telah berkahwin dengan Sultan Sulaiman dan telah membawa
gamelan ke Terengganu. Muzik ini dimainkan dalam majlis formal dan
tidak formal di istana dan untuk mengiringi joget Pahang. Pemuzik
gamelan terdiri daripada lelaki seramai sembilan orang dan penarinya
adalah wanita seramai enam orang. Alatan muzik yang digunakan ialah
Gong Agong, Gong Sawokan, Gendang Ibu, Gendang Anak, Saron Pekin, Saron
Baron I dan Saron Baron II, Gambang serta Kenong.

Makanan tahu yang kita makan sehari-hari pun tak luput dari klaim oleh
Negara jepang, Tentunya upaya Negara Indonesia di dunia internasional
untuk mendapatkan Hak atas HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) ini
melalui Paris Convention,
Patent Cooperation Treaty (PCT), Trademark Law Treaty (TLT), Berne
Convention, dan WIPO Copyrights Treaty. Secara kronogis adalah melalui
Convention
Establishing the WTO (TRIPs) dengan UU Nomor 7/1994; Paris Convention
dengan Keppres Nomor 15/1997; Berne Convention dengan Keppres Nomor
18/1997; WCT (WIPO
Copyright Treaty) dengan Keppres Nomor 19/1997 dan WPPT dengan Keppres Nomor 74/2004.
Pentingnya kita ikut dalam jaringan prosedur global ini, jelas di
antaranya untuk menghindari pembajakan yang berdampak pada kerugian
negara di sektor
pajak; menghilangkan gairah pencipta; Merusak perekonomian bangsa;
merusak citra bangsa; menghambat investasi; adanya sanksi
ekonomi/embargo/pencabutan
kuota/ekspor dll. Informasi global juga penting untuk menjaga
eksistensi kita dalam kemungkinan pasar bersama, meningkatkan standar
kualitas barang/produk,
pemanfaatan teknologi dan kerja sama antarnegara.
Jadi persoalan adalah kenapa aspirasi kepentingan bangsa kita tidak
pernah sungguh-sungguh digemakan dan diperjuangkan di dunia
Internasional, agar keadilan atas berbagai konvensi dalam pakta kerja
sama benar-benar menyentuh. Kekecewaan dalam Haki ini merupakan
lanjutan dari seri kekecewaan pelaku usaha
dan masyarakat Indonesia atas berbagai peraturan pasar global yang
tidak mengakomodasi kepentingan kita. Apalagi ternyata sebagian pakar
kita dengan sengit menyalahkan bangsa sendiri karena terlambat
mendaftarkan Haki produk tradisional seperti tempe, sasirangan, pasak
bumi dan lainnya sehingga
kedahuluan bangsa lain. Mereka lupa pada basis masyarakat kita yang
tidak individualistis serta karena pengetahuan tradisional tersebut
adalah milik komunal secara turun temurun. Tidak mungkin rasanya, satu
orang Dayak dari pedalaman mengklaim dan mendaftarkan formula pasak
bumi sebagai Haki milik
dirinya.

Jadi, pada intinya harus ada pembedaan perlakukan Haki antara yang
murni berasal dari modern knowledge yang dihasilkan lewat riset dan
eksperimen,dengan yang berasal atau berkait traditional knowledge yang
berlaku dan
dipraktikan masyarakat lokal secara turun temurun meskipun telah
ditelitikembali lewat laboratorium modern. WIPO (World Intelectual
Property
Organization) dan badan semacam Dirjen HKI masing-masing negara,
harusmengetahui dan tidak serta-merta menerima pendaftaran paten produk
yang
disebut terakhir itu, kecuali oleh bangsa originalnya. Ini harus
disuarakan secaraformal di dunia internasional untuk memperbaiki
‘produk hukum’
internasional ini, kalau ingin perlindungan yang diinginkan lewat Haki
benar-benar dapatberfungsi secara adil melindungi semua bangsa.
Meski dengan ini pun, negara berkembang khususnya Indonesia akan selalu
teraniaya dalam persaingan bebas. Pemegang peringkat ke 28 dalam Daya
SaingBangsa dan peringkat ke 30 dalam Perilaku Inovatif dari 30 negara
berpenduduk 20 juta ke atas ini, Indonesia memiliki budaya,
sarana-prasarana, dan anggaranuntuk riset yang sangat jauh terbelakang.
Beberap logika tentang sumber asal akan klaim nasional ataupun
internasional tentunya berdasar atas fakta dan sejarah yang harus kita
ungkap dan jelaskan sesuai dengan keberadaan tanah air yang saat ini
kita pijak dan kita junjung, sejarah dan fakta akan Kerajan Sriwijaya
dimana didukung dengan prasasti nya yang merupakan peninggalan sejarah
diantaranya :

Prasasti Kota Kapur

adalah hasil penggalian arkeologi yang ditemukan di
pesisir barat Pulau Bangka. Prasasti ini dinamakan menurut tempat
penemuannya yaitu sebuah dusun kecil yang bernama "Kotakapur" . Tulisan
pada prasasti ini ditulis dalam aksara Pallawa dan menggunakan bahasa
Melayu Kuna, serta merupakan salah satu dokumen tertulis tertua untuk
bahasa Melayu. Prasasti ini ditemukan oleh J.K. van der Meulen pada
bulan Desember 1892.
Orang yang pertama kali membaca prasasti ini adalah H. Kern, seorang
ahli epigrafi bangsa Belanda yang bekerja pada Bataviaasch Genootschap
di Batavia. Pada mulanya ia menganggap "Śrīwijaya" adalah nama seorang
raja. George Coedes lah yang kemudian berjasa mengungkapkan bahwa
Śrīwijaya adalah nama sebuah kerajaan besar di Sumatra pada abad ke-7
Masehi, yaitu kerajaan yang kuat dan pernah menguasai bagian barat
Nusantara, Semenanjung Malaysia, dan Thailand bagian selatan.
Isi prasasti
Prasasti Kota Kapur adalah salah satu dari lima buah batu prasasti
kutukan yang dibuat oleh Dapunta Hiyaŋ, seorang penguasa dari Kadātuan
Śrīwijaya. Inilah isi lengkap dari Prasasti Kota Kapur, seperti yang
ditranskripsikan dan ditejemahkan oleh Coedes:
1.    Keberhasilan !
2.    Wahai sekalian dewata yang berkuasa, yang sedang berkumpul dan
melindungi Kadātuan Śrīwijaya ini; kamu sekalian dewa-dewa yang
mengawali permulaan segala sumpah !
3.    Bilamana di pedalaman semua daerah yang berada di bawah Kadātuan
ini akan ada orang yang memberon¬tak yang bersekongkol dengan para
pemberontak, yang berbicara dengan pemberontak, yang mendengarkan kata
pemberontak;
4.    yang mengenal pemberontak, yang tidak berperilaku hormat, yang
tidak takluk, yang tidak setia pada saya dan pada mereka yang oleh saya
diangkat sebagai datu; biar orang-orang yang menjadi pelaku
perbuatan-perbuatan tersebut mati kena kutuk biar sebuah ekspedisi
untuk melawannya seketika di bawah pimpinan datu atau beberapa datu
Śrīwijaya, dan biar mereka
5.    dihukum bersama marga dan keluarganya. Lagipula biar semua
perbuatannya yang jahat; seperti meng¬ganggu :ketenteraman jiwa orang,
membuat orang sakit, membuat orang gila, menggunakan mantra, racun,
memakai racun upas dan tuba, ganja,
6.    saramwat, pekasih, memaksakan kehendaknya pada orang lain dan
sebagainya, semoga perbuatan-perbuatan itu tidak berhasil dan
menghantam mereka yang bersalah melakukan perbuatan jahat itu; biar
pula mereka mati kena kutuk. Tambahan pula biar mereka yang menghasut
orang
7.    supaya merusak, yang merusak batu yang diletakkan di tempat ini,
mati juga kena kutuk; dan dihukum langsung. Biar para pembunuh,
pemberontak, mereka yang tak berbakti, yang tak setia pada saya, biar
pelaku perbuatan tersebut
8.    mati kena kutuk. Akan tetapi jika orang takluk setia kepada saya
dan kepada mereka yang oleh saya diangkat sebagai datu, maka moga-moga
usaha mereka diberkahi, juga marga dan keluarganya
9.    dengan keberhasilan, kesentosaan, kesehatan, kebebas¬an dari
bencana, kelimpahan segala¬nya untuk semua negeri mereka ! Tahun Śaka
608, hari pertama paruh terang bulan Waisakha (28 Pebruari 686 Masehi),
pada saat itulah
10.    kutukan ini diucapkan; pemahatannya berlangsung ketika bala
tentara Śrīwijaya baru berangkat untuk menyerang bhūmi jāwa yang tidak
takluk kepada Śrīwijaya.
Prasasti ini dipahatkan pada sebuah batu yang berbentuk tugu
bersegi-segi dengan ukuran tinggi 177 cm, lebar 32 cm pada bagian
dasar, dan 19 cm pada bagian puncak.


Prasasti Kedukan Bukit

ditemukan oleh M. Batenburg pada tanggal 29
November 1920 di Kampung Kedukan Bukit, Kelurahan 35 Ilir, Palembang,
Sumatra Selatan, di tepi sungai Tatang yang mengalir ke sungai Musi.
Prasasti ini berbentuk batu kecil berukuran 45 x 80 centimeter, ditulis
dalam aksara Pallawa, menggunakan bahasa Melayu Kuna. Prasasti ini
sekarang disimpan di Museum Nasional dengan No. D.146.
Terjemahan
1.    Selamat ! Tahun Śaka telah lewat 604, pada hari ke sebelas
2.    paro-terang bulan Waiśakha Dapunta Hiyaŋ naik di
3.    perahu "mengambil siddhayātra". Pada hari ke tujuh paro-terang
4.    bulan Jyestha Dapunta Hiyang bertolak dari Minanga
5.    sambil membawa 20.000 tentera dengan perbekalan
6.    sebanyak dua ratus (peti) berjalan dengan perahu dan yang berjalan kaki sebanyak seribu
7.    tiga ratus dua belas datang di Mukha Upaŋ
8.    dengan sukacita. Pada hari ke lima paro-terang bulan ………
9.    dengan cepat dan penuh kegembiraan datang membuat wanua (….)
10.    Śrīwijaya menang, perjalanan berhasil dan menjadi makmur senantiasa
Pada baris ke-8 terdapat unsur pertanggalan. Namun unsur pertanggalan
pada prasasti ini telah hilang. Seharusnya bagian itu diisi dengan nama
bulan. Berdasarkan data dari fragmen D.161 yang ditemukan di Situs
Telaga Batu, de Casparis (1956:11-15) dan Boechari (1993: A1-1-4)
mengisinya dengan nama bulan Āsāda. Maka lengkaplah pertanggalan
prasasti tersebut, yaitu hari kelima paro-terang bulan Āsāda yang
bertepatan dengan tanggal 16 Juni 682 Masehi. Menurut Coedes
siddhayatra berarti semacam potion magique atau “cairan bertuah”.
Tetapi kata ini bisa pula diterjemahkan lain.yaitu menurut kamus Jawa
Kuna Zoetmulder (1995): sukses dalam perjalanan. Dengan ini kalimat di
atas ini bisa diubah: “Sri Baginda naik sampan untuk melakukan
penyerangan, sukses dalam perjalanannya.”
ditemukan oleh L.C. Westenenk (Residen Palembang) pada tanggal 17
November 1920. Keadaan fisiknya masih baik dengan bidang datar yang
ditulisi berukuran 50 x 80 cm. Prasasti ini berangka tahun 606 Śaka (23
Maret 684 Masehi), ditulis dalam aksara Pallava, berbahasa Melayu Kuno,
dan terdiri dari 14 baris. Sarjana pertama yang berhasil membaca dan
mentranskripsikan prasasti tersebut adalah van Ronkel dan Bosch yang
dimuat dalam Acta Orientalia. Sejak tahun 1920 prasasti tersebut kini
disimpan di Musium Nasional, Jakarta dengan nombor D.145.
Adapun isi dan terjemahan prasasti tersebut adalah sebagai berikut, sebagaimana diterjemahkan oleh Cœdès.
“Pada tanggal 23 Maret 684 Masehi, pada saat itulah taman ini yang
dinamakan Śrīksetra dibuat di bawah pimpinan Sri Baginda Śrī Jayanāśa.
Dan masih banyak lagi bukti akan sejarah diantaranya :
Berbahasa Sanskerta atau Tamil
- Prasasti Ligor di Thailand
- Prasasti Kanton di Kanton
- Prasasti Siwagraha
- Prasasti Nalanda di India
- Piagam Leiden di India
- Prasasti Tanjor
- Piagam Grahi
- Prasasti Padang Roco
- Prasasti Srilangka
Sumber berita Tiongkok
- Kronik dari Dinasti Tang
- Kronik Dinasti Sung
- Kronik Dinasti Ming
- Kronik Perjalanan I Tsing
- Kronik Chu-fan-chi oleh Chau Ju-kua
- Kronik Tao Chih Lio oleh Wang Ta Yan
- Kronik Ling-wai Tai-ta oleh Chou Ku Fei
- Kronik Ying-yai Sheng-lan oleh Ma Huan
Prasasti berbahasa Melayu Kuna
- Prasasti Kedukan Bukit tanggal 16 Juni 682 Masehi di Palembang
- Prasasti Talang Tuo tanggal 23 Maret 684 Masehi di Palembang
- Prasasti Telaga Batu abad ke-7 Masehi di Palembang
- Prasasti Palas Pasemah abad ke-7 Masehi di Lampung Selatan
- Prasasti Karang Brahi abad ke-7 Masehi di Jambi
- Prasasti Kota Kapur tanggal 28 Februari 686 Masehi di P. Bangka
- Prasasti Sojomerto abad ke-7 Masehi di Pekalongan - Jawa Tengah
Pengaruh budaya
Kerajaan Sriwijaya banyak dipengaruhi budaya India, pertama oleh budaya
agama Hindu dan kemudian diikuti pula oleh agama Buddha. Agama Buddha
diperkenalkan di Srivijaya pada tahun 425 Masehi. Sriwijaya merupakan
pusat terpenting agama Buddha Mahayana. Raja-raja Sriwijaya menguasai
kepulauan Melayu melewati perdagangan dan penaklukkan dari kurun abad
ke-7 hingga abad ke-9.
Kerajaan Sriwijaya juga membantu menyebarkan kebudayaan Melayu ke
seluruh Sumatra, Semenanjung Melayu, dan pulau Kalimantan bagian Barat.
Pada masa yang sama, agama Islam memasuki Sumatra melalui Aceh yang
telah tersebar melalui hubungan dengan pedagang Arab dan India. Pada
tahun 1414 pangeran terakhir Sriwijaya, Parameswara, memeluk agama
Islam dan berhijrah ke Semenanjung Malaya dan mendirikan Kesultanan
Melaka.
Agama Buddha aliran Buddha Hinayana dan Buddha Mahayana disebarkan di
pelosok kepulauan nusantara dan Palembang menjadi pusat pembelajaran
agama Buddha. Pada tahun 1017, 1025, dan 1068, Sriwijaya telah diserbu
raja Chola dari kerajaan Colamandala(India) yang mengakibatkan
hancurnya jalur perdagangan. Pada serangan kedua tahun 1025, raja Sri
Sanggramawidjaja Tungadewa ditawan. Pada masa itu juga, Sriwijaya telah
kehilangan monopoli atas lalu-lintas perdagangan Tiongkok-India.
Akibatnya kemegahan Sriwijaya menurun. Kerajaan Singasari yang berada
di bawah naungan Sriwijaya melepaskan diri. Pada tahun 1088, Kerajaan
Melayu Jambi, yang dahulunya berada di bawah naungan Sriwijaya
menjadikan Sriwijaya taklukannya. Kekuatan kerajaan Melayu Jambi
berlangsung hingga dua abad sebelum akhirnya melemah. Berita bahwa
kerajaan Melayu Jambi takluk kepada Majapahit hingga sekarang masih
diragukan kebenarannya. Karena setelah kemundurannya wilayah sumatera
bagian selatan merupakan daerah tanpa kekuasaan dan pusat bajak laut
Selat Malaka.
Mengapa di Palembang ? Mengapa Kerajaan Sriwijaya Hilang ?  mari kita
lihat keadaan dan perbedaan  disekeliling kita Sumatera Bagian Selatan,
dengan Bahasa, Adat Istiadat dan Suku yang terbanyak pada suatu
Provinsi, Dengan dikelilingi Sembilan Sungai besar tak pelak nama,
Ogan, komering, Semendo, Kayuagung, Daye, dan masih banyak lagi yang
mempunyai corak bahasa dan adapt istiadat yang berbeda Perlambang
Sriwijaya yang hilang.
Berdasarkan fakta dan sejarah yang ada serta kita alami bagaimana seni
tradisional seperti rebana yang merupakan “hidangan” kita sehari-hari
terkhusus dalam suatu acara resepsi pernikahan ini di klaim sebagai
milik Negara lain.
Berpijak langsung dari salah satu sungai besar yang kita sebut Ogan
bersumber dan bermuara ke sungai Ogan dan turut mengalirir kota
Palembang dengan Provinsinya Sumatera Selatan dengan “rahasia”nya
Sriwijaya ini, sepatutnya usul dan saran juga terlahir dari lapisan
terbawah pemerintahan di Kantor Pariwisata, Seni dan Budaya.
Kita terlahir merupakan salahsatu bagian sejarah besar dari Sriwijaya dan Negara Indonesia yang tidak bias kita lupakan.

Disadur oleh Persada Nusantara

Daftar Siswa/i - Sumatera Selatan

June 16th, 2007 by d3wa-mencari-cinta

Daftar Siswa/i - Sumatera Selatan

 

Nama: Yuliana
E-Mail: miyuki_fun@mailcity.com
yuliana_chow@hotmail.com
Saya dari Pangkalpinang Bangka
(Sumatra Selatan) dan saya 16 [ W ].
Sekolah saya: SMU-K St.
Yosef
Di daerah: Pangkalpinang Bangka
Hobi saya:  Kenalan,
surfing, baca, surat-menyurat, dan jalan-jalan

Nama: emil radhiansyah
E-Mail: www.nakula_sadewa_2@hotmail.com
Saya dari pamulang estat,blok G9/16  tangerang 15417 dan saya 19 [ p ].
Sekolah saya: smu xaverius 1 palembang
Di daerah: palembang
Propinsi : sumsel
Hobi saya: banyak

Nama: Jefrits Haditama
E-Mail: root-@gamanet.ugm.ac.id
Saya dari - dan saya 20 [ P ].
Sekolah saya: SMU
Xaverius 1 Palembang
Di daerah: Saya Alumnus SMU
Xaverius 1 Plg Angakatan 1999
Propinsi :
SumSel
Hobi saya: all thing bout internet, guitar
and physics
Tanggal: 05/04/2001

Nama: I Made Agus Andriawan
E-Mail: Kadek_andri@yahoo.com
Saya dari Jl.Sutan Syahrir 492 palembang 30115 dan saya 19 [ p ].
Sekolah saya: SMU Xaverius 1
Di
daerah: Jl.Bangau 60 Palembang
Propinsi: Sumatera
selatan
Hobi saya: Main game, baca
komik, volleyball, soccer,…
Tanggal: 17/05/2001

Nama: Herman_Ali
E-Mail: Herman_Ali_Xaverius_Palembang@slta.zzn.com
Saya dari Residen Abdul Rozak 27 kec. IT II  dan saya
16 [ P ].
Sekolah saya: SMU Xaverius 1
Di
daerah: bangau 60 Palembang
Propinsi :
Sumatera-Selatan
Hobi saya: sepak bola, paskibra,
jalan-jalan
Tanggal: 25/05/2001

Nama: Simon Budi Priantoro
E-Mail: splas_4
Saya dari Komp. PU  Jl.watervang Lubuk Linggau dan saya 18 [ p ].
Sekolah saya: SMU Xaverius
Di daerah: Jl.tapak Lebar II no.
171 Lubuk Linggau
Propinsi : Sumatera
Selatan
Hobi saya: Dengerin kaset, jalan-jalan, nge-drum, makan mie, ngusilin temen dan "ngendog di
kamar"
Tanggal: 20-08-2001

Nama: priyono
E-Mail: energybelitung@bolehmail.com
Saya dari Jl kamboja III Rt 21 Rw 05 No 1
Tanjungpandan dan saya 20 [ p ].
Sekolah saya: SMU
Negeri I Tanjungpandan
Di daerah: jalan
baru
Propinsi : babel
Hobi saya: membaca
Tanggal:
4/09/2001

Nama: junita rachmawati
E-Mail: djounheta_2606@bolehmail.com
Saya
dari jl.antara no 287 e komperta plaju palembang
30268 dan saya 18 [ w ].
Sekolah saya: smu
ykpp 1 plaju
Di daerah: jl.kelapa sawit komperta
plaju palembang 30268
Propinsi : sumatera
selatan
Hobi saya:
musik, jalan2, makan, chating, telpon2an, dll
Tanggal: 27 /09/2001

Nama: Tjiu Fung
E-Mail: tjiufung@aol.com
Saya dari 11964 Academy Road, Philadelphia, PA 19154 - USA dan saya 25 [ P ].
Sekolah saya: Xaverius I
Di daerah:
Palembang
Propinsi : Sumatera Selatan
Hobi
saya: Membaca Buku
Tanggal: 08/10/2001

Nama: jam ran
E-Mail: am_ransah@hotmail.com
Saya dari pagar dewa jl baturaja ,baturaja, oku, simpang dan saya 19 [ p ].
Sekolah saya: smu
muhammadiah tanjung lengkayap
Di daerah: jl muaradua
km:29, tanjunglengkayap ,oku, simpang
Propinsi
: sumatera_selatan
Hobi saya: renang ,volyy.
sepak bola, internet
Tanggal: 1 desember
2001

Nama: Ali Asnawi
E-Mail: ali_asnawi@yahoo.com
Saya dari Palembang,  dan saya 17 [ p ].
Sekolah saya: SMU Negeri 3 Palembang
Di daerah: Jl. Jend. Sudirman KM. 3,5 Palembang
Propinsi : Sumatera
Selatan
Hobi saya: jalan-jalan, utak-atik komputer
Tanggal:
06/04/2002

Nama: hantony ibnu machmoed
E-Mail: noviarman@plasa.com
Saya
dari bintaro jakarta dan saya 22 [ p ].
Sekolah saya: SMU N 1
BATURAJA
Di daerah: baturaja
Propinsi : sumsel
Hobi saya:
baca
Tanggal: 18 Apr 2002

Nama: pratiwi ayu ratu perdana
E-Mail: ayu1986@yahoo.com
Saya dari sumatra selatan dan saya 16 [ w
].
Sekolah saya: alumni smu binawarga1
Di daerah: jl
bambang utoyo
Propinsi : palembang
Hobi saya:
renang and jjs
Tanggal: 01 mei 2002

Nama: iis darwati
E-Mail: greo@bolehmail.com
Saya dari baturaja.oku.baturaja dan saya 19 [ w ].
Sekolah saya: s.m.u negri 1 baturaja
Di daerah: jln;dr moh
hatta nm;261 baturaja .oku .baturaja
Propinsi :
sumatra selatan
Hobi saya: belajar, joging dan
cari temen
Tanggal: 03/06/2002

Nama: abdul waris
E-Mail: doel30126@yahoo.com
Saya dari palembang dan saya 17 [ p ].
Sekolah
saya: smu negeri 3
Di daerah: palembang
Propinsi : sum-sel
Hobi saya: denger musik
Tanggal: 05/06/2002

Nama: septa ardiansyah
E-Mail: septachs@hotmail.com
Saya dari jalan gagak 2 no 4komplek pusri borang
palembang dan saya 20 [ p ].
Sekolah saya: smu
xaverius
Di daerah: jalan bangau 60
Propinsi :
sumsel
Hobi saya: main bola , membaca, main
game, nonton olahraga, menulis
Tanggal: 6 juni
2002

Nama: Prabu Wijaya Pratama 
E-Mail: Prabuwijayapratma@yahoo.com
Saya dari Jl.Tawes no.8 komp. Pusri Palembang dan saya 14 [ P ].
Sekolah saya: SLTP YSP PUSRI
Palembang
Di daerah: Jl.Mayor Zen Palembang
Propinsi : Palembang
Hobi saya: Basket, Berenang, makan, jalan-jalan, Nonton, Baca (komik,novel,sastra,&tentang
CPU), nge-band
Tanggal: 08/06/2002

Nama: Ropian Edi
E-Mail: ropian2002@yahoo.com
Saya dari Jl. Rimba Kemuning Km. 4,5 Lr. Buyut  Palembang dan saya 23 [ P ].
Sekolah saya: SMU Negeri 3
Palembang
Di daerah: Jl. Jend. Sudirman KM. 3,5
Palembang
Propinsi : Sumatera Selatan
Hobi
saya: Penelitian Ilmiah
Tanggal: 30/6/2002

Nama: Candra Rudyanto
E-Mail: Candra_r2001@yahoo.com
Saya dari Jl. Mayor Ruslan 1 No.1, Lahat, Lahat Tengah dan saya 14 [ P ].
Sekolah saya: SMP SantoYosef
Di daerah: Jl. Sekolah No.13
Propinsi : Sumatra Selatan
Hobi saya: Komputer, Internet, Elektronik, Olahraga
Tanggal: 25/07/2002

Nama: Tri
E-Mail: beautiful_lif3@yahoomail.com
Saya dari palembang dan saya 16 [ p ].
Sekolah saya: smu xav 1
Di daerah: jln bangau
Propinsi : Sum-sel
Hobi saya:
Tanggal: 17/08/2002

Nama: Nurul Fadhilah
E-Mail: selma _hanifah@yahoo.com
Saya dari Lahat dan saya 14  [ w ].
Sekolah saya: SMU Unggul Negeri 4 Lahat
Di daerah: Tanjung Payang , Lahat
Propinsi : Sum-Sel
Hobi saya: Banyak
Tanggal: 14/09/2002

Nama: iis darwati
E-Mail: ekwa_putra@yahoo.com
Saya dari smun 1 baturaja baturaja kab oku sum_sel dan saya 19 [ w ].
Sekolah saya: smun 1baturaja
Di daerah: jl; dr moh hatta nm 261 baturaja sumsel
Propinsi : sumatera selatan
Hobi saya: baca buku ,mancing
Tanggal: 23/9/2002

Nama: Fitri Indriya Utami
E-Mail: Chandra_zest83@yahoo.com
Saya dari Malang dan saya 19 [ w ].
Sekolah saya: Smu YKPP 2 Palembang
Di daerah: Komperta Sungai Gerong
Propinsi : Sumsel
Hobi saya: Makan, makan, makan, dan makan
Tanggal: 6/10/2002

Nama: Hadi Sanjaya (Adhi)
E-Mail: adhi_trez@astaga.com
Saya dari Jl. Yos Sudarso no. 147  Watervang Lubuk Linggau dan saya 20 [ P ].
Sekolah saya: SMK NEGERI 3(STM NEGERI)
Di daerah: Jl. Pioneer Taba Pingin LLG
Propinsi : Sumatra Selatan
Hobi saya: Playing Football
Tanggal: 13/10/2002

Nama: Kalistra adrian
E-Mail: kalistra_adrian@kafegaul.net
Saya dari Jl.sukabangun 1 komp. sarjana KM6 palembang dan saya 14  [ p ].
Sekolah saya: Sltp n 19
Di daerah: Jl.srijaya km.5
Propinsi : Sumatera selatan
Hobi saya: main internet dan dengerin musik
Tanggal: 20/10/2002

Nama: nurul fadhilah
E-Mail: selma-hanifah@yahoo.com
Saya dari lahat dan saya 14  [ w ].
Sekolah saya: smu unggul negri 4 lahat
Di daerah: tj payang lahat
Propinsi : sumsel
Hobi saya: membaca
Tanggal: 21/10/2002

Nama: M.FADLI.AZHARY
E-Mail: fadli_azhary@yahoo.com
Saya dari Jl.TRIKORA NO.4723 A. PALEMBANG dan saya 16 [ p ].
Sekolah saya: SMU NEGERI 3 PALEMBANG
Di daerah: Jl. Jend. Sudirman KM. 3,5 Palembang
Propinsi : Sumatera Selatan
Hobi saya: jalan-jalan, chating, baca komik
Saran:
Diharapkan seluruh SMU,khususnya Palembang umumnya SumSel masing-masing
sekolah sudah mempunyai homepage sehingga siswa/i dapat men-download
informasi & kepentingan siswa/i mengenai yang berhubungan dengan
sekolah seperti soal-soal ujian,dan pengumuman sekolah yang penting
maupun hasil ujian.
Tanggal: 19/01/2003

Nama: Joni
E-Mail: jj_100685@yahoo.com
Saya dari Jl. M.P.Mangku Negara , Palembang, Sumsel dan saya 18 [ P ].
Sekolah saya: Alumni SMU YPI TUNAS BANGSA
Di daerah: Palembang
Propinsi : SUMSEL
Hobi saya: kenalan, membaca
Saran:
setiap sekolah harus menciptakan lulusan yang terampil sehingga
perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia dapat berkembang.
Tanggal: 28/03/2003

Nama: Veberdiantoni
E-Mail: Veberking@telkom.net
Saya dari Surabaya, Sidoarjo, Sedati dan saya 19 [ p ].
Sekolah saya: SMU N 1 BATURAJA OKU SUMSEL
Di daerah: BATURAJA,,OKU, Baturaja Timur
Propinsi : Sumatera Selatan
Hobi saya: Sport, Reading
Saran:
Mengembangkan ilmu dan pengetahuan tidaklah cukup hanya dengan materi
pelajaran sekolah saja, tetapi juga dengan pembekalan keterampilan
extra.
Tanggal: 22/4/2003

Nama: Abdurrahman/Aman
E-Mail: al_khirid@yahoo.com
Saya dari Palembang dan saya 21 [ P ].
Sekolah saya: SMUN 5 Palembang
Di daerah: Jln Gotong Royong Palembang
Propinsi : Sumatera Selatan
Hobi saya: Tenis Meja, Komputer, Komik
Saran:
Jangan Menjual "Kursi Sekolah" Demi Mencari Uang yang tidak halal,
karena uang yang tidak halal itu akan membuat sekolah itu hancur dimasa
yang akan datang, dan uang itu akan habis sekarang cepat, karena uang
itu merupakan uang "Panas"
Tanggal: 09/07/2003

Nama: Seling Tungger
E-Mail: 2001@stmik-mdp.net
Saya dari KOMPERTA PLAJU  PALEMBANG  dan saya 20 [ p ].
Sekolah saya: STMIK MDP
Di daerah: JL.Rajawali Palembang
Propinsi : PALEMBANG
Hobi saya: renang
Saran: be your self and think positive
Tanggal: 10/7/2003

Nama: ASHARI
E-Mail: KLIK-AJA@PLASA.COM
Saya dari JL.HOTEL AMBARSARI N0.131 TANJUNG ENIM dan saya 19 [ P ].
Sekolah saya: SMUN 1 MUARA ENIM
Di daerah: JL.PERWIRA NO.1 MUARA ENIM
Propinsi : SUMATRA SELATAN
Hobi saya: BERENANG
Saran: UNTUK ANAK-ANAK 2F (2000/2001) KAPAN KITA KUMPUL BARENG.
Tanggal: 12/07/2003

Nama: theo van der vaart
E-Mail: rafael_vandervaarts@yahoo.com
Saya dari jl.merpati b 5 no 2569 komplek pusri borang dan saya 15 [ p ].
Sekolah saya: smunlee (5)
Di daerah: jl.gotong royong
Propinsi : sumatera selatan
Hobi saya: main bola n pacaran
Saran: semoga pendidikan di smunlee tambah baik lagi
Tanggal: 17/11/2003

Nama: Nain Tri Habibi
E-Mail: nain_gonzales@yahoo.com
Saya dari Palembang, Palembang, Sukarami dan saya 16 [ P ].
Sekolah saya: SMU Plus Negeri 17 Palembang
Di daerah: Palembang, Palembang, Sukarami
Propinsi : Sumatera Selatan
Hobi saya: Main Komputer
Saran: Saya harap pemerintah memperbaiki mutu pendidikan di Indonesia.
Tanggal: 14/12/2003

Nama: Kemas Abdul Mutholib Luthfi
E-Mail: kemas@palcomtech.com
Saya dari Jl. Musyawarah 1 No.90 Sako Palembang dan saya 16 [ P ].
Sekolah saya: SMU Plus Negeri 17
Di daerah: lebong Siareng, Palembang
Propinsi : SUMSEL
Hobi saya: Olahraga, Design Web, dan Buat program Komputer
Saran:
Saya berharap kualitas pendidikan di Indonesia ini lebih ditingkatkan
untuk memajukan kualitas SDM Indonesia. Sehingga dapat menghasilkan
para penerus bangsa yang handal dan berkemampuan dibidangnya. Untuk
itu, pemerintah seharusnya mengargarkan dana yang besar untuk bidang
Pendidikan
Tanggal: 23/01/2004

Nama: Risdiansyah
E-Mail: Risdi@palcomtech.com
Saya dari Palembang, kotamadya palembang, Sukarame, Srijaya dan saya 15 [ P ].
Sekolah saya: Sma N 17 Palembang
Di daerah: Palembang,kotamadya palembang, Sukarame, Srijaya
Propinsi : Sumatera selatan
Saran:
Sekarang bukan saatnya mengkompromikan masalah-maslah pendidikan
karena, bukan itu yang harus kita lakukan (membuat pendidikan makmur)
tetapi sekarang saatnya mencari jalan bagaimana supaya kita makmur
dengan pendidikan. Tanggal: 18 maret 2004

Nama: Samuel gerhard
E-Mail: Samghs@palcomtech.com
Saya dari xxx dan saya 17 [ P ].
Sekolah saya: Sma n 17 palembang
Di daerah: Palembang, palembang, sukarami
Propinsi : Sumsel
Hobi saya: Main komputer
Saran: Beljar bukanlah hanya terpaku pada buku okee!!!!!
Tanggal: 16/04/2004

Nama: Ashadil Paruk
E-Mail: paruk_biaro@yahoo.com
Saya dari Sendowo C 61,Sinduadi,Mlati,Sleman,Yogyakarta. dan saya 20 [ P ].
Sekolah saya: SMU MUHAMMADIYAH 1
Di daerah: Jl.Garuda Hitam,Permiri,Lubuk linggau
Propinsi : Sumatera Selatan
Hobi saya: Membaca dan Menulis
Saran:
Tingginya karakter bangsa dapat dilihat dari tingkat pendidikan
rakyatnya, oleh karena itu dengan sistem pendidikan yang baik akan
tercipta karakter bangsa yang baik.
Tanggal: 16/04/2004

Nama: Husnul Hakim
E-Mail: hipotenusa_pytagoras@yahoo.com
Saya dari Jalan Rengas nO. 1 Kompleks PT PUSRI Palembang dan saya 16 [ p ].
Sekolah saya: SMA Plus N 17 Palembang
Di daerah: Jalan Mayor Zurbi Bustan, Lebong Siarang, Plg
Propinsi : Sumatera Selatan
Hobi saya: online internet, and baca
Saran:
Sebagian besar pelajar merasa sangat takut ketika mendengar kata UJIAN
MATEMATIKA. Mereka berangapan bahwa matematika identik dengan pelajaran
yang khusus untuk anak-anak jenius. Anggapan ini jelas-jelas tidak
beralasan. Matematika sebenarnya tidak susah, namun juga tidak mudah.
Jika seorang murid mendapatkan nilai tinggi di mata pelajaran ini,
biasanya ia langsung dianggap pintar bagi teman-temannya. Sama halnya
dengan pernyataan sebelumnya, anggapan seperti ini hanya omong kosong
belaka.

Mereka yang biasanya mendapat nilai tinggi di bidang
studi ini, umumnya sering melatih diri dengan soal-soal. Jadi, bagi
anda yang ingin mencintai dan dicintai oleh matematika, serta ingin
memperbaiki nilai matematika anda, anda hanya tinggal membeli buku-buku
kumpulan Soal Matematika yang saat ini sudah banyak beredar di toko
buku. Buku-buku yang anda beli hendaknya buku-buku yang isinya
berstandar soal SPMB, karena soal-soal semacam inilah yang bakal anda
temui di ulangan harian, semester, bahkan UAN. Dan ketika anda
menemukan jalan buntu, segera tanya pada guru anda. Lalu, jangan pikir
bahwa sesuatu itu tidak bisa anda lakukan, misalnya anda berpikir bahwa
anda tidak akan bisa menyelesaikan soal-soal matematika, maka pikiran
bawah sadar anda akan menangkapnya. Akibatnya otak anda menganggap
demikian pula, sehingga anda tidak bisa menyelesaikan soal-soak itu.
Terakhir berdoalah selalu. OKE? Keep Trying Your Best!!!!!

Salam buat anak-anak 17 angkatan 1-7 jaga persatuan dan kesatuan!!!!
Tanggal: 20/04/2004

Nama: Diana Suciawati
E-Mail: dianzt@palcomtech.com
Saya dari Jl Segaran 180 Palembang dan saya 17 [ w ].
Sekolah saya: SMU Xaverius 1 Palembang
Di daerah: Jl Bangau 60 Palembang
Propinsi : Sumatera Selatan
Hobi saya: Musik, komputer, matematika
Saran:
Menurut saya, beban pendidikan di Indonesia sekarang terlalu berat.
Mengapa untuk tingkat SMU, tidak dikurang saja pelajaran wajibnya?
Saran saya, siswa diberi pelajaran wajib dan pilihan, jadi selain dapat
mengembangkan diri, minat dan bakat, siswa tidak menghabiskan waktu sia
- sia untuk hal yg sama sekali tidak ada hubungan dengan masa depan
mereka.
Tanggal: 12/05/2004

Nama: Al Fath Ilal Haqqi
E-Mail: alfathilalhaqq@plasa.com
Saya dari Palembang, sukarame dan saya 16 [ P ].
Sekolah saya: SMA Plus Negeri 17
Di daerah: Palembang, Sukarame
Propinsi : Sumsel
Hobi saya: Browsing , hunting, surfing , chatting , kencing , mancing
Saran: #

Tanggal: 02/06/2004

Nama: Amelia Farianty
E-Mail: fari_anty@yahoo.com
Saya dari Palembang, sako dan saya 16 [ W ].
Sekolah saya: SMA Plus Negeri 17
Di daerah: Palembang, Sukarame
Propinsi : Sumsel
Hobi saya: membaca buku2 yang berbau sains, horoscope, ilmu2 gaib
Saran: agar pemerintah lebih mendayagunakan kemampuan anak2 di daerah jangan hanya di kota metropolis saja.
Tanggal: 02/06/2004

Nama: Andromeda mercury Putra JM
E-Mail: Andromeda@Palcomtech.com
Saya dari Palembang,sukarami km9 dan saya 16 [ P ].
Sekolah saya: Smu Methodist 1
Di daerah: JL. Jend sudirman km 3.5
Propinsi : Sumatera Selatan
Hobi saya: Sport, surfing , mailing, limbing, singing, fishing, watching, listening, chatting, running,swimming,hunting,etc
Saran:
Saya berharap diknas dinegara kita terbebas dari yg namanya KKn, dan
tetaplah menjalani lakon kalian sebagai pelajar dan jangan melanggarnya
kalau dilanggar yaa nanti tanggung sendiri akibatnya
Tanggal: 16/06/2004

Nama: Sangga Kuni putra JM
E-Mail: SANGGAKUNIPUTRA@yahoo.com
Saya dari Palembang, sukarami km 9 dan saya 17 [ p ].
Sekolah saya: Smu plus negeri 17
Di daerah: Lebong siareng
Propinsi : sumatera Selatan
Hobi saya: Olahraga,Singing, Running, Climbing, Surfing, Playing guitar, Playing Keybord, make a song with computer, and etc
Saran:
saya hanya berharap pemerintah kita terbebas dari yg namanya KKN , and
saya juga ingin mengatakan sadarlah untuk semua siswa di Sumsel jalani
lah lakon kalian sebagai pelajar yg Baik
Tanggal: 17/06/2004

Nama: Punto Budiharto
E-Mail: Puntotrend@SLTA.zzn.com
Saya dari Komperta Bagus Kuning No.67, Plaju-Palembang dan saya 16 [ P ].
Sekolah saya: SMA Plus Negeri 17 Palembang
Di daerah: Jalan Mayor Zurbi Bustan, Sukarame, Palembang
Propinsi : Sumatra Selatan
Hobi saya: membaca, gambar, mengamati, mengintip, mengintai, dsb
Saran:
Pendidikan di Indonesia, sangat memprihatinkan. Banyak tempat di
pedalaman kekurangan guru, satu guru bisa mengajar 6 kelas.Disana guru
digaji kurang dari Rp 200 ribu sebulan sehingga gurunya terpaksa cari
obyekan lain dari ngojek, berladang, sehingga pengabdian penuh sebagai
guru sulit dilaksanakan. Gedung sekolahnya hampir jebol, peninggalan
proyek Inpres yang banyak ditilep sana-sini. Kalau hujan atap bocor,
kalau musim hujan murid sering libur karena banjir.

Salut pada
guru yang mau terima tantangan tersebut demi kemajuan pendidikan.
Pemerintahnya kurang concern, APBN dipakai buat subsidi BBM dan bayar
hutang LN, untuk pendidikan kurang dari 10 persen. Buku-buku pelajaran
makin lama makin mahal. Untuk masuk PTN biayanya selangit dan makin
tidak terjangkau kalau lewat jalur khusus, jaminan jadi orang juga
belum tentu. Padahal 20 % penduduk kita hidup dibawah garis kemiskinan,
dan penganggurannya 40 juta jiwa. Masih banyak lagi masalah pendidikan
lainnya. Jadi kalau kita jadi peringkat 109 dunia dalam bidang kualitas
pendidikan, itu wajar. Dan tidak wajar kalau kita tidak malu dan mulai
berbenah diri. Trim’s
Tanggal: 24 Juni 2004

Nama: Husnul Hakim
E-Mail: enka_boi88@yahoo.com
Saya dari Jalan Rengas No. 1 Kompleks PUSRI Palembang dan saya 16 [ p ].
Sekolah saya: SMA PLUS NEGERI 17 PALEMBANG
Di daerah: JALAN MAYOR ZURBI BUSTAN LEBONG SIARANG PALEMBANG
Propinsi : SUMATERA SELATAN
Hobi saya: CYCLING, READING, CHATTING
Saran: Menanggapi pernyataan saudar Punto Budiharto :

Saya fikir 100 % pernyataan dari saudara Punto adalah benar, oleh
karena itu diperlukan kesadaran dari berbagai pihak untuk menanggulangi
masalah ini secara bersama-sama. Tidak akan berhasil program pemerintah
tanpa disertai dengan kerjasama dengan masyarakat pada umumnya, dan
penggelut pendidikan pada khususnya. Satu lagi, setelah semua itu
dilaksanakan, kita juga perlu meminta pertolongan dengan SANG SUMBER
KEHIDUPAN.
Tanggal: 4/07/2004

Nama: geradak
E-Mail: geradak@telkom.net
Saya dari pelembang dan saya 16 [ p ].
Sekolah saya: SMA Negeri 17 Palembang
Di daerah: lebsi
Propinsi : sumatra selatan
Hobi saya: SEGALA SESUATU YANG BERBAU GAME GAME GAME AND GAME
Saran: Saya berharap suatu saat nanti anak anak bangsa yang bisa menciptakan GAME berkelas spt FFX, kingdom heart, dll. OC
Tanggal: 10/07/2004

Nama: Maya Damayanti
E-Mail: maya@palcomtech.com
Saya dari Saya dari Palembang, Jln. Dr Soepomo Km. 3,5  dan saya 17 [ w ].
Sekolah saya: SMA Negeri 3 Palembang
Di daerah: Jln. Jend Sudirman Km. 3,5 Palembang
Propinsi : SUMSEL
Hobi saya: reading, surfing, chatting, travelling,
Saran:
Diharapkan kepada sekolah yang telah memakai sistem KBK, benar2
menjalankan program kerjanya. Sehingga tamatan dari sekolah tsb benar2
memiliki SDM yang berkualitas.
Tanggal: 14/07/2004

Nama: Adhityo K
E-Mail: bo-lin@bozz.com
Saya dari Palembang,KotaMadya,Ilur Timur II dan saya 14 [ P ].
Sekolah saya: SMA NEGERI 1
Di daerah: PALEMBANG,KotaMadya,Ilir Barat II
Propinsi : Sumatera Selatan
Hobi saya: Basket , Renang , Komputer , Main Gitar.
Saran:
Saya sangat mendukung KBK , tapi saya harap gurunya menjelaskan sedikit
karena saya takut kami sebagai murid kurang ngerti , karena di sekolah
itu kami ingin diajar , bukan untuk dituntut belajar sendiri tanpa ada
panduan yang jelas.

Tanggal: 23/07/2004

Nama: Rheny Risnawati Asthan
E-Mail: rheny_netnot@yahoo.com
Saya dari JaKarTa no.04 dan saya 17 [ W ].
Sekolah saya: Kachak
Di daerah: ………..
Propinsi : Sulawesi Selatan
Hobi saya: Basket Ball
Saran:
SeBaikX AnakaNak Kachak Yang taHun iNi akAn MengAdakan Ujian
AkHirnaSional SebaikNya Belajar Supaya NanTi biSa LuluS Dan
MelanJutKanX Ke UnIverSiTas, TeRutama Kelas III IPA 3 TaHun aNgkaTan
2002.
Tanggal: 30/10/2004

Nama: andika lesmana
E-Mail: kuahmateng@yahoo.com
Saya dari palembang dan saya 18 [ p ].
Sekolah saya: smu3 plg
Di daerah: km3,5plg
Propinsi : sumsel
Hobi saya: football without frontiers!!!
Saran: semoga presiden baru kita bisa memajukan pendidikan di indo. dengan lebih memerhatikan pendidikan daerah
Tanggal: 05-11- 04

Nama: Kanya Nadra Andhina
E-Mail: nadracutez@yahoo.com
Saya dari Jl. Kacapiring no. 6 komp. PT PUSRI Palembang  dan saya 15 [ W ].
Sekolah saya: SMA Kusuma Bangsa
Di daerah: Jl. Residen Abdul Rozak Palembang
Propinsi : Sumatera Selatan
Hobi saya: baca, nyanyi, ngakak, teriak, dll
Saran:
Menurut saya, setiap murid harus dan wajib (!) diberi pilihan mengenai
pelajaran yang memang menjadi minat mereka, agar waktu mereka tidak
terbuang untuk hal/pelajaran yang tidak mereka sukai. Memang mungkin di
antara pelajaran2 itu ada yang penting, tapi kalau tidak sesuai dengan
minat mereka? Kan sama saja bohong?
Tanggal: 07/11/2004

Nama: Rinaldy Resinanda
E-Mail: rinaldy_resinanda@yahoo.com
Saya dari jl kacapiring no. 1 komp pusri Palembang dan saya 17 [ p ].
Sekolah saya: SMA N17
Di daerah: lebsi
Propinsi : Sumatera Selatan
Hobi saya: Basket,,bilyard,baca fiksi mauopun non-fiksi,,dengerin musik,,,,,,berenang,,,,,,
Saran: Saran….

klo bisa yang namanya KBK tu dimanfaatin bener…

enggak kayak dilapangan…

omongannya aja KBK tapi cara belajarnya ampir sama kayak kurikulum  sebelum-sebelumnya………

trus atu lagi buat pemerintahan baru…

Subsidi pendidikan…….

Adain lagi donk…..

gila aja sekarang klo mo kul butu duit banyak banget…..

gimana dengan orang yang kurang mamapu????
Tanggal: 08/12/2004

Nama: rinaldy resinanda
E-Mail: rinaldy_resinanda@yahoo.com
Saya dari jalan kacapiring no 1 komp pusri dan saya 17 [ P ].
Sekolah saya: SMU N17
Di daerah: lebong siareng
Propinsi : Sumatera selatan
Hobi saya: bilyar,,,,basket,,,,browsing internet,,,,baca,,,,denger musik,,,,
Saran:
Tanggal: 10/12/2004

Nama: irdiansyah
E-Mail: ir_14
Saya dari jl.merdeka no.007 pangkalan balai banyuasin III BA dan saya 17 [ P ].
Sekolah saya: SMA NEGERI I BANYUASIN III
Di daerah: PANGKALAN BALAI BANYUASIN III
Propinsi : SUMATRA SELATAN
Hobi saya: MAEMBACA DAN OLAHRAGA
Saran:
DALAM PENDIDIKAN, BIAYA SELAMA INI TERLALU TINGGI KALAU BISA DISESUAI
KAN TARAF HIDUP MASYARAKAT. KALAU TIDAK MENGENAI BELAJAR MENGAJAR NYA
DITINGKATKAN YAH! DISESUAIKAN DENGAN IMBALAN YANG TELAH DIBERIKAN

RE: "DALAM PENDIDIKAN, BIAYA SELAMA INI TERLALU TINGGI"
Melihat http://suarakita.com/mahal2.html (Tanggal: 22 desember 2004)
Webmaster

Tanggal: 20/DES/2004

Nama: Adhi Kurniawan
E-Mail: adhi_jubelgo@yahoo.com
Saya dari Palembang dan saya 15 [ P ].
Sekolah saya: SMA Plus Negeri 17
Di daerah: Palembang, Sukarami
Propinsi : Sumsel
Hobi saya: Musik
Saran:
Nampaknya kebijakan pemerintah utk menerapkan sistem pembelajaran KBK,
sejauh ini belum sepenuhnya berhasil. Padahal para siswa (termasuk saya
sendiri) mengharapkan dgn adanya kurikulum ini kami dpt lebih bebas
berpikir, berkreasi dan meghasilkan pemikiran2 baru dlm belajar..
Semoga saja pd thn2 mendatang kurikulum ini terus dikembangkan dan
BUKAN DIUBAH (lagi)! Terlau derasnya arus reformasi dan banyaknya
perubahan dlm tubuh pendidikan Indonesialah yg-mungkin-mengakibatkan
perkembangan pendidikan di negeri ini seperti "jalan ditempat". Saya
sbg siswa selalu mengharapakan agar pemerintah (siapapun yg akan
memerintah nantinya) dan kpd diknas khususnya agar selalu melakukan
eveluasi dan perbaikan2 thd pendidikan di negera kita ini…

Terima kasih dan Salut!
RE:
"mengharapkan dgn adanya kurikulum ini kami dpt lebih bebas berpikir,
berkreasi dan meghasilkan pemikiran2 baru dlm belajar.."
Memang tujuannya begitu, tetapi tergantung kemampuan dan pengertiannya guru.
Mungkin situs http://MBEProject.Net dapat membantu.
"Prosesnya" sama biar SD, SMP atau SMU - SISWA AKTIF DAN KREATIF!
Salam Hormat dan Selamat Berjuang!
Phillip R., Webmaster

Tanggal: 01/01/2005

Nama: Hidayatul Fikri
E-Mail: Hidayatul_Fikri@yahoo.om
Saya dari jl makrayu no 737-735 rt 16 rw 07 32 ilir palemban dan saya 20 [ p ].
Sekolah saya: smu n 2 palembang
Di daerah: jl puncak sekuning palembang
Propinsi : sumatera selatan
Hobi saya: komputer
Saran:
selama saya bersekolah di smu ini saya merasa semua sudah cukup baik
tapi hanya satu yang sayainginkan dari pemerintah yaitu kurikulum
selalu di update agar tidak ketinggalan di luar negeri dan keluaran
pendidikan indonesia dapat bersaing di internasional
Tanggal: 20/01/2005

Nama: Edy Purnomo
E-Mail: Edy_hansen@plasa.com
Saya dari Palembang dan saya 17 [ p ].
Sekolah saya: SMK Negeri 2
Di daerah: Jln. demang Lebar Daun Palembang
Propinsi : Sumatera Selatan
Hobi saya: Otomotif, travelling,aeroplane,fishing,surfing,swimming,football
Saran:
Pemerintah harus benar-benar memperhatikan sektor pendidikan. Nilai
yang tiap tahun meningkat dan bertujuan agar siswa/i di Kota Palembang
pada khususnya dan sumsel pada umumnya menjadi berkualitas, tetapi
tidak sesuai dengan realita yang ada. Tiap tahun angka kelulusan
ditingkatkan dan tiap pula pendidikan malah semakin bobrok. Bukan hanya
murid tetapi bahkan para guru yang menjadikan murid-murid bobrok. Saya
sebagai anak menengah kejuruan berharap agar fasilitas-fasilitas
praktek lebih diperhatikan oleh Pemerintah kota. Dan soal beasiswa
jangan umbar-umbar info saja, tetapi harus benar-benar dibuktikan.
Tanggal: 01/07/2005

Nama: IM.TRI ARIO WIBOWO
E-Mail: emonz_ga@yahoo.co.id
Saya dari Kayuagung,OKI,Kayuagung dan saya 16 [ P ].
Sekolah saya: SMAN 3 UNGGULAN KAG
Di daerah: Kayuagung,OKI,Kayuagung
Propinsi : Sumatera Selatan
Hobi saya: membaca,Drama
Saran: Hendaknya di setiap sekolah baik SMA,SMP memiliki fasilitas yang lengkap dalam menunjang proses belajar mengajar
Tanggal: 20/02/2006

Nama: Adriansyah Pasga Dagama
E-Mail: PeD34dRyN@hotmail.com
Saya dari Kemang Manis 497 (Palembang, Ilir Barat II) dan saya 16 [ P ].
Sekolah saya: SMA Negeri 1 Palembang
Di daerah: BuBeS
Propinsi : Sumatera Selatan
Hobi saya: baca, nonton, jahilin orangg, ngobrol, ngenet, etc
Saran:
Menurut saya, kurikulum sekarang ini (KBK), belum begitu optimal.
Soalnya, untuk kurikulum seperti ini belum cocok diterapkan disekolah2
yang bisa dibilang belum memadai. Di Palembang pun, hanya sekolah2
tertentu yang bisa menerapkan kurikulum ini, dan itu pun masih belum
terlalu optimal, karena jumlah siswanya yang terlalu banyak sehingga
tidak mungkin bisa terlaksana dengan baik.
Tanggal: 18/06/2006

Nama: adi saputra
E-Mail: adisman@pendidikan.zzn.com
Saya dari desa tg.lubuk kec tg.lubuk kabupaten oki dan saya 15 [ p ].
Sekolah saya: sma n 3 unggulan kayu agung
Di daerah: kayu agung oki kedaton
Propinsi : sumatera selatan
Hobi saya: tampil di umum,membaca ,tadarus,& mengikiti perkembangan olah raga.
Saran:
saran,kuberharap kepada setiap sekolah untuk toleransi kepada siswa/i
yang ekonomi nya lemah khususnya siswa/i yang sekolah di sekolah elite
yang notabene nya sekolah terbaik,karena biasanya siswa/i yang ekonomi
nya lemah mempunyai skill tinggi,sekolah harus bisa memberikan beasiswa
kepada siswa/i yang benar-benar miskin.itu saja saran dari aku.
Tanggal: 30/09/2006

Nama: Chintia Dwi Sari
E-Mail: c_loecu@yahoo.com
Saya dari baturaja,Oku baturaja, timur dan saya 18 [ w ].
Sekolah saya: SMA N 1
Di daerah: baturaja, oku, baturaja timur
Propinsi : sumatra selatan
Hobi saya: dengerin musik, baca,…buanyak dech
Saran: harapan saya semoga fasilitas2 yang ada di sekolah saya dapat lebih ditingkatkan…….
Tanggal: 15/06/2007

Pemerintah Muba akan Kelola Ratusan Sumur Minyak Tua

April 8th, 2007 by d3wa-mencari-cinta

08/04/2007
20:33 WIB

Pemerintah Muba akan Kelola
Ratusan Sumur Minyak Tua

Taufik Wijaya - detikcom

Musi Banyuasin - Pemerintah Kabupaten  Musi Banyuasin (Muba), Sumatera
Selatan akan mengoptimalkan pemanfaatan sumur-sumur minyak tua atau peninggalan
pemerintah kolonial Belanda. Untuk menjalankan rencana itu, Pemkab Muba
mempersiapkan beberapa rancangan peraturan daerah (Perda).

Bupati Muba Alex Noerdin mengatakan selama ini
sumur-sumur tua tersebut digunakan masyarakat di sekitar lokasi untuk keperluan
sehari-hari. Pemanfaatan itu sebenarnya melanggar peraturan dan undang-undang.

"Seharusnya minyak dan gas dikelola oleh
negara dalam hal ini pemerintah daerah," kata Alex di Sekayu, Muba, Minggu
(08/04/2007).

Karena itu, untuk menghindari terjadinya
pelanggaran hukum, Alex mengatakan, diperlukan peraturan yang mengatur
pemanfaatan dan pengelolaan sumur-sumur minyak tua tersebut.

"Karena pengelolaan secara illegal jelas merugikan negara dan daerah. Oleh
sebab itu perlunya peraturan daerah yang mengatur pengelolaan tersebut,"
ujarnya.

Alex yang juga Ketua Forum Komunikasi Daerah
Penghasil Migas (FKPDM) ini mengatakan, rencana itu sudah disampaikan kepada
DPRD Kabupaten Muba. "Rencana ini sudah saya sampaikan pada sidang
paripurna DPRD Muba pada Kamis lalu," katanya.

Selama ini banyak sumur-sumur tua yang masih menghasilkan minyak namun tidak
diperhatikan atau ditinggalkan begitu saja oleh pihak pengelola. Padahal, meski
produksi sumur-sumur tua itu tidak maksimal seperti sumur minyak yang masih
baru namun jika dikumpulkan dan dimanfaatkan dengan baik masih bisa memberikan
nilai tambah kepada daerah.

"Sedikit-sedikit menjadi bukit." ujar Alex.

Rencana itu juga didukung oleh anggota DPRD
Kabupaten Muba. Mereka mengatakan,
jika sumur minyak tua itu bisa dimanfaatkan dan menghasilkan minyak maka akan
memberikan nilai tambah terhadap pendapatan asli daerah atau PAD.

Di Kabupaten Muba saat ini diperkirakan jumlah sumur minyak tua yang tidak lagi
dimanfaatkan jumlahnya mencapai 432 sumur. Sumur-sumur minyak tua tersebut
berada di sekitar wilayah operasi PT ConocoPhilips.

Sebelum memanfaatkan sumur-sumur minyak tua,
Pemerintah Kabupaten Muba sudah lebih dulu membangun sebuah kilang minyak mini.
Proyek kilang minyak mini dibangun sejak empat tahun lalu di Kecamatan
Babattoman.

Sumur-sumur minyak sendiri tersebar di Desa
Sungai Angit dan Talang Penjering yang berjarak 10 km dari lokasi kilang serta
Desa Suban Burung yang berjarak 60 km dari kilang.(tw/ken)

AGAR SAINS JADI MEMIKAT

January 18th, 2007 by d3wa-mencari-cinta

AGAR SAINS JADI MEMIKAT

PDF

Print

E-mail
Minggu, 12 November 2006
Oleh Muhammad Safrinal

Seorang
mahasiswa matematika punya pengalaman sedikit menjengkelkan. Sewaktu
asyik mengutak-atik sepotong rumus sambil membolak-balik buku mahatebal
berlabel Kalkulus Lanjut, ia kedatangan seorang kawan yang kebetulan
aktivis. ’’Buku apaan tuh? Nggak penting. Ini baru buku. Bacalah, biar
kamu jadi intelek dan nyambung kalau diajak ngobrol,” ketus sang kawan
sambil menyodorkan Rumah Kaca-nya Pramoedya Ananta Toer.
Dalam The
Two Cultures (1959), C.P. Snow mengidentifikasi fenomena di atas
sebagai bentuk kesenjangan antara dua budaya. Di satu kutub adalah
budaya literer, kelompok yang menyebut dirinya intelektual sehingga
merasa memiliki otoritas untuk berbicara ihwal kehidupan dan dunia.
Sementara di kutub lain, terdapat budaya sains, kelompok yang dianggap
jauh dari hiruk-pikuk intelektual. Para saintis dipandang laiknya
tukang, yakni manusia-manusia bertangan dingin dan berkepala mesin.
Tak
heran jika selama ini subur kecenderungan yang mendakwa sains sebagai
benda angker yang menyeramkan. Ia selalu diidentikkan dengan pelbagai
deretan angka serta penjabaran teknis yang bikin dahi berkerut. Wilayah
edarnya pun lantas menjadi demikian terbatas. Ia menjadi bahasa yang
begitu eksklusif dan jauh dari kesan memikat.
Hal serupa juga
terlihat di dunia perbukuan. Di tengah derasnya penerbitan buku-buku
sastra, perhatian terhadap buku-buku sains tampak menyedihkan. Para
penerbit sibuk berlomba –sambil beradu sikut–memburu naskah-naskah
sastra. Dari yang bertaraf nobel, hingga kelas populer macam teenlit.
Tak cukup karya pengarang level internasional dan nasional, karya
pengarang kelas lokal pun disikat.
Padahal –meminjam kalimat
biolog-cum-penulis kawakan, Richard Dawkins– tidak semua cerita indah
mampu dikisahkan para sastrawan. Sains sebetulnya juga punya kisah yang
tak kalah menawan. On the Origin of Species (1859) karya Charles Darwin
tak kurang menggetarkan ketimbang One Hundred Years of Solitude (1967)
karya Gabriel G. Marquez, misalnya. Atau On the Revolution of  the
Heavenly Spheres (1543) milik Nicolaus Copernicus, jauh lebih
mengguncang dan meneror pikiran ketimbang The Satanic Verses (1988)
milik Salman Rushdie.
Namun, meski memiliki kisah menawan, sains
kurang bisa melepaskan diri dari jeratan istilah-istilah teknis yang
ruwet. Kecenderungan itu tak pelak membikin masyarakat trauma dan
alergi jika nama sains disebutkan. Ujung-ujungnya, penerbit pun jadi
kecut untuk mempublikasikan buku-buku bertema sains. Nah, agar alergi
masyarakat tidak berlarut-larut, maka perlu dilakukan upaya masif untuk
mengeluarkan sains dari habitatnya yang menyeramkan.
Salah satu yang
patut memperoleh apresiasi hangat adalah upaya yang dilakukan
astrofisikawan tersohor, Stephen Hawking. Melalui buku fenomenalnya,
The Brief History of Time (1988), ia mampu menyingkirkan berjejal-jejal
rumus saat menjabarkan konsep astronomi dan evolusi jagat raya yang
terkenal njelimet itu. Hanya satu rumus yang ia sisakan di dalamnya.
Alasannya, agar orang awam tidak minder untuk mempelajari misteri
terciptanya semesta.
Karya-karya Richard Dawkins juga dapat
dijadikan contoh. Seluruh buku yang ia tulis khusus dipersembahkan
untuk memberikan pemahaman tentang gagasan evolusi Darwin kepada
masyarakat. Bukan dengan konsep dan istilah biologi yang rumit ia
berikan pemahaman itu, melainkan dengan analogi dan permainan metafora
yang segar. Itulah yang menjadi kunci kenapa sejumlah bukunya, semisal
The Selfish Gene (1976) dan The Blind Watchmaker (1986), selalu
ditempatkan di rak-rak buku terlaris.
Dari dalam negeri, ada Hans J.
Wospakrik. Melalui buku Dari Atomos hingga Quark (2005), fisika dan
kimia yang oleh banyak orang ditangkap sebagai sesuatu yang sukar, di
tangannya dapat dikemas dalam bahasa Indonesia yang sederhana dan indah
sehingga nikmat untuk dipahami, sekalipun oleh orang awam. Isi buku ini
merupakan rangkuman pelbagai buku rujukan dan artikel yang disajikan
secara populer dengan menghindari uraian rinci teknis yang berkaitan
dengan peranti ukur (instrumen) dan peranti nalarnya (matematika).
Upaya
Hawking, Dawkins, dan Wospakrik sudah sepantasnya ditiru oleh para
pemerhati sains, khususnya para ilmuwan kita. Ilmuwan harusnya jangan
cuma sibuk berceramah di podium-podium universitas, atau menghabiskan
seluruh waktunya di laboratorium-laboratorium demi mewujudkan riset
bergengsi. Sudah saatnya bagi mereka merasa bertanggung jawab untuk
mewartakan temuan-temuan sains –termasuk hasil riset mereka sendiri–
secara sederhana dan memikat. Setidaknya, biaya sekitar Rp 1,1 triliun
yang disumbangkan rakyat setiap tahun untuk mendanai riset dapat
dirasakan manfaatnya.
Bukan mustahil untuk mengupayakan hal itu.
Kita masih punya cukup banyak ilmuwan yang tulisannya kerap muncul di
berbagai koran, seperti Teuku Jacob, Liek Wilardjo, Wildan Yatim,
Yohannes Surya, dan Terry Mart. Masih kita tunggu manuskrip-manuskrip
sains berkemasan renyah dari tangan-tangan mereka.
Dengan begitu,
sains tidak melulu terjebak dengan bahasa mekanik dan ’’aneh’’, tapi
juga mengenal bahasa literer yang membumi dengan kehidupan rakyat
sehari-hari. Bukankah Albert Einstein pernah berpesan bahwa everything
should be as simple as possible? (*)
*) Muhammad Safrinal, pekerja buku, mahasiswa tingkat akhir biologi Universitas Negeri Yogyakarta.

Alamat:
LPM EKSPRESI Gedung Rektorat Lama lt I
kampus Universitas Negeri Yogyakarta, 55281
Nomor Hp:
081376529501
E-mail:

<!–
var prefix = ‘ma’ + ‘il’ + ‘to’;
var path = ‘hr’ + ‘ef’ + ‘=’;
var addy55046 = ‘m_inal’ + ‘@’;
addy55046 = addy55046 + ‘lycos’ + ‘.’ + ‘com’;
document.write( ‘‘ );
document.write( addy55046 );
document.write( ” );
//–>
m_inal@lycos.com
Alamat Email inidilindungi dari bot spam, Anda Harus Mengaktifkan Javascript Untuk Melihatnya

Nomor Rekening:
Lippobank cabang Babarsari, Yogyakarta, 990-10-01143-1

63 Group Rock Bersaing di Sport Hall

January 18th, 2007 by d3wa-mencari-cinta

63 Group Rock Bersaing di Sport Hall

PDF

Print

E-mail
Minggu, 14 Januari 2007
Gudang Garam Rock Competition 2007

Musik rock
memang tidak akan lekang oleh waktu. Walaupun dua tahun belakangan ini
pangsa musik lebih didominasi aliran pop atau dangdut, tapi musik  rock
tetap bertahan pada segmen pasarnya sendiri. Bukan itu saja, musik rock
memiliki ciri tersendiri menbedakannya dengan aliran-aliran musik
lainnya.
    Log Zhelebour, produser dan promotor musik rock
Indonesia saat ditemui di Hotel Novotel kemarin menjelaskan,     di era
keemasan God Bless tahun 80-an, yang digawangi Ian Antono dan Ahmad
Albar, begitu mendominasi musik tanah air.  “Demikian juga dengan group
rock lainnya diera 90-an hingga sekarang, seperti Jamrud, Boomerang,
Power Metal atau  U-9, terus menyemarakkan persaingan di blantika musik
tanah air,” katanya.
    Untuk itu, menurut Log, bendera dominasi
musik rock kembali dikibarkan. Salah satunya dengan menggelar event
khusus untuk menjaring musisi-musisi rock terbaik di tanah air, yakni
“Gudang Garam Rock Competition 2007”. Event yang berlangsung di 15 kota
di Indonesia ini juga salah satunya di Kota Palembang, yang merupakan
kota ketiga setelah Tangerang dan Bandarlampung.
    Setelah
Palembang, kota-kota lainnya lainnya yang akan disinggahi event musik
rock terbesar di tanah air ini adalah Padang, Bandung, Jakarta,
Pontianak, Medan, Yogyakarta, Denpasar, Malang, Banjarmasin, Samarinda,
Manado dan berakhir di Makasar. Masing-masing daerah akan dipilih dua
group musik rock terbaik. Mereka nantinya akan diikutkan ke final
penentuan 12 besar di Bandung pada 19 Mei mendatang.
    “Para
musisi rock di Palembang, ternyata tidak kalah dengan musisi-musisi
daerah lain. Terbukti pesertanya melebih jumlah yang kita ditargetkan,”
ujar Log sambil tersenyum usai technical meeting di Hotel Novotel,
kemarin (13/1).
    Jumlah peserta yang akan unjuk gigi memang
terbilang besar, yakni 63 group. Hari ini (14/1), sekitar pukul 09.00
WIB, mereka akan bersaing memperebutkan posisi 12 besar di babak final.
Babak final sendiri akan berlangsung pada berlangsung pada 16 Januari
di Stadion Kamboja.
    Tata panggung saat audisi dan final
terbilang wah. Dimana panggungnya riging platinum berukuran 19 m x 15 m
dengan lighting melebihi 100 ribu watt,  ditambah peralatan sound
system dari Log Sound 30 ribu watt. Hal ini tentunya menjadikan
kompetisi rock ini tak kalah dengan konser-konser artis papan atas
lainnya.
    Bukan itu saja, para musisi rock ini akan dimanjakan
dengan peralatan panggung yang spektakuler. Seperti Marshall JCM 900,
Marshall JCM 2000, Ampli Bass Ampec, Drum Tama Star Clasic, Keyboard
Roland RD 700, plus Ampli Roland KC serta Ampli Roland Accoustick.
“Kita memang menyiapkan berbagai peralatan musik yang kapasitasnya 1,5
kali dari konser Jamrud.  Jadi, untuk menjaring musisi rock
berkualitas, tidak cukup hanya dengan mendengar demo lagu dikaset,
terus langsung rekaman. Tapi harus dilihat secara langsung bagaimana
keahlian dan kekompakan mereka,” tutur Log bersemangat.
    Log
menjelaskan, setiap peserta yang mengikuti audisi ini, diwajibkan
membawakan satu lagu ciptaanya sendiri. Baru saat babak final di
Stadion Kamboja dengan 12 group, peserta akan membawakan dua buah lagu,
yaitu lagu ciptaan sendiri dan lagu dari group band, yang bernaung di
bawah bendera Loggis atau Log Zhelebour Production. “Saat final di
Stadion Kamboja nanti, kita juga mendatangkan bintanag tamu, yaitu dua
group rock papan atas Indonesia, Boomerang dan U-9,” sambungnya.
 
Sdangkan juri pada kompetisi kompetisi nanti adalah para musisi,
penyanyi atau pengamat musikyang diketuai langsung Log Zhelebour.
Kriteria penilaian utama, diantaranya kekompakan dan kebersamaan,
kreatifitas karakter musik dan lagu, harmonisasi musik dan lagu,
termasuk penampilan atau performance. “Saya jamin penilaian akan
dilakukan secara jujur dan benar-benar dapat dipertanggungjawabkan.
Tak satu orang yang bisa menyogok atau menyuap seorang Log Zhelebour
untuk memenangkan group musiknya secara tidak jujur,” tegasnya Log yang
disambut aplus meriah dari  sekitar 200 musisi rock Palembang yang
hadir pada technical meeting tersebut. (mg2)

Peserta Gudang Garam –Rock Competition 2007

1.    SAB Crew
2.    Yodis
3.    X treme
4.    NIP
5.    Caramel
6.    Open String
7.    The Beach
8.    Apana
9.    Zhoro
10.    X treme plus band
11.    Lucille
12.    Silver
13.    New Trotoart
14.    Blitz
15.    Fusion
16.    Seven Kiss
17.    Carbony
18.    X-Mod
19.    Ngeper
20.    Jamswan
21.    Detroit
22.    Pyramid
23.    FID
24.    The Friends
25.    Bintang
26.    Laskar
27.    Revolution
28.    Nostradamus
29.    Shelter 1
30.    Casanova
31.    Damn Foul
32.    Eden Key
33.    LB band
34.    Matahari
35.    Kafas
36.    Sampah
37.    Gravity
38.    Continue
39.    Surya band
40.    Tahta
41.    Tissue
42.    Archapada
43.    Nuansa
44.    Attas band
45.    Steel
46.    Black Angel
47.    MG
48.    Rolling Dor
49.    Metalator
50.    Moment OP
51.    Dezavu
52.    RB
53.    Basic
54.    The Roof
55.    Teletubies
56.    MEV
57.    Bad Family
58.    Compeni
59.    Rool On
60.    Aliv Band
61.    Melodius
62.    Blew Superiors
63.    Kinslayer

Gaptek

January 18th, 2007 by d3wa-mencari-cinta

Gaptek

PDF

Print

E-mail
Minggu, 14 Januari 2007
Kendati teknologi sudah berkembang sangat pesat, drummer Slank ini
justru tidak mengetahui apa-apa mengenai teknologi. Jangankan bermain
game di internet, mengakses apa saja yang diberikan sebuah operator
telepon saja dia tidak mengetahuinya. Baginya, bermain di sebuah game
online hanyalah buang waktu saja.
 
“Jujur diantara anggota Slank yang lain gue yang paling gaptek. Kalau
yang lainkan suka bawa laptop gue enggak. Boro boro bawa, ngerti juga
enggak, apalagi main game online, enggak pernah seumur-umur,” ujar
Bimbim di-launching game online Lil Online di Ex Plaza, Jakpus.
 
Dari kecil, Bimbim mengaku tidak pernah menyentuh permainan yang
banyak dimainkan oleh remaja dan anak-anak. Waktunya dihabiskan untuk
bermain musik. Namun, dengan terpilihnya dia menjadi ikon sebuah game
online, Bimbim dipaksa untuk membuka komputernya secara intens agar
tidak ketinggalan teknologi.
    “Lihat aja nanti lah. Tapi karena
udah terpilih ya mau enggak mau harus sering buka. Karena gue kan juga
bermain di sana. Kalau gue enggak Online maka yang lain enggak bisa
berinteraksi dengan gue dan account gue di game nanti bakal habis. Jadi
seneng aja lah, bisa nambah wawasan,” tandasnya.
    Tidak jauh
berbeda dengan Bimbim, Kaka juga demikian. Kendati tidak gaptek,
intensitasnya menggunakan internet memang sangat jarang. Bila terdesak
harus memberikan data lewat internet baru dia online.
    “Gue
jarang banget deh buka internet. Yah bisa dibilang gue sama bimbim
emang gaptek. Tapi kalau lewat telepon sih sering buat lihat berita.
Selebihnya enggak, apalagi main. Yang sering bawa laptop itu Ridho sama
Abdee. Ke mana mereka pergi pasti bawa alat itu. Enggak kaya kita,”
ucapnya. (mar)
   

Peryataan Sikap PENGUIN MERAH

January 18th, 2007 by d3wa-mencari-cinta


Peryataan Sikap PENGUIN MERAH

Tentang MoU (14 Nopember 2006) antara Pemerintah RI dengan Microsoft

serta Penggunaan Piranti Lunak Bebas

Indonesia tergolong negara yang sangat ketinggalan dalam penggunaan
ataupun pengembangan tekonologi komunikasi dan informasi (information
and communication technology/ICT). Pengguna internetnya tergolong
rendah (hanya sekitar 20 juta orang), sementara total jumlah komputer
di Indonesia hanya hanya sekitar 6,5 juta unit saja. Di tengah situasi
ini, sudah selayaknya Pemerintah Indonesia, serta institusi pengambil
kebijakan lain menjadi trigger (perintis) utama yang mendorong maju
penggunaan dan pengembangan teknologi. Karena itu berbagai kebijakan
yang memungkinkan arah maju bagi terciptanya hal ini harus dilakukan
secara maksimal.

Dalam pandangan kami, arah bagi massalisasi teknologi ini membutuhkan syarat:

   1. Adanya teknologi dengan biaya yang murah, hemat, dan terjangkau
serta memungkinkan terbukanya akses yang luas bagi seluruh rakyat
Indonesia
   2. Deregulasi dalam bidang teknologi komunikasi dan informasi yang menghambat pada poin 1 (satu) tersebut di atas.

Seluruh syarat tersebut dapat terpenuhi dengan pra-syarat: dukungan dan keseriusan pemerintah dalam berbagai aspeknya, seperti:

   1. Membuat aturan-aturan yang menguntungkan penggunaan teknologi secara massal
   2. Mengalokasikan anggaran dan dana bagi penggunaan teknologi secara
massal, untuk pengembangan teknologi itu sendiri, seperti pelatihan,
riset/penelitian, dan lain-lain
   3. Mempelopori penggunaan teknologi murah yang berkualitas dan massal di institusi-institusi negara, dan lain-lain

Di tengah situasi ini, pemerintah Indonesia malah lebih mengedepankan
perlindungan hak cipta (copy right) piranti lunak (software) daripada
program massalisasi (melek) teknologi. Bahkan, dengan alasan tersebut,
pada tanggal 14 November 2006 lalu, pemerintah membuat keputusan yang
sangat mengecewakan, yakni menandatangani Memorandum of Understanding
(MoU) dengan Microsoft. Dengan penandatangan tersebut, pemerintah
berpotensi menghambur-hambukan uang negara untuk membayar lisensi
kepada Microsoft ± $ 145 juta (± Rp. 1,3 triliun) selama 3 tahun.

Dalam pandangan kami, keputusan tersebut bertentangan dengan kebutuhan
rakyat Indonesia saat ini, khususnya terkait pemajuan teknologi
informasi dan komunikasi (ICT). Sudah bukan rahasia lagi, bahwa sebagai
satu perusahaan yang murni beriorientasi profit, Microsoft sedang
gencar-gencarnya menekan berbagai negara untuk mengadopsi dan
menggunakan secara legal OS Windows berserta piranti lunak tertutup
(proprietary software) lainnya. Terkait program ini, Microsoft melalui
BSA (Business Software Alliance) beserta aparat pemerintah (Kepolisian
RI) melakukan berbagai razia. Dari razia ini, Microsoft dapat
melipatgandakan keuntungan hingga jutaan US dollar (Kompas Cyber Media,
10 Nopember 2006).

Tentu ini adalah sah bagi kelangsungan bisnis Microsoft, namun
pemerintah Indonesia seharusnya bertindak lain. Upaya serius dan
terencana untuk keluar dari ketergantungan teknologi pada satu vendor
tertentu harus dihilangkan. Dengan adanya berbagai alternatif free/open
source software (FOSS) seperti Linux, FreeBSD, dan lain-lain, tujuan
ini menjadi lebih mungkin untuk segera tercapai. Selain kemandirian
dalam bidang ICT, negara pun dapat menekan anggaran keuangan hingga
jutaan dollar. Hal ini jauh lebih berguna dibandingkan pemborosan
ratusan milyar rupiah setiap tahunnya untuk lisensi produk Microsoft
seperti Windows dan Ms Office saja.

Salah satu contoh negara yang berhasil menekan pengeluaran negara dalam
bidang ICT adalah Brazil. 300 ribu komputer di kantor pemerintah yang
dialihkan ke FOSS, berhasil menghemat anggaran US$ 120 juta dalam
setahun (Tempo, 7 Januari 2007). Bahkan negara-negara maju pun sudah
semakin banyak yang beralih ke FOSS, seperti Korea Selatan, RRC,
Jerman, dan beberapa negara Eropa lainnya. Artinya, jika pemerintah
serius hendak memajukan sektor ICT, seharusnya pemerintah lebih
menitikberatkan perhatian pada penggunaan dan pengembangan FOSS, bukan
menjadi agen langsung ataupun tidak langsung Microoft serta perusahaan
piranti lunak berlisendi/tertutup (proprietary software) lainnya.

Selain itu, menggunakan dan dan mengembangkan FOSS merupakan solusi
terbaik untuk menekan tingkat pembajakan software di Indonesia.
Peryataan Sofyan Jalil di beberapa media yang menyatakan, bahwa MoU 14
Nopember 2006 antara pemerintah dengan Microsoft adalah untuk menekan
angka pembajakan di Indonesia (Kompas, 13 Januari 2007) adalah
peryataan yang sangat pragmatis dan hanya menguntungkan perusahaan
proprietary sofware, seperti Microsoft.

Dengan penjelasan tersebut di atas, kami dari Komunitas Teknologi Informasi PENGUIN MERAH, menyatakan dan menuntut:

   1. Menolak dominasi piranti lunak Microoft dan proprietary software
lainnya untuk digunakan pada komputer-komputer di seluruh kantor
pemerintah demi penghematan dan penyelamatan uang rakyat.
   2. Menuntut pada pemerintah untuk membatalkan/ mencabut MoU 14 Nopember 2006 antara pemerintah dan Microsoft.
   3. Menuntut pada pemerintah untuk secara serius menggunakan,
menyebarluaskan, dan mengembangkan Free and Open Source Software (FOSS)
dengan menjalankan secara konsisten seperti yang sudah tertuang dalam
DEKLARASI BERSAMA INDONESIA GO OPEN SOURCE (IGOS) tanggal 30 Juni 2004.
   4. Menuntut pada pemerintah untuk mengeluarkan sebuah peryataan
terbuka pada masyarakat luas dan dunia internasional, bahwa secara
resmi Indonesia akan menggunakan FOSS pada komputer-komputer di seluruh
kantor pemerintah demi penghematan dan penyelamatan uang rakyat.

Jakarta, 15 Januari 2007

Tolak Dominasi Microsoft!

Gunakan dan Kembangkan Free & Open Source Software (FOSS)!

PENGUIN MERAH


Narendro Hariosetyawan

PEMERINTAH AWASI INTERNET

November 11th, 2006 by d3wa-mencari-cinta

PEMERINTAH AWASI INTERNET

HWRG : Ini Jelas Pesanan Amerika

Jakarta

, Menteri Komunikasi Dan Informasi
(MenKomInfo) Sofyan Djalil mengeluarkan peraturan untuk mengawasi lalu lintas
di internet melalui Parmen No.27 Tahun 2006. Lewat Parmen tersebut, pengelola/pemilik
Warung Internet (Warnet) untuk rutin melaporkan data pengunjungnya.

“Pengawasan
internet dilakukan oleh tim ID SIRTI”, kata Sofyann Djalil dihubungi di
Jakarta, kemarin. ID SIRTI merupakan kependekan dari Indonesian Security Incident Response Team on Information
Infrastructure.

Dari
informasi yang dikumpulkan, kewajiban pelaporan data pengunjung dilakukan
setiap bulan, kepada tim ID SIRTI. Identitas pengunjung dapat diperoleh dari
KTP, SIM, dan kartu pengenal sejenisnya.
Bagi pemilik warnet yang menolak melaporkan, resikonya akan dikenai pidana.
Khususnya, jika terjadinya kejahatan Cyber
yang dilakukan melalui warnet tersebut.

Sofyan
mengakui, pengawasan dilakukan setelah belakangan banyak kejahatan dunia Cyber. Seperti Carding, Deface dan Terorisme
dilakukan melalui warnet. Dia juga membantah, kebijakan tersebut dilatari
kepentingan asing.

Sementara
itu, pembentukan tim pengawas internet dikecam LSM Human Rights Working Group (HWRG). Kebijakan tersebut dianggap
bertentangan dengan konstitusi, UU No 39 tahun 1999 tentang HAM, dan konvenan
hak sipil politik yang telah diratifikasi dengan UU No 12 tahun 2005.

“Pengawasan
Internet juga Overlap dengan fungsi
dan tugas kepolisian, berdasarkan undang-undang kepolisian”, kata Refendi
Djamin, coordinator HWRG, di Jakarta, kemarin. Sebab, tim ini punya kewenangan
mengawasi dan mencegah kejahatan melalui internet, yang selama ini menjadi
tugas unit Cyber Crime kepolisian.

Selain
itu, lanjut Refendi, pengawasan tersebut dapat mengancam kebebasan memperoleh
informasi, berekspresi, dan berkomunikasi. “Ini gilirannya mengancam demokrasi
dan tumbuh kembangnya kesadaran politik masyarakat”, tegas Refendi.

Menurut
Refendi, pengawasan ineternet sarat kepentingan Amerika melawan terorisme. Ini
terkait temuan polisi bahwa sebagian aksi terorisme acapkali melalui jaringan
internet yang selama ini relative sulit di awasi. “Parmen maupun tim ID SIRTI
harus dibubarkan”, tegas aktifis LSM ini.

Kota PALEMBANG

September 28th, 2006 by d3wa-mencari-cinta

Kota Palembang
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
(Dialihkan dari Palembang)
Langsung ke: panduan arah, cari
Kota Palembang adalah salah satu kota (dahulu daerah tingkat II berstatus kotamadya) sekaligus merupakan ibu kota dari Provinsi Sumatra Selatan. Palembang adalah kota terbesar kedua di Sumatra setelah Medan. Kota ini dahulu merupakan pusat Kerajaan Sriwijaya sebelum dihancurkan oleh Majapahit. Sampai sekarang bekas area Kerajaan Sriwijaya masih ada di Bukit Siguntang, di Palembang Barat.
Setelah dihancurkan oleh berbagai peristiwa mulai dari penyerbuan pasukan maritim barbar dan isolasi dari majapahit, kota ini lalu sangat terpengaruh budaya Jawa dan Melayu. Sampai sekarang pun hal ini bisa dilihat dalam budayanya. Salah satunya adalah bahasa. Kata-kata seperti "lawang (pintu)", "gedang (pisang)", adalah salah satu contohnya. Gelar kebangsawanan pun bernuansa Jawa, seperti Raden Mas/Ayu. Makam-makam peninggalan masa Islam pun tidak berbeda bentuk dan coraknya dengan makam-makam Islam di Jawa.
Kota ini memiliki komunitas Tionghoa yang besar. Makanan khas daerah ini adalah pempek Palembang, tekwan, model, celimpungan, kue maksuba, kue 8 jam, kue engkak, laksan, burgo, dll. Makanan seperti pempek atau tekwan mengesankan "Chinese" taste masyarakat Palembang.
Palembang merupakan kota tertua di Indonesia, hal ini didasarkan pada prasasti Kedukan Bukit yang diketemukan di Bukit Siguntang, sebelah barat Kota Palembang, yang menyatakan pembentukan sebuah wanua yang ditafsirkan sebagai kota yang merupakan ibukota Kerajaan Sriwijaya pada tanggal 16 Juni 683 Masehi. Maka tanggal tersebut dijadikan patokan hari lahir Kota Palembang.
Kota Palembang juga dipercayai oleh masyarakat melayu sebagai tanah leluhurnya. Karena di kota inilah tempat turunnya cikal bakal raja Melayu pertama yaitu Parameswara yang turun dari Bukit Siguntang. Kemudian Parameswa meninggalkan Palembang bersama Sang Nila Utama pergi ke Tumasik dan diberinyalah nama Singapura kepada Tumasik. Sewaktu pasukan Majapahit dari Jawa akan menyerang Singapura, Parameswara bersama pengikutnya pindah ke Malaka disemenanjung Malaysia dan mendirikan Kerajaan Malaka. Beberapa keturunannya juga membuka negeri baru di daerah Pattani dan Narathiwat (sekarang wilayah Thailand bagian selatan). Setelah terjadinya kontak dengan para pedagang dan orang-orang Gujarat dan Persia di Malaka, maka Parameswara masuk agama Islam dan mengganti namanya menjadi Sultan Iskandar Syah.
Secara teratur, sebelum masa NK-RI pertumbuhan kota palembang dapat dibagi menjadi 5 fase utama:
1. Fase sebelum Kerajaan Sriwijaya Merupakan zaman kegelapan, karena mengingat Palembang telah ada jauh sebelum bala tentara sriwijaya membangun sebuah kota dan penduduk asli daerah ini seperti yang tertulis pada manuskrip lama di hulu sungai musi merupakan penduduk dari daerah hulu sungai komering.
2. Fase Sriwijaya Raya, Palembang menjadi pusat dari kerajaan yang membentang mulai dari barat pulau jawa, sepanjang pulau sumatera, semenanjung malaka, bagian barat kalimantan sampai ke indochina. Runtuhnya Sriwijaya sendiri utamanya karena penyerbuan bangsa-bangsa pelaut ‘yang tidak terdefinisikan’, sebagian sejarahwan mengatakan bahwa mereka adalah pasukan barbar laut dari Srilanka (Ceylon). Akibat hancurnya kekuatan maritim mereka, Sriwijaya menjadi lemah dan persekutuan daerah-daerah kekuasaanya terlepas dan ketika datangnya Ekspedisi Pamalayu dari Jawa (majapahit) ke jambi dalam melakukan isolasi kepada Palembang, untuk mencegah Sriwijaya bangkit kembali.
3. Fase Runtuhnya Kerajaan Sriwijaya, Disekitar Palembang dan sekitarnya kemudian bermunculan kekuatan-kekuatan lokal seperti Panglima Bagus Kuning dihilir sungai musi, Si Gentar Alam didaerah Perbukitan, Tuan Bosai dan Junjungan Kuat di daerah hulu sungai Komering, Panglima Gumay disepanjang Bukit Barisan dan sebagainya. Pada fase inilah Parameswara yang mendirikan Tumasik (Singapura) dan kerajaan Malaka hidup, dan pada fase inilah juga terjadi kontak fisik secara langsung dengan para pengembara dari Arab dan Gujarat.
4. Fase Kesultanan Palembang Darussalam, Hancurnya Majapahit di Jawa secara tidak langsung memberikan andil pada kekuatan lama hasil dari Ekspedisi Pamalayu di Sumatera. Beberapa tokoh penting dibalik hancurnya majapahit seperti Raden Patah, Ario Dillah (Ario Damar) dan Pati Unus merupakan tokoh-tokoh yang erat kaitanya dengan Palembang. Setelah Kesultanan Demak yang merupakan ‘pengganti’ dari majapahit dijawa berdiri, di Palembang tak lama kemudian berdiri pula ‘Kesultanan Palembang Darussalam’ dengan raja pertamanya adalah ‘Susuhunan Abddurrahaman Khalifatul Mukmiminin Sayyidul Iman’. Kerajaan ini mengawinkan dua kebudayaan, maritim peninggalan dari Sriwijaya dan agraris dari Majapahit dan menjadi pusat perdagangan yang paling besar di Semenanjung Malaka pada masanya. Salah satu Raja yang paling terkenal pada masa ini adalah Sultan Mahmud Badaruddin II yang sempat menang tiga kali pada pertempuran melawan Eropa (Belanda dan Inggris).
5. Fase Kolonialisme, Setelah jatuhnya Kesultanan Palembang Darussalam pasca kalahnya Sultan Mahmud Badaruddin II pada pertempuran yang keempat melawan Belanda yang pada saat ini turun dengan kekuatan besar pimpinan Jendral De Kock, maka Palembang nyaris menjadi kerajaan bawahan. Beberapa Sultan setelah Sultan Mahmud Badaruddin II yang menyatakan menyerah kepada Belanda berusaha untuk memberontak tetapi kesemuanya gagal dan berakhir dengan pembumi hangusan bangunan kesultanan untuk menghilangkan simbol-simbol kesultanan. Setelah itu Palembang dibagi menjadi dua keresidenan besar, dan pemukiman di Palembang dibagi menjadi daerah Ilir dan Ulu.
Kota Palembang telah dicanangkan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono sebagai ‘Kota Wisata Air’ pada tanggal 27 September 2005. Presiden mengungkapkan bahwa kota Palembang dapat dijadikan kota wisata air seperti Bangkok, Thailand dan Pnomh Phenh, Kamboja.
Kecamatan : Muara Enim
Camat : Drs. Andy Wijaya, MM

Berdiri : 5/16/1976
Luas : 164.74  km2
Gambaran Umum Pemerintahan

Sejalan dengan upaya Pemerintahan untuk mendekatkan pusat pusat pelayanan administrasi pada masyarakat, sejak pertengahan 2001 Pemerintah Kabupaten Muara Enim telah berketetapan untuk melaksanakan pemekaran wilayah, dalam hal ini pemekaran wilayah kecamatan. Kecamatan pembantu Ujan Mas, semula berada diwilayah Kecamatan Muara Enim, ditingkatkan statusnya menjadi kecamatan ujan mas. Dengan demikian wilayah, wilayah administrasi Kecamatan Muara Enim mengalami penciutan. Wilayah Kecamatan Muara Enim dibagi habis kedalam 15 Desa/Kelurahan , dengan Kelurahan Pasar III sebagai ibukota kecamatan

Daftar Pemerintahan Kecamatan Muara Enim

Rincian Desa/Kelurahan
Kecamatan  Muara Enim
Nama Jenis Kepala
Desa/Lurah Jumlah Penduduk Luas
(Km2) Kepadatan
jiwa/km2
Muara Harapan
Desa Definitif Nazaruddin
1400 10.65 131
Kepur
Desa Definitif Anuar
2528 29 87
Tanjung Serian
Desa Definitif Baharudin
1441 15 96
Tanjung Raja
Desa Definitif Marpuat
2028 14.5 140
Karang Raja
Desa Definitif Sahidan
5406 26 208
Suka Jaya
Desa Definitif Tigor. T, S.Ag
1059 10 106
Pasar 1
Kelurahan Arlan Depil, S.Sos
3839 3.5 1097
Pasar 2
Kelurahan Kurniawan, S.Sos
8489 2.04 4161
Pasar 3
Kelurahan A. Qulyubi, BA
5969 3.45 1730
Tungkal
Kelurahan Drs. Darmawi
3291 2.5 1316
Lubuk Empelas
Desa Definitif Abubakarudin
1449 1.5 966
Tanjung Jati
Desa Definitif Sarjuni
1266 1.5 844
Muara Lawai
Desa Definitif Yanudin
2015 0 0
Muara Enim
Kelurahan M. Asyik Burhan
7067 30.1 235
Harapan Jaya
Desa Definitif M Karejo
1290 15 86
Air Lintang
Desa Definitif
0 0 0
Total 48537 164.74

Rincian Penduduk Kecamatan Muara Enim Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin
Kelompok Umur Laki - Laki Perempuan Jumlah
Jiwa % Jiwa % Jiwa %
0 - 4 1431 2.9% 1419 2.9% 2850 5.9%
5 - 9 2113 4.4% 2190 4.5% 4303 8.9%
10 - 14 2123 4.4% 2131 4.4% 4254 8.8%
15 - 19 2566 5.3% 2580 5.3% 5146 10.6%
20 - 24 2959 6.1% 2867 5.9% 5826 12.0%
25 - 29 2919 6.0% 2914 6.0% 5833 12.0%
30 - 34 2373 4.9% 2318 4.8% 4691 9.7%
35 - 39 2024 4.2% 2035 4.2% 4059 8.4%
40 - 44 1877 3.9% 1801 3.7% 3678 7.6%
45 - 49 1435 3.0% 1416 2.9% 2851 5.9%
50 - 54 875 1.8% 971 2.0% 1846 3.8%
55 - 59 525 1.1% 529 1.1% 1054 2.2%
60 - 64 426 0.9% 452 0.9% 878 1.8%
65 - 69 308 0.6% 362 0.7% 670 1.4%
70 + 282 0.6% 316 0.7% 598 1.2%
none 0 0.0% 0 0.0% 0 0.0%
Jumlah 24236 49.9% 24301 50.1% 48537 100%

     Geografis

- Luas Kecamatan:
   164.74 km2
- Ketinggian:
  25-100 m
- Jenis Tanah:
  Alluvial

     Pemerintahan

Desa Definitif: 11
Kelurahan: 5
Jumlah : 16

     Penduduk

- Laki-laki:
  24236 Jiwa
- Perempuan:
  24301 Jiwa
- Total:
  48537 Jiwa
Laki
50.1%

Perempuan

Tanjung Enim Mining Unit in South Sumatera has applied the open pit mining method and has mining operations in Air Laya Pit, North Muara Tiga Besar Utara, South Muara Tiga Besar and West Banko.

Most of production of the Mining Unit is railed to Tarahan Port (Lampung) and Kertapati Pier (South Sumatera) using trains to be further distributed to domestic as well as international markets.

Tanjung Enim
Kuasa Pertambangan Kode Luas Lokasi
Eksplorasi KW.97PP0350 26.670 hektar Bukit Kendi - Bunian, Arahan, Banjarsari, Lahat
KW.96J00196 76.970 hektar Muara Enim dan Ogan Komering Ulu (Banko - Subanjeriji)
Eksploitasi KW.00PP0083 (DU.8) 7.621 hektar Muara Enim(Air Laya)
DU.1422 4.500 hektar Muara Enim (Banko Barat)
DU.1426 3.300 hektar Lahat (Muara Tiga Besar)
Pengangkutan Dan Penjualan KW.00PP0083 (DU.8) 7.621 hektar Muara Enim (Air Laya)
KW.1422_SML 4.500 hektar Muara Enim(Banko Barat)
KW.1426_SML 3.300 hektar Lahat(Muara Tiga Besar)

Bukit Kendi
Kuasa Pertambangan Kode Luas Lokasi
Eksploitasi KW.97PP0146 881,70 hektar Kabupaten Muara Enim dan Lahat
Pengangkutan Dan Penjualan KW.97PP0146 881,70 hektar Kabupaten Muara Enim dan Lahat

PT. Pupuk Sriwidjaja (Persero), otherwise known as PT Pusri, is a State-Owned Enterprise with a business in the production and marketing of fertilizers. PT Pusri was legally established through Eliza Pondaag Notarial Decree No. 177 dated December 24, 1959 and published in the State Gazette No. 46 of June 7, 1960. PT Pusri, with its Head Office and Production Center at Palembang, South Sumatera, is the first producer of urea fertilizer in Indonesia.
PT Pupuk Sriwidjaja (Persero), yang lebih dikenal sebagai PT Pusri, merupakan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang produksi dan pemasaran pupuk. Secara legal, PT Pusri resmi didirikan berdasarkan Akte Notaris Eliza Pondaag nomor 177 tanggal 24 Desember 1959 dan diumumkan dalam Lembaran Berita Negara Republik Indonesia nomor 46 tanggal 7 Juni 1960. PT Pusri, yang memiliki Kantor Pusat dan Pusat Produksi berkedudukan di Palembang, Sumatera Selatan, merupakan produsen pupuk urea pertama di Indonesia
PT. Pupuk Sriwidjaja (Persero), otherwise known as PT Pusri, is a State-Owned Enterprise with a business in the production and marketing of fertilizers. PT Pusri was legally established through Eliza Pondaag Notarial Decree No. 177 dated December 24, 1959 and published in the State Gazette No. 46 of June 7, 1960. PT Pusri, with its Head Office and Production Center at Palembang, South Sumatera, is the first producer of urea fertilizer in Indonesia.

PT Pupuk Sriwidjaja (Persero), yang lebih dikenal sebagai PT Pusri, merupakan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang produksi dan pemasaran pupuk. Secara legal, PT Pusri resmi didirikan berdasarkan Akte Notaris Eliza Pondaag nomor 177 tanggal 24 Desember 1959 dan diumumkan dalam Lembaran Berita Negara Republik Indonesia nomor 46 tanggal 7 Juni 1960. PT Pusri, yang memiliki Kantor Pusat dan Pusat Produksi berkedudukan di Palembang, Sumatera Selatan, merupakan produsen pupuk urea pertama di Indonesia.

During the course of its history, PT Pusri had undergone two changes in its legal entity. The first change occurred pursuant to law No. 20 of year 1964, from Limited Liability Company (PT) to State Enterprise (PN). The second change resulted from Law No. 20 of 1969 and based on Soeleman Ardjasasmita Notarial Decree of January 1970, the Company’s status as Limited Liability Company was reinstated.

PT Pusri telah mengalami dua kali perubahan bentuk badan usaha. Perubahan pertama berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 20 tahun 1964 yang mengubah statusnya dari Perseroan Terbatas (PT) menjadi Perusahaan Negara (PN). Perubahan kedua terjadi berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 20 tahun 1969 dan dengan Akte Notaris Soeleman Ardjasasmita pada bulan Januari 1970, statusnya dikembalikan ke Perseroan Terbatas (PT).

With regards to its capital funding, PT Pusri also experienced a number of changes in line with the development of the fertilizer industry in Indonesia. Law No. 28 of August 7, 1997 stipulated that ownership of all Government shares existing in PT Pupuk Kujang, PT Pupuk Iskandar Muda, PT Pupuk Kalimantan Timur Tbk. and PT Petrokimia Gresik in the amount of Rp. 1,829,290 million are transferred to PT Pupuk Sriwidjaja (Persero).

Dari aspek permodalan, PT Pusri juga mengalami perubahan seiring perkembangan industri pupuk di Indonesia. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 28 tanggal 7 Agustus 1997 ditetapkan bahwa seluruh saham Pemerintah pada industri pupuk PT Pupuk Kujang, PT Pupuk Iskandar Muda, PT Pupuk Kalimantan Timur Tbk., dan PT Petrokimia Gresik sebesar Rp. 1.829.290 juta dialihkan kepemilikannya kepada PT Pupuk Sriwidjaja (Persero).

PT Pusri’s capital structure was further strengthened through a transfer of Rp. 6 billion Government shares at PT Mega Eltra to PT Pusri and an additional paid-up capital of Rp. 728,768 nillion from recapilatization of PT Pupuk Kaltim Tbk. deferred profits. Overall, PT Pusri’s total paid-up capital and capital in-place amounts to Rp. 3,634,768 million.

Struktur modal PT Pusri diperkuat lagi dengan adanya pengalihan saham Pemerintah sebesar Rp. 6 milyar di PT Mega Eltra kepada PT Pusri serta tambahan modal disetor sebesar Rp. 728.768 juta dari hasil rekapitalisasi laba ditahan PT Pupuk Kaltim Tbk. Dengan demikian keseluruhan modal disetor dan ditempatkan PT Pusri per 31 Desember 2002 adalah Rp. 3.634.768 juta.

PT Pupuk Sriwidjaja (Persero), yang lebih dikenal sebagai PT Pusri, merupakan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang produksi dan pemasaran pupuk. Secara legal, PT Pusri resmi didirikan berdasarkan Akte Notaris Eliza Pondaag nomor 177 tanggal 24 Desember 1959 dan diumumkan dalam Lembaran Berita Negara Republik Indonesia nomor 46 tanggal 7 Juni 1960. PT Pusri, yang memiliki Kantor Pusat dan Pusat Produksi berkedudukan di Palembang, Sumatera Selatan, merupakan produsen pupuk urea pertama di Indonesia.
PT Pusri telah mengalami dua kali perubahan bentuk badan usaha. Perubahan pertama berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 20 tahun 1964 yang mengubah statusnya dari Perseroan Terbatas (PT) menjadi Perusahaan Negara (PN). Perubahan kedua terjadi berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 20 tahun 1969 dan dengan Akte Notaris Soeleman Ardjasasmita pada bulan Januari 1970, statusnya dikembalikan ke Perseroan Terbatas (PT).
Dari aspek permodalan, PT Pusri juga mengalami perubahan seiring perkembangan industri pupuk di Indonesia. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 28 tanggal 7 Agustus 1997 ditetapkan bahwa seluruh saham Pemerintah pada industri pupuk PT Pupuk Kujang, PT Pupuk Iskandar Muda, PT Pupuk Kalimantan Timur Tbk., dan PT Petrokimia Gresik sebesar Rp. 1.829.290 juta dialihkan kepemilikannya kepada PT Pupuk Sriwidjaja (Persero).
Struktur modal PT Pusri diperkuat lagi dengan adanya pengalihan saham Pemerintah sebesar Rp. 6 milyar di PT Mega Eltra kepada PT Pusri serta tambahan modal disetor sebesar Rp. 728.768 juta dari hasil rekapitalisasi laba ditahan PT Pupuk Kaltim Tbk. Dengan demikian keseluruhan modal disetor
dan ditempatkan PT Pusri per 31 Desember 2002 adalah Rp. 3.634.768 juta.
Industri di kota Palembang

Badan Usaha Milik Negara ( BUMN ) dengan pemegang saham tunggal adalah Pemerintah Republik Indonesia.
Pusri didirikan pada tanggal 24 Desember 1959 di Palembang, dengan kegiatan usaha memproduksi pupuk urea.

  Pada tahun 1963 beroperasi pabrik pupuk urea pertama yaitu : ” PUSRI I ” dengan kapasitas terpasang 
    sebesar 100.000 ton per tahun.

  Tahun 1974 dibangun pabrik pupuk Urea kedua yaitu “ PUSRI II “ dengan kapasitas terpasang sebesar
    380.000 ton pertahun ( sejak tahun 1992 kapasitasnya ditingkatkan / optimasi menjadi 570.000 ton /
    tahun ).

  Tahun 1976 dibangun pabrik pupuk Urea ketiga, yaitu “ PUSRI III ” dengan kapasitas terpasang
     sebesar  570.000 ton pertahun.

  Tahun 1977 dibangun pabrik pupuk Urea keempat, yaitu “ PUSRI IV ” dengan kapasitas terpasang
    sebesar 570.000 ton pertahun.

  Tahun 1990 dibangun pabrik pupuk Urea, yaitu “ PUSRI I B ” dengan kapasitas terpasang sebesar
    570.000 ton pertahun sebagai pengganti pabrik Puri I yang dihentikan operasinya karena usia tehnis
    dan sudah tidak efisien lagi.
    Pabrik ini mulai berproduksi pada tahun 1994, merupakan pabrik pertama yang dikerjakan sebagian
    besar  oleh ahli-ahli bangsa Indonesia, yang dibangun dengan konsep hemat energi dan
    menggunakan sistem  kendali komputer “Distributed Control System”

  Tahun 1979, pemerintah menetapkan PT.Pusri sebagai perusahaan yang bertanggung jawab
    dalam pengadaan dan penyaluran seluruh jenis pupuk bersubsidi, baik yang berskala dari
    produksi dalam negeri maupun import untuk memenuhi kebutuhan program intensivikasi
    pertanian (Bimas dan Inmas).

  Tahun 1997 dibentuk Holding BUMN Pupuk di Indonesia dan PT. Pusri ditunjuk oleh pemerintah
    sebagai induk perusahaan.

  Tanggal 1 Desember 1998, pemerintah menghapus subsidi dan tata niaga seluruh jenis
    pupuk, baik pupuk yang diproduksi dalam negeri maupun pupuk import.

Sejak awal berproduksi, pada Bulan Oktober 1963 sampai dengan tahun 1967, PT Pusri hanya sebagai produsen, sedangkan PT Pertani sebagai pembeli tunggal yang memasarkan kepada konsumen.
Pada tahun 1968-1969, pembayaran dari PT Pertani mengalami kemacetan, sejak itu PT Pusri mulai memasarkan sendiri dengan menggunakan jasa perusahaan-perusahaan tertentu (CV Tulus Karya, FA Taman Sari, CV Tiga Daya dan CV Toyamas).

Tahun 1970, Unit Pemasaran PT Pusri dibentuk dengan fungsinya mendistribusikan dan menyalurkan sarana produksi pertanian. Tahun 1970-1971, mulai dibentuk KPW di beberapa propinsi antara lain Jatim, Jateng, Jabar, Sumsel, Sumut dan Sulsel. Pembentukan ini berhubungan dengan ditetapkannya PT Pusri sebagai distributor/ importir pupuk TSP dan Urea untuk memenuhi program BIMAS/INMAS tanaman pangan sesuai surat Mentan/Ketua BP.Bimas No.380/KP/UM/7/70 tanggal 17 Juli 1970 bersama-sama dengan importir/distributor lainnya yaitu PN Pertamina, PT Panca Niaga, PT Cipta Niaga, PT Intrada, PT Lamtoro Agung dan PT Jaya NIaga. PT Pusri diharuskan bertanggungjawab atas kelancaran penyediaan pupuk.

Berdasarkan Keputusan Pemerintah Nomor : 56/KP/II/1979 tanggal 15 Februari 1979, PT Pusri ditunjuk sebagai Distributor Nasional untuk seluruh jenis pupuk bersubsidi (Urea, TSP, & DAP). Fungsinya mendistribusikan dan menyalurkan pupuk bersubsidi baik produksi dalam negeri maupun impor untuk kebutuhan sektor pertanian sampai Lini IV. Dalam perjalanan waktu, jenis pupuk ditambah dengan pupuk ZA, KCl, ZK, KS, KNO3 dan SP-36.
Pelaksanaan atas SK Menteri Perdagangan dan Koperasi Nomor : 56/KP/II/1979 diatur lebih rinci dalam Surat Keputusan No. 004/Dagri/Kp/II/1979.

Surat Keputusan Menteri Perdagangan dan Koperasi No.91/KP/III/83 mengatur tentang Ketentuan Pengadaan dan Penyaluran Pupuk serta Pestisida untuk Sektor BIMAS dan non BIMAS. Penyaluran pupuk Urea, TSP, DAP, KCl, ZA yang berasal dari produsen dalam negeri maupun impor untuk kebutuhan BIMAS/INMAS dan non BIMAS merupakan tanggung jawab PT Pusri, sedangkan KUD/PUSKUD ditunjuk sebagai penyalur dari Lini III ke Lini IV mulai MT 1983.

SK Menteri Perdagangan No.1075/KP/VIII/84 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk dan Pestisida Bersubsidi. PT Pusri masih bertanggung jawab dalam pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi. Prioritas penyalur yang ditunjuk oleh PT Pusri adalah Koperasi, Persero Niaga, dan Swasta. Jika penyalur tersebut tidak dapat memenuhi tanggung jawabnya, PT Pusri berkewajiban melaksanakan penyaluran sampai ke Lini IV.

SK Menteri Perdagangan No. 61/KP/2/1988 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk dan Pestisida Bersubsidi. Penyaluran pupuk bersubsidi dari Lini III ke Lini IV dilakukan oleh KUD Penyalur yang ditunjuk oleh PT Pusri.

Keputusan Bersama Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri dan Direktur Jenderal Bina Usaha Koperasi No. 03/DAGRI/KP/II/1988 dan No. 60/BUK/SKB/II/1988 tanggal 29 Februari 1988 tentang Pelaksanaan Keputusan Menteri Perdagangan No. 61/KP/II/1988 mengenai Pengadaan dan Penyaluran Pupuk dan Pestisida Bersubsidi. KUD penyalur untuk pupuk dan pestisida bersubsidi adalah KUD yang telah mendapat rekomendasi dari Direktur Jenderal Bina Usaha Koperasi/Pejabat yang ditunjuk.

SK Menteri Perdagangan No. 60/KP/IV/1989 tanggal 01 April 1989 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi. Pupuk bersubsidi digunakan untuk keperluan Intensifikasi dan Non Intensifikasi. Pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi dari dalam negeri dari Lini I maupun impor dari Lini II sampai dengan Lini IV, menjadi tanggung jawab PT Pusri. Dalam hal penyaluran pupuk  dari Lini III ke Lini IV, dilakukan oleh KUD penyalur.

Pelaksanaan dari SK No. 60/KP/IV/1989 diatur dalam Surat Keputusan Bersama Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri dan Direktur Jenderal Bina Usaha Koperasi Nomor : 02/DAGRI/KP/IV/1989  dan No 117/SKB/BUK/IV/1989.

Melalui Keputusan Pemerintah No. 831/KMK.016/1993 tanggal 16 Oktober 1993 jenis pupuk KCl, KS, ZK dan KNO3 tidak disubsidi lagi oleh Pemerintah.

Melalui Keputusan No. 495/KMK.016/1994 tanggal 08 Oktober 1994, dinyatakan bahwa jenis pupuk ZA dan TSP/SP-36 tidak disubsidi lagi oleh Pemerintah.

SK Menteri Perdagangan No. 182/KP/VIII/95 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk untuk Tanaman Pangan. SK ini mencabut Keputusan Menteri Perdagangan No. 60/KP/IV/1989 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi. Pupuk yang diatur adalah Urea, TSP/SP-36 dan ZA. PT Pusri bertanggung jawab terhadap pengadaan dan penyaluran pupuk urea, sedangkan PT Petrokimia Gresik bertanggung jawab atas pengadaan dan penyaluran pupuk TSP/SP-36 dan ZA, mulai dari Lini I sampai Lini IV. PT Pusri dan PT Petrokimia Gresik bekerjasama dengan produsen/importir pupuk dalam pengadaan dan penyaluran pupuk tersebut.

SK Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. 38/MPP/Kep/3/96 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk untuk Sektor Pertanian. Tanggung jawab atas pengadaan dan penyaluran pupuk Urea, SP-36/TSP dan ZA dari Lini I sampai dengan IV untuk Sub Sektor Tanaman Pangan dilaksanakan oleh PT Pusri. KUD penyalur ditunjuk oleh PT Pusri, sedangkan KUD pengecer dan pengecer ditunjuk oleh KUD penyalur dengan persetujuan PT Pusri. 

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 28/1997 tanggal 07 Agustus 1997 dibentuk holding BUMN pupuk yang terdiri dari PT Pusri, PT Pupuk Iskandar Muda (PT PIM), PT Pupuk Kujang, PT Petrokimia Gresik dan PT Pupuk Kaltim. Kegiatan distribusi dan pemasaran pupuk tetap dilaksanakan oleh PT Pusri.

Melalui Keputusan Pemerintah No. 207/KMK.016/1998 tanggal 09 April 1998, disebutkan bahwa jenis pupuk ZA dan SP-36 untuk sektor pertanian disubsidi lagi oleh pemerintah.

SK Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. 378/MPP/Kep/8/1998 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk untuk Sektor Pertanian. Pupuk bersubsidi (urea, SP-36, ZA dan KCl) untuk tanaman pangan, perikanan, peternakan dan perkebunan rakyat  merupakan barang dalam pengawasan. PT Pusri sebagai pelaksana dan penanggung jawab atas pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi dari Lini I sampai IV. Produsen pupuk wajib mencantumkan tulisan "Bersubsidi" pada sisi depan kantong pupuk.

Melalui media elektronik pada tanggal 01 Desember 1998, Menteri Pertanian RI mengumumkan bahwa tata niaga pupuk tidak diatur lagi dan subsidi pupuk dihapuskan. Namun melalui Keputusan Pemerintah No. 26/MPP/Kep/1999 tanggal 14 Januari 1999, PT Pusri masih ditunjuk sebagai penanggung jawab pengadaan dan penyaluran serta ketersediaan stok pupuk urea, SP-36/TSP, ZA dan KCl bagi petani tanaman pangan di daerah-daerah yang sulit dijangkau sesuai Ketetapan Menteri Pertanian. Tambahan biaya distribusi dimintakan kepada Menteri Keuangan. PT Pusri (holding) masih mengambil posisi berkepihakan pada kepentingan petani.

Untuk membantu pabrik pupuk urea agar dapat berproduksi secara berkesinambungan, pemerintah memberikan fasilitas IGD (Insentif Gas Domestik) kepada PT Pusri, PT Pupuk Kaltim, dan PT Pupuk Kujang melalui Surat  Menteri Keuangan nomor : S-588/MK.017/2000 tanggal 24 November 2000 dan Surat No. S-650/MK.017/2000 tanggal 26 Desember 2000.
Harga gas yang menjadi beban PT Pusri (Pusri IB, II, III, dan IV), PT Pupuk Kaltim atas konsumsi gas tambahan (volume melebihi kontrak) pada Kaltim I, II dan III serta PT Pupuk Kujang adalah sebesar US$ 1,3 per MMBTU.

Pemerintah mengatur kembali tata niaga pupuk urea melalui keputusan Menperindag Nomor : 93/MPP/Kep/3/2001 tanggal 14 Maret 2001 tentang pengadaan dan penyaluran pupuk urea untuk sektor pertanian. Penyaluran pupuk urea untuk tanaman pangan, perikanan, peternakan dan perkebunan rakyat dilaksanakan oleh unit niaga PT Pusri, produsen, distributor dan pengecer. SK ini juga memuat tentang persyaratan sebagai distributor.

Surat Keputusan (SK) Menperindag No 70/MPP/Kep/2/2003 tanggal 11 Februari 2003 telah mengatur kembali pola Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian, yaitu dengan pola rayonisasi distribusi pupuk bagi produsen pupuk.
Dalam hal ini, Menperindag menetapkan PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) bertanggung jawab terhadap distribusi pupuk urea ke Propinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD) dan Sumatera Utara.

PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) bertanggung jawab atas distribusi pupuk ke Propinsi Sumatera Barat, Jambi, Riau, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DIY, dan Kalimantan Barat.

Sedangkan PT Pupuk Kujang mendistribusikan ke Propinsi Jawa Barat dan PT Petrokimia Gresik (Petrogres) ke Propinsi Jawa Timur. Sementara PT Pupuk Kaltim (PKT) mendistribusikannya ke Propinsi Bali, NTB, NTT, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Maluku, Maluku Utara dan Papua.

Kemudian menyusul Surat Keputusan No. 306/MPP/Kep/4/2003 yang mengatur tentang perubahan atas Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No 70/MPP/Kep/2/2003 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian. SK ini mengatur tentang syarat-syarat bagi importir serta tatacara pengadaan pupuk bersubsidi dan non subsidi melalui impor.

Dalam rangka lebih meningkatkan kelancaran pengadaan dan pendistribusian pupuk bersubsidi, maka Pemerintah menerbitkan Surat Keputusan nomor : 356/MPP/Kep/5/2004 tanggal  27 Mei 2004 yang menegaskan kembali tanggung jawab masing-masing Produsen, Distributor, Pengecer serta pengawasan terhadap pelaksanaannya dilapangan.

Tarif Dasar PDAM Naik 28%

September 28th, 2006 by d3wa-mencari-cinta

Tarif Dasar PDAM Naik 28%
Kamis, 28 September 2006
Akhir Desember Resmi Berlaku

PALEMBANG – Anda masih ingat rencana kenaikan tarif dasar PDAM Tirta Musi sebesar 20%? Ternyata, dalam
rapat tertutup jajaran direksi PDAM dengan Wali Kota Ir H Eddy Santana Putra MT di kantor pemkot, kemarin (27/9),
memutuskan kenaikan sebesar 28%. Tarif baru tersebut mulai berlaku akhir Desember.“DPRD kota setuju
dengan kenaikan tarif dasar sebesar 28% itu. Jika tidak dinaikkan PDAM bisa kolaps,” ungkap Direktur Utama
PDAM Tirta Musi, Ir Syaiful DEA, usai rapat.
Dia kembali mengingatkan bahwa selama ini PDAM sangat terbebani dengan penjualan air. Ini mengingat harga jual
kepada masyarakat Rp 755 per meter kubik jauh lebih rendah dibandingkan dengan biaya pengolahan Rp 1.700 per
meter kubik.
Selain itu, tarif dasar PDAM Tirta Musi paling rendah dibandingkan dengan tarif dasar air di kabupaten/kota lain.
“Dengan Muara Enim saja misalnya, tarif kita jauh lebih rendah.”
Untungnya, menurut Syaiful, operasional PDAM selama ini tertutupi subsidi silang dari rekening air industri, pelabuhan,
hotel dan lainnya. “Tanpa subsidi ini operasional kita tidak bisa berjalan,” ujarnya.
Dijelaskan, kenaikan 28 persen tersebut angka rata-rata. Dengan lain kata, ada kenaikan yang lebih tinggi, terutama
untuk golongan pelanggan industri, hotel, pelabuhan dan lainnya. Sebaliknya, ada yang lebih rendah yakni untuk
pelanggan rumah tangga.
Sementara itu, sejumlah warga yang ditemui koran ini mengaku tidak keberatan dengan rencana kenaikan tersebut.
“Kita tidak masalah tarifnya dinaikkan. Yang penting dengan kenaikan itu pelayanan semakin
ditingkatkan,” kata Rohiya, pelanggan PDAM di kawasan Sekip.
Menurut dia, distribusi air hendaknya 24 jam tidak terbatas seperti saat ini. Di Kawasan Sekip distribusi air hanya lima
jam, yakni pukul 05.00 hingga 09.00 WIB, selain itu untuk memperoleh air harus menggunakan pompa, jika tidak air tidak
keluar.
Senada juga disampaikan Lusi warga Km 5. Katanya, mereka hanya menikmati layanan air bersih pada malam hari,
sedangkan siangnya tidak ada. “Kalau bisa 24 jam, sebab kebutuhan air kita terkadang lebih banyak pada siang
hari,” tukasnya. (35)
.:: Harian Pagi Sumatera Ekspres Palembang ::.
http://sumeks.co.id _PDF_POWERED _PDF_GENERATED 28 September, 2006, 23:22

4.000 Warga Dempo Siap Diungsikan
Kamis, 28 September 2006

PAGAR ALAM – Apa yang dilakukan jika Gunung Api Dempo sudah membahayakan bagi warga sekitarnya?
Menurut Wali Kota Pagar Alam, Drs H Djazuli Kuris MM, 4.000 warga yang beremukim di pinggang Gunung Dempo akan
diungsikan ke tempat yang lebih aman.
Meningkatnya status Gunung Api Dempo Pagar Alam dari level I atau aktif normal menjadi Waspada atau level II yang
dikeluarkan Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Bandung membuat pihaknya harus lebih ekstra
mempersiapkan segala sesuatunya, terutama menghadapi hal yang terburuk.
“Empat ribu warga tersebut tersebar di dua kelurahan, Gunung Dempo dan Dempo Makmur yang masuk
Kecamatan Pagar Alam Selatan dan Dempo Selatan. Namun nantinya yang paling diutamakan adalah yang di Kampung
IV, Kampung III, Kampung II, dan Kampung I yang berada di sepanjang pinggang Gunung Dempo Pagar Alam. Besok,
kita akan kumpulkan seluruh unsur muspida membahas peningkatan status yang ada,” tegasnya kepada koran ini
di ruang kerjanya, kemarin.
Sementara ini, posko induk masih berada di bawah kendali Bagian Kesbang dan Linmas yang berada di Sekretariat
Pemkot Pagar Alam kompleks Perkantoran Gunung Gare. Sedangkan posko-posko bencana alam sudah disiapkan di
masing-masing kecamatan dalam Kota Pagar Alam. Termasuk bus-bus dan kendaraan PBK sudah disiapkan di pos-pos
yang ditentukan tim Sarkolak Bencana Alam di bawah pengawasan Bagian Kesbang dan Linmas.
Terpisah, Ketua Pos Pemantau Gunung Api Gunung Dempo, Slamet, didampingi stafnya Mulyadi—yang baru
turun dari puncak gunung api—mengatakan, rencananya besok tim Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana
Geologi dari Bandung akan datang ke Pagar Alam. Mereka akan melihat secara langsung fenomena atau aktivitas
Gunung Api Dempo yang meletus beberapa hari lalu itu dari dekat.
Dari hasil pemantauan langsung ke puncak gunung api, di antaranya adanya lumpur dingin yang sudah keluar menuju
Sungai Bayau, Muara Pinang. Kemudian juga bau belerang yang cukup menyengat di sekitar puncak Gunung Api
Dempo, terdengar pula suara gemuruh air mendidih. Di sekitar dinding kawah dan di puncak gunung api terdapat lumpur
dingin yang tebalnya 1-5 mm yang menempel di batu-batu dan pohon panjang umur dengan bau belerangnya sangat
menyengat.
Ditambahkannya, terlihat juga banyak dinding kawah sudah banyak yang longsor dan retak-retak. Air danau kawah
berukuran sekitar 0,5 m dari bibir kawah. “Yang menjadi tanda tanya saat ini, diduga kepulan asap yang sering
terlihat dari Pagar Alam pada saat letusan bukan berasal dari kawah gunung api, tapi berasal dari luar kawah,”
terangnya seraya mengatakan inilah yang saat sekarang terus menjadi perhatian pihaknya.
Pascaletusan pertama sampai saat ini sudah sering terjadi gempa vulkanik dalam atau kecil yang terpantau dari alat
seismograf di pos pengamatan.
“Dari jam 9-10 tadi malam juga tercatat banyak sekali aktivitas di gunung api tersebut dan alat kita mencatat
terjadinya gempa vulkanik jauh yakni pukul 23.40 dan pukul 07.46 pagi ini,” terangnya seraya mengatakan jika ini
terus berlangsung bisa saja status yang ada naik level III yakni Siaga atau level 4 Awas.
Sementara itu, terpisah Kapolres Pagar Alam AKBP Drs Yudhi Faizal SH, mengatakan, dalam mengantisipasi berbagai
kemungkinan terburuk jika terjadi letusan, pihaknya sudah menyiapkan dua SSK (satuan setingkat kompi) di Mapolres
Pagar Alam.
Bupati Harunata Tinjau Sungai Bayau
Terkait meningkatnya kadar sulfur (belerang) di aliran Sungai Bayau yang membelah Kecamatan Lintang Kanan dan
Pendopo, Bupati Lahat Drs H Harunata MM dijadwalkan hari ini (28/9) akan meninjau langsung ke lokasi.
Kepala Bagian Humas Setda Lahat, Herman Z Ssos, mengatakan, kunjungan bupati dimaksudkan untuk melihat dari
dekat kondisi aliran air Sungai Bayau. Bupati akan pula mengunjungi masyarakat sekitar untuk mengingatkan agar
sementara waktu tak melakukan aktivitas penambangan di sungai itu.
“Pak bupati dijadwalkan akan juga memberikan imbauan kepada masyarakat Muara Pinang dan sekitarnya
untuk tetap siaga dan waspada jika mungkin terjadi hal-hal yang tak diinginkan,” singkat Herman.
Sementara itu, dalam wawancara singkat Bupati Harunata bersama koran ini beberapa waktu lalu, disebutkan bupati
jika pemerintah Kabupaten Lahat saat ini telah dalam kondisi siap siaga jika terjadi kemungkinan terburuk. Strategi dan
persiapan yang dilakukan termasuk langkah penanganan evakuasi dan penanggulangan korban bencana. (44/20)
.:: Harian Pagi Sumatera Ekspres Palembang ::.
http://sumeks.co.id _PDF_POWERED _PDF_GENERATED 28 September, 2006, 23:26

4 Oktober, Pengurus SFC ke Baturaja
Kamis, 28 September 2006

PALEMBANG - Menindaklanjuti persiapan launching skuad Sriwijaya FC 2007, pengurus SFC mulai melakukan gerakan.
Menurut rencana, 4 Oktober mendatang manajemen SFC seperti MC Bariyadi (manajer), Bambang Supeno (sekretaris
tim), Drs Syamsurramel (sekum PSSI Sumsel), Faisal Mursyid (wakil sekretaris umum) akan berangkat ke Baturaja.
“Kemungikinan usai meninjau persiapan Baturaja, pengurus SFC juga akan meninjau Prabumulih atau bisa juga
ke Lubuk Lingau. Ya, tergantung situasi dan kondisinya nanti. Yang jelas kita akan meninjau kondisi lapangan sepak
bola di sana dan juga persiapan lainnya,” ungkap MC Bariyadi, kemarin (27/9).
Pengurus SFC benar-benar akan membuktikan bahwa tim sepak bola yang berjuluk Laskar Sriwijaya ini memang milik
masyarakat Sumsel. Tidak hanya dominan di Palembang saja tapi daerah-daerah lain di Sumsel juga berhak mengenal
dan menyaksikan langsung tim SFC, terutama seluruh punggawanya.
Lantas, seandainya nanti ada kekurangan atau hal-hal yang mesti diperbaiki pengurus PSSI di Baturaja atau
Prabumulih, apakah manajemen SFC akan memberikan bantuan material? “Masalah itu nanti akan kita bicarakan
lebih lanjut, soalnya ini menyangkut tim SFC sendiri. Bagaimana baiknya, akan kita rapatkan lagi. Selain meninjau
lapangan sepak bola, kita membahas persiapan secara kesulurahan dengan panitia di sana sebelum launching
SFC,” cetus pengusaha sukses ini.
Informasi terakhir, memang ada dua tempat yang akan dijadikan arena launching, yaitu Baturaja dan Prabumulih.
Tetapi tidak menutup kemungkinan juga merambah ke kota-kota lainnya, seperti Lubuk Linggau. Apalagi antusias
masyarakat Lubuk Linggau juga sangat tinggi terhadap Andi Odang dan kawan-kawan. (mg2)
.:: Harian Pagi Sumatera Ekspres Palembang ::.
http://sumeks.co.id _PDF_POWERED _PDF_GENERATED 28 September, 2006, 23:26

Otonomi Setengah Hati
Minggu, 03 September 2006
Judul Buku : Potret Pemerintahan Lokal di Indonesia di Masa
Perubahan
Penulis : Tri Ratnawati
Penerbit : Pustaka Pelajar, Yogyakarta
Cetakan : I, Juli 2006
Tebal : xx + 418 Halaman
Rezim otoritarianisme Orde Baru yang menerapkan pemerintahan secara sentralistis dengan UU No.5/74 telah
memasung potensi dan kearifan lokal (local wisdom). Akibatnya, cita-cita demokrasi sepenuhnya gagal diterapkan di
bumi pertiwi yang kaya keanekaragaman sumber daya alam dan manusia ini. Pasca tumbangnya kekuasaan despotis
tersebut, paradigma desentralisasi dan demokratisasi mendapatkan apresiasi luas dari publik. Melalui UU No 22/99 yang
kemudian diganti dengan UU No 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah, semua kebijakan pemerintahan tidak lagi
didominasi oleh pusat.
Dalam buku yang ditulis berdasarkan penelitian pelaksanaan otonomi daerah baik tingkat I maupun tingkat II, serta
dipadukan dengan berbagai studi kepustakaan, pembaca dapat menemukan wajah demokrasi yang sebenarnya.
Sebagaimana dalam World Development Report 1999/2000, ’’Decentralization: Rethinking
Government’’, desentralisasi telah menjadi global trend sekaligus kebutuhan masyarakat di dunia untuk
mempunyai hak yang lebih besar dalam menentukan nasib sendiri dan mempunyai pengaruh terhadap pemerintah.
Sekitar 95 persen negara demokrasi melakukan devolusi politik, fiskal, dan kekuasaan administratif ke pemerintah lokal.
Namun tidak semua penyelenggaraan pemerintahan harus didesentralisasikan, khususnya menyangkut hal-hal yang
esensial. Dalam Pasal 13 (UU No 32/2004) telah diatur tentang pembagian urusan pemerintah pusat yang meliputi politik
luar negeri, pertahanan dan keamanan, yustisi, moneter dan fiskal nasional serta agama. Kewenangan pemerintah
daerah meliputi perencanaan dan pengendalian pembangunan, perencanaan dan pengawasan tata ruang, kamtibmas,
penyediaan prasarana umum, kesehatan, pendidikan, SDM, koperasi, lingkungan dan pertanahan. Artinya,
desentralisasi tidak mengharuskan semua kekuasaan pusat didelegasikan ke daerah, khususnya untuk kewenangankewenangan
yang bersifat strategis (hlm. 378).
Studi kasus di Kabupaten Bantul menunjukkan bahwa demokratisasi pemerintahan lokal sulit terwujud tanpa adanya
partisipasi politik (political engagement) dan kontrol dari publik. Terlebih perekonomian di Bantul masih bersandar pada
karakteristiknya yang agraris selain industri rumah tangga. Wajar jika ketergantungan keuangan terhadap pemerintah
pusat lumayan tinggi. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bantul pada 2004 hanya Rp 33 miliar. Proporsi PAD dalam APBD
Kabupaten Bantul adalah sekitar 10 persen dari jumlah dana perimbangan (dana dari pusat) yang untuk Kabupaten
Bantul besarnya lebih dari Rp 326 miliar. Apalagi kondisi sekarang Bantul harus merangkak dari nol lagi karena diterpa
gempa bumi 27 Mei silam.
Bila dibandingkan dengan Kabupaten Nunukan yang baru berdiri lima tahun, daerah ini berbatasan langsung dengan
Malaysia. Di satu pihak Nunukan menyimpan potensi pembangunan khususnya sumber daya kelautan/perikanan,
kehutanan/perkebunan, dan perdagangan. Namun di pihak lain, SDM-nya terbatas secara kuantitas maupun kualitas.
Belum lagi konflik mengenai pengelolaan otonomi daerah yang sampai sekarang masih menjadi bumerang. Wilayah
perbatasan Nunukan-Malaysia selama ini juga rawan terhadap penyelundupan orang dan barang, penebangan liar
(illegal logging), penyelundupan TKI, pencurian ikan, penyelundupan rokok, BBM, narkoba dan lain-lain yang merugikan
Indonesia dan cenderung menguntungkan Malaysia (hlm. 106).
Yang menarik menjadi sorotan adalah pelaksanaan otonomi daerah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang
merupakan provinsi baru (provinsi ke-31). Secara geopolitik, Provinsi Babel sangat strategis karena posisi geografisnya
dalam jalur pelayaran internasional. Faktor ini menyediakan peluang ekonomi yang cukup besar, khususnya transportasi
muatan barang yang sangat padat di lingkar tepi Pasifik (Pasifik Rim) dengan Singapura sebagai pusatnya. Kekayaan
migas dan hutan menjadi penopang utama perekonomian di Babel.
Beberapa kasus empiris di berbagai daerah tersebut setidaknya memberikan potret dan kecenderungan-kecenderungan
pemerintahan lokal di masa perubahan yang cukup sulit itu (masa transisi dari rezim otoriter ke pemerintahan yang lebih
demokratis). Kendatipun lima tahun pelaksanaan otonomi daerah memberikan banyak perubahan, seperti good
practices, perbaikan pelayanan masyarakat dan penguatan kembali local wisdom yang melemah pada masa Orde Baru,
yang dominan hanya pada pemerintah daerah, yang terbatas pada struktur organisasi serta manajemen yang lebih
otonom dalam pembuatan keputusan. Sedangkan kultur dan tingkah laku birokrasi lokal belum mengalami perubahan
yang signifikan.
Puncaknya, otonomi daerah belum memberikan kesejahteraan rakyat yang terpuruk sejak krisis ekonomi dan politik
1997. Cita-cita untuk menyingkap batas hubungan antara rakyat dan negara di tingkat lokal, justru cenderung
menjauhkan hati rakyat dengan pemda. Hal ini terjadi karena birokrasi lokal yang berorientasi kerakyatan dan aspekaspek
transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas sangat lemah. Di pihak lain, fasilitasi dan supervisi dari pemerintah
pusat terhadap daerah masih sangat minim. Kelemahan penyelenggaraan desentralisasi pemerintah daerah seringkali
dijawab pusat dengan keinginan untuk melakukan resentralisasi.
Kesimpulannya, baik pemerintah pusat maupun daerah selama ini masih memerankan ’’otonomi
setengah hati’’, tidak merancang dan melaksanakan kebijakan desentralisasi serta otonomi daerah yang
berkerakyatan, berpendekatan kewilayahan/kawasan, dan visioner menuju masyarakat Indonesia yang modern,
.:: Harian Pagi Sumatera Ekspres Palembang ::.
http://sumeks.co.id _PDF_POWERED _PDF_GENERATED 28 September, 2006, 23:34
demokratis dan kompetitif di era globalisasi. Vedi R. Hadiz mengatakan, desentralisasi pasca Soeharto adalah masalah
kekuasaan yang ditandai oleh kecenderungan proses-proses dan institusi-institusi desentralisasi
’’ditangkap’’ oleh kekuatan-kekuatan dan kepentingan-kepentingan besar predatori lama
(Orde Baru), baik di tingkat lokal maupun nasional, dibungkus dalam format yang desentralistik dan demokratis (hlm.
384).
Buku ini sungguh berharga, terutama akademisi yang konsentrasi meneliti perkembangan demokrasi dan otonomi
daerah. Ternyata gaung yang besar tidak juga memberikan perubahan berarti bagi kesejahteraan dan keadilan bagi
rakyat yang tertindas. Terlebih ketika cobaan bencana bertubi-tubi menghantam bumi pertiwi yang mencita-citakan
demokrasi sejati. [Gugun El-Guyanie]
.:: Harian Pagi Sumatera Ekspres Palembang ::.
http://sumeks.co.id _PDF_POWERED _PDF_GENERATED 28 September, 2006, 23:34

Kematian sebagai Cita-cita
Minggu, 24 September 2006
Judul Buku : Lelaki Ikan
Penulis : Hudan Hidayat
Penerbit : Buku Kompas, Jakarta
Cetakan : Pertama, September 2006
Tebal : 256 halaman
Sambil bergurau, iseng-iseng saya pernah bertanya pada Hudan Hidayat, ’’Kau sudah jadi pengarang,
jabatan di kantor juga sudah punya, hidupmu lebih mapan dibanding teman-teman pengarang lain, apa lagi yang kau
inginkan Dan?’’ Dengan santai Hudan menjawab, ’’Aku pingin tahu bagaimana rasanya
mati!’’ Saya terperangah. ’’Ngawur! Sudah bosan hidup kau rupanya?’’ kata
saya. ’’Ya, aku memang sudah kepingin mati!’’ balas Hudan lagi.
Semula, saya tidak terlalu gamang dengan tabiat ganjil Hudan yang memang suka bermain-main. Tapi, setelah
membaca dan mendalami karya-karya fiksinya sejak dari Orang Sakit, Keluarga Gila hingga Tuan & Nona Kosong, saya
mulai cemas kalau-kalau sahabat saya itu tidak berumur panjang. Betapa tidak? Ekplorasi tematik dalam proses
kreatifnya benar-benar tidak berjarak dengan keinginannya mengecap rasa mati. Pilihannya jatuh pada kematian
sebagai cita-cita estetik.
Belakangan, eskalasi kecemasan saya pada Hudan makin meningkat, lebih-lebih setelah buku keempatnya, Lelaki
Ikan, diterbitkan. Cerpenis ini makin berdalam-dalam menyelami tema kematian. Narasi prosaiknya begitu akrab dengan
bunuh diri, sakratul maut, belati, dan pistol. Seolah-olah hingar-bingar kehidupan tidak lagi menggiurkan baginya.
Seakan-akan hidup tak lagi bermutu. Jangan-jangan kematian memang lebih bermutu ketimbang kehidupan, atau
kematian adalah kehidupan baru yang lebih nyaman. Lalu? Ya, ayo kita bergegas menjemput ajal. Menyongsong maut.
Bila hanya menunggu, ajal tak bisa dipastikan. Maka, seyogyanya kita mengejar dan meraihnya, agar kematian lebih
pasti, lebih segera.
Begitulah tabiat literer Hudan dalam Parit Terakhir. Tokoh rekaannya tak hanya ingin mengecap rasa mati, juga hendak
menyaksikan proses lepasnya nyawa dari badan. Ingin mencicipi kematian serupa mengecap sepotong pizza, sekerat
demi sekerat. Hudan melakukan desakralisasi makna kematian. Ajal yang metafisik dan suprainderawi diprofankan
hingga mewujud seperti kue. Enak dimakan, lebih-lebih saat lapar menyerang. Sekarat tak lagi sakit, tapi nikmat. Imaji
kekerasan, pembunuhan, dan perilaku paranoid merupakan resistensi yang harus ditanggung setiap watak yang
terbangun dalam cerpen-cerpen Hudan (Ulat di Hati, Senar Putus, Parit Terakhir, Nampan Mati). Tapi, sejatinya ia tidak
sedang merayakan imaji brutalitas dan sadomasokis itu. Kegilaaan mempermainkan hasrat mencincang ayah, nafsu
membantai ibu (Lampu Kristal Pecah) hanya sekadar medium untuk menggapai kematian. Ibu menggebu-gebu ingin
menyembelih ayah, ayah tidak sabar ingin menyudahi hidup ibu, begitu pun tokoh anak (aku) yang juga ingin bergegas
membunuh keduanya. Bukankah hasrat gila yang bergejolak dalam watak tokoh-tokoh itu berhulu pada kematian? Jadi,
yang penting bukan pembunuhannya, tapi ketersampaian obsesi masing-masing tokoh pada kematian yang diidamidamkan.
Ada yang ganjil soal pesakitan dan kegilaan Hudan pada tema kematian. Ia selalu membawa-bawa Tuhan.
Apa hubungannya? Mencermati cerpen-cerpen dalam buku ini, saya mulai ragu. Apakah benar obsesi literer cerpencerpen
Hudan itu rindu kematian? Ah, jangan-jangan tidak merindukan kematian, tapi merindukan Tuhan. Kematian (lagilagi)
hanyalah wasilah untuk menggapai Tuhan. Di titik ini saya membaca kompleksitas kerumitan eksplorasi estetik
Hudan. Kerumitan itu mempersulit saya menjangkau hulu pelayaran estetiknya. Kekerasan, kematian atau rindu bertemu
Tuhan? Jalin-menjalin, himpit-menghimpit, tindih-menindih serupa jalinan ratusan benang di dalam kain tenun. Padat.
Kokoh. Bergelintin. Sukar diurai. Sewaktu-waktu imaji kekerasan begitu kentara, tapi (di saat yang sama) juga tercium
aroma kematian yang menyengat, sekaligus gejolak kerinduan sufistik akan Tuhan yang sukar terkendali. Lalu, apa
maunya cerpen-cerpen Hudan itu?
Di bagian pengantar buku ini, Hudan menulis wejangan perihal pesakitan dan kegilaan yang keduanya berujung pada:
mati. Wejangan ini diperkuat oleh catatan penutup Mariana Amiruddin bahwa Hudan itu sakit ’’sesakitsakit&
rsquo;’-nya, gila ’’segila-gila’’-nya. Maka, proses kreatif Hudan adalah terapi
penyembuhannya. Mariana keliru membaca sosok kepengarangan Hudan. Sebab, sakit dan gila itu bukanlah muaranya.
Itu hanya akibat dari kecamuk rindu hendak merangkul Tuhan. Lihatlah kegelisahan tokoh aku pada Ayat Gelap.
Terombang-ambing antara menerima atau menolak Tuhan. Sebuah gelagat ingin membuktikan apakah Tuhan itu ada
atau tidak. Inilah kerinduan asketik yang selalu menggelora dalam ruh karya-karya Hudan.
Buku ini memperlihatkan perubahan idealisme Hudan sebagai kreator yang biasanya kurang bersetuju dengan gaya
surealisme. Kini ia menulis Lelaki Ikan, sekaligus dipilih sebagai judul buku. Saya berusaha mengggali muasal kenapa
tokoh lelaki dalam cerpen itu tiba-tiba saja kakinya bersisik dan lama-kelamaan berubah jadi ikan, tapi tak kunjung saya
temukan. Saya hanya mampu menangkap pertanda bahwa manusia yang memilih berubah wujud jadi ikan, tentulah
manusia yang sudah mati. Ia lupakan anak dan istri di darat, lalu hidup di laut sebagai ikan yang aneh. Lagi-lagi soal
mati bukan?
Kalaupun cerpen ini agak berbeda dari cerpen lain, itu terasa pada eksperimentasi teknik bercerita. Hal yang jarang
dilakukan Hudan sebelumnya. Biasanya, Hudan meluap-luap, menggebu-gebu, tergesa-gesa. Kini, ia agak tenang,
lentur, santun. Tidakkah lagi ia memilih imaji kekerasan sebagai jalan menuju kematian? Atau ia sudah menggapai
kematian dengan cara yang lain? Mati dengan cara menjadi ikan, misalnya. Jawabnya, hanya Hudan dan Tuhan yang
tahu.
.:: Harian Pagi Sumatera Ekspres Palembang ::.
http://sumeks.co.id _PDF_POWERED _PDF_GENERATED 28 September, 2006, 23:38